BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM– Valda Mahasiswi FH Unpas dinobatkan menjadi Duta Bahasa Jawa Barat 2021. Peresmian dilakukan pada Rabu 16 Juni 2021 di Hotel éL Royale Bandung.
Acara ini digelar oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat yang merupakan UPT dari Badan Pengembangan dan Penelitian Bahasa dibawah Kemendikbud Ristek.
“Perasaan saya tentunya senang sekali dapat terpilih dan dipercaya menjadi Duta Bahasa Jawa Barat 2021. Menjadi Duta Bahasa adalah salah satu pencapaian terbaik saya. Saya sangat bersyukur akan hal itu,” terang Valda yang belum lama ini juga terpilih menjadi Ajudan Milenial Gubernur Jawa Barat Batch 3 Tahun 2021.
Sebelumnya Valda juga tercatat pernah ikut andil dalam The 10th GAJE (Global Alliance for Justice Education) Worldwide Conference 2019. Mengikuti workshop Internasional Hear My Voice sebagai perwakilan dari Indonesia angkatan pertama, yang bergerak dalam dunia feminist pada bulan Mei-Juni 2020.
Valda juga sukses mendapatkan beasiswa prestasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat (JFLS). Dan pada 5 Desember 2020 lalu, ia menjadi juara 1 lomba event The Mock Pre-Trial Hearing se-Asia.
Valda juga mendapatkan penghargaan dalam Essays Contest of The Understanding Korea 2020 dari Center for International Affairs (CEFIA) di Academy of Korean Studies (AKS). Dan dinobatkan sebagai mahasiswa berprestasi baik di tingkat Fakultas Hukum maupun di tingkat Universitas Pasundan.
Lalu Bagaimana Valda Bisa Terpilih Menjadi Duta Bahasa Jawa Barat?
Valda bercerita bahwa dalam perlombaan duta Duta Bahasa Jawa Barat ada beberapa hal yang ia persiapkan.
“Dari awal daftar, para peserta dituntut untuk mengikuti serangkaian kegiatan yang juga merupakan seleksi sampai tahap final. Dan memang seleksi yang dilakukan sangatlah ketat, dari mulai membuat esai 3 bahasa, tes psikologi, presentasi krida, wicara publik hingga penjurian di hari final. Itu semua saya siapkan dengan matang agar hasil yang didapat pun maksimal,” terang pemilik nama lengkap Valda Zahirra Sidqi.
Dalam perjalanan menuju hari final, sambung Valda peserta tidak hanya diseleksi tetapi kita juga diberi pembekalan atau istilahnya adalah karantina yang dilakukan selama beberapa hari. Walaupun kegiatan ini sedikit banyak dilakukan secara daring, tetapi hal tersebut tidak mengurangi esensi dari perjalanan menjadi Duta Bahasa Jawa Barat.
“Tantangan dan hambatan yang saya rasakan yaitu dalam perjalanan menjadi Duta Bahasa Jawa Barat pada awalnya membuat saya sedikit tertekan karena memang seleksi yang diberikan sangatlah ketat. Ditambah karena waktu itu sedang masanya UAS di kampus, jadi pikiran saya agak terbagi-bagi. Namun, hal itu semua saya jadikan pengalaman dan pelajaran agar kedepannya bisa lebih mantap dalam membagi waktu,” urainya.
Valda pun berharap dengan hadirnya dirinya menjadi Duta Bahasa Jawa Barat. Maka akan menjadi langkah yang tepat untuknya. Dalam memberikan kontribusi terbaik dalam memartabatkan bahasa Indonesia.
“Selanjutnya karena sekarang sudah memasuki paruh kedua tahun 2021. Jadi saya harap saya bisa mencapai target-target berikutnya. Dan kepuasan akan prestasi tidak pernah pudar. Juga yang tak kalah penting adalah saya akan belajar terus dari pengalaman-pengalaman sebelumnya. Memperbaiki apa yang masih kurang dan bisa lebih membagikan pengalaman saya ke orang lain. Agar bermanfaat bagi banyak orang,” terang Valda Mahasiswi FH Unpas yang saat ini menjejaki semester IV.
Terakhir Valda juga ingin menyampaikan teruntuk para generasi penerus bangsa. Bahwa setiap detik yang kita lalui adalah waktu yang benar-benar emas. Sehingga gunakanlah waktu tersebut bahkan sedetik pun dengan sebaik mungkin.
“Selanjutnya perlu disadari bahwa masa pandemi Covid-19 ini bukanlah suatu hambatan. Melainkan ini adalah suatu tantangan bagi kita untuk dapat membuktikan. Dan menunjukkan bahwa di saat seperti ini pun kita masih bisa berkarya. Ayo teman-teman, jangan patah semangat dan mudah menyerah! Selalu berkarya. Dan berikanlah kontribusimu untuk Indonesia tercinta. Percéka Wiwaha,” pungkasnya. (tiwi)












