CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Selasa, 21 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Greyska Mahasiswi FEB Unpas Ulas Tips Sukses di Bidang Akademik

Tiwi Kasavela
10 Maret 2021
Greyska Mahasiswi FEB Unpas Ulas Tips Sukses di Bidang Akademik

Greyska Arivia Salsabila (ist)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM– Sukses di bidang akademik salah satunya dapat diukur dengan nilai IPK, adalah Greyska Arivia Salsabila, mahasiswi semester VIII Jurusan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pasundan yang memiliki IPK tinggi yakni 3.85.

“Motivasi saya meraih IPK yang tinggi, yang pertama pasti ingin membanggakan dan menyenangkan orang tua dan keluarga. Sejak awal masuk perguruan tinggi saya berjanji pada diri saya sendiri untuk mendapatkan IPK yang cukup baik serta nanti dapat lulus dengan predikat cum laude,” terangnya.

Disamping itu, gadis yang akrab disapa Greyska ini juga ingin membuat orang tua dan keluarga bangga dengan pencapaiannya.

“Saya pikir semua orang tua pasti bangga dan senang melihat anaknya lulus, tapi saya ingin memberikan bonus kebanggaan dan kesenangan bagi mereka berupa hal yang tadi saya katakan,” terangnya.

Motivasi yang kedua, terang Greyska adalah mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Ia selalu mengatakan pada dirinya sendiri bahwa ia harus mendapatkan nilai yang bagus untuk kelak mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Greyska berpikir bahwa IPK yang tinggi akan menjadi salah satu faktor penunjang untuk mendapatkan hal tersebut.

“Meskipun banyak orang mengatakan bahwa dalam mencari pekerjaan IPK itu tidak begitu penting karena yang paling penting itu soft skill, tapi mungkin setidaknya dengan IPK yang tinggi akan menjadi pertimbangan perusahaan dalam menerima pegawainya. Tentu saja saya juga setuju dengan hal tersebut, maka dari itu saya mengatakan bahwa IPK tinggi hanya salah satu faktor penunjang dan ini hanya pendapat saya ya,” paparnya kepada Pasjabar, Rabu (10/3/2021).

Baca juga:   Promosi Doktor Hesti Widiastuti Analisis Penganggaran APBD Penanganan Covid 19

Adapun tips yang dilakukan Greyska untuk mendapatkan IPK yang tinggi adalah belajar dengan tekun.

“Biasanya dosen itu memberikan materi ajar atau handout pada pertemuan pertama di kelas. Sehingga pada kelas-kelas berikutnya mahasiswa sudah punya bahan ajarnya. Jadi pada hari sebelum kelas biasanya saya membaca dan coba mempelajari sendiri materi tersebut sehingga apabila ada yang saya tidak mengerti bisa saya tanyakan saat kelas nanti,” urainya.

Setelah kelas, sambungnya biasaya Greyska juga mereview kembali materi tersebut agar ia benar-benar paham. Dan jika masih belum paham biasanya ia juga selalu menghubungi teman-temannya untuk belajar bersama.

“Lalu jangan lupa berdoa, minta sama Allah supaya selalu dimudahkan dalam belajar, dimudahkan dalam menyerap dan memahami ilmu yang diberikan,” tambahnya.

Menurut Greyska rajin belajar dan selalu masuk kelas adalah hal yang sangat membantu untuk meraih IPK yang tinggi.

“Rajin belajar kalau masuk kelasnya males sama saja bohong karena penilaian dari dosen kan bukan hanya penilaian saat ujian saja tapi juga kehadiran dikelas menjadi pertimbangan dosen dalam memberikan nilai. Selalu masuk kelas juga kalo tidak rajin belajar ya untuk apa, percuma juga rajin masuk kelas tapi kita ngga paham sama apa yang kita pelajari,” ujarnya.

Baca juga:   Siapkan Lulusan Berkualifikasi, FISIP Unpas Akan Berlakukan SKPI

Menurut Greyska dalam belajar terkadang ia mengalami hambatan seperti rasa malas.

“Tidak jarang saya merasa malas untuk belajar. Bahkan cukup sering juga saya lebih memilih hal lain daripada belajar. Seperti misalnya lebih memilih main, nonton drakor, scroll sosmed dan lain-lain,” terangnya.

Greyska menambahkan dengan memiliki IPK yang tinggi ia merasakan banyak manfaat seperti memudahkannya dalam beberapa hal, seperti misalnya ketika akan mendaftar beasiswa atau ketika mendaftar beberapa program di kampus biasanya selalu ada syarat minimal IPK, sehingga dengan IPK tinggi ia bisa mengikuti program program tersebut.

“Yang kedua, saya tidak tau ini bisa disebut keuntungan atau bukan tapi mungkin lebih tepatnya ini rasa bangga dan senang terhadap diri sendiri. Saya suka ketika saya menjadi tolok ukur bagi orang lain. Tapi tolok ukur dalam hal positif, seperti misalnya pernah ada teman saya yang mengatakan bahwa ia berterimakasih pada saya karena saya telah menjadi salah satu motivasi dia dalam menaikan IPK nya. Tapi saya tidak suka jika menjadi tolok ukur dalam hal negatif seperti misalnya ada teman saya yang mengatakan ‘kamu aja yang IPK nya tinggi ngga ngerti materi itu, apalagi aku’. Saya tidak suka mendengar kata kata seperti itu, karena dengan berkata seperti itu berarti dia tidak percaya pada kemampuan dirinya sendiri dan seolah-olah dia tidak bisa melampaui saya, padahal siapapun bisa melampaui saya. Bahkan lebih gak suka lagi kalo ada yang bilang “masa IPK tinggi tapi kaya gini aja gak ngerti”. Kaya ‘hallo, saya juga seorang pelajar yang sedang belajar. Tidak semua hal saya tahu dan saya bisa, makanya saya belajar,” paparnya bercerita.

Baca juga:   Yogi Mahasiswa FEB Unpas Ingin Lebih Bijak dan Membanggakan

Ke depan Greyska berharap akan dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan lagi IPKnya hingga lulus nanti. Ia juga berharap nilai-nilai yang ia dapatkan juga kelak membantunya dalam mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

“Untuk teman teman yang ingin mendapat IPK yang lebih tinggi, kuncinya adalah belajar, belajar dan belajar. Malas gapapa karena itu wajar, tapi harus tetap bisa mengontrol itu. Selain itu juga berdoa, semoga Allah selalu memudahkan kita dalam belajar. Terus juga jangan cepat merasa puas, harus menggali ilmu sebanyak-banyaknya. Percaya sama diri sendiri kalo kamu bisa melakukannya dan jangan membatasi diri kamu dengan ‘ah udah aku IPK nya segini aja udah cukup ko’ kalo kamu bisa melakukannya dengan lebih baik lagi kenapa harus berhenti disitu,” pungkasnya mengakhiri perbincangan. (tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: FEB UnpasGreyska Arivia SalsabilaIPKmahasiswaunpas


Related Posts

Pascasarjana Unpas
HEADLINE

Melda Yunita Raih Gelar Doktor Ilmu Manajemen Pascasarjana Unpas, Teliti IKM Produk Makanan di Prov Bengkulu

16 April 2026
Pascasarjana Unpas
HEADLINE

Bahtera Gurning Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Unpas, Soroti Akses Keadilan Pekerja

14 April 2026
Pascasarjana Unpas
HEADLINE

Didi Tasidi Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Unpas, Bahas Penipuan Investasi

14 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Fadly Alberto tertangkap kamera melakukan tendangan brutal terhadap pemain Dewa United U-20. (tangkapan layer)
HEADLINE

Belajar dari Kasus Hugo Samir: Fadly Alberto dan Ancaman Karier yang “Layu Sebelum Berkembang”

20 April 2026

JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM – Sepak bola Indonesia kembali berduka atas runtuhnya nilai-nilai sportivitas di level pembinaan. Sosok Fadly...

Pemain Bhayangkara U-20 (putih) menendang pemain Dewa United U-20 di Semarang, Minggu (19/4) sore. (Arsip Dewa United)

Tak Main-Main! Dewa United Tempuh Jalur Hukum Terkait “Tendangan Kungfu” di Laga EPA U-20

20 April 2026
Laga Dewa United vs Persib Bandung. (Foto: Official Persib)

Hujan Drama di Banten: Persib Bandung Bangkit dari Ketertinggalan, Tahan Imbang Dewa United 2-2

20 April 2026
Tendangan Fadly Alberto ke pemain Dewa United. (Foto: Dok. Dewa United)

Dari Pahlawan Piala Dunia ke Ambang Sanksi Berat: Karier Fadly Alberto Terancam Usai Insiden “Tendangan Kungfu” di Semarang

20 April 2026
unpad

Unpad Gandeng VEX Robotics Gelar Pelatihan Robotika dan AI

20 April 2026

Highlights

Dari Pahlawan Piala Dunia ke Ambang Sanksi Berat: Karier Fadly Alberto Terancam Usai Insiden “Tendangan Kungfu” di Semarang

Unpad Gandeng VEX Robotics Gelar Pelatihan Robotika dan AI

ITB Perpanjang Pendaftaran SSU 2026, Beri Kesempatan Lebih Luas

Pemprov Jabar Akan Gabungkan BUMD dalam Holding Sangga Buana

Sidak Minyakita Bandung Temukan Distribusi Tidak Merata dan Harga Naik

Musim ‘Gila’ dan Menantang untuk Persib Bandung

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.