CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Kamis, 16 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASPENDIDIKAN

Inspiratif, Alasan Gray Zain Mulai Kuliah Sarjana di Usia 58

Tiwi Kasavela
22 September 2021
Inspiratif, Alasan Gray Zain Mulai Kuliah Sarjana di Usia 58

Inspiratif, Alasan Gray Zain Mulai Kuliah Sarjana di Usia 58 (ist)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM– Memiliki tiga orang anak yang sedang menginjak masa remaja, membuat percakapan di meja makan keluarga Gray Zain, sosok yang videonya baru saja viral di Tiktok dengan 500 ribu likes, tak jauh-jauh seputar perkuliahan.

Di tahun 2021 ini, giliran anak ketiganya yang duduk di kelas tiga SMA dan akan mengenyam bangku kuliah.

Layaknya kata pepatah bahwa cinta tumbuh karena terbiasa (tresna jalaran saka kulina), percakapan yang berulang seputar perkuliahan membuat Gray Zain jatuh cinta pada kampus.

Sebagai ayah, ia tak ingin sekedar memberi nasihat atau pepatah kosong.

Inilah yang melatarbelakangi Gray Zain untuk menjadi mahasiswa baru di Universitas Esa Unggul Jakarta hingga akhirnya viral.

“Saat saya menyarankan anak saya yang ketiga untuk berkuliah Computer Science (teknik komputer), karena memang jurusan IT masa depan cukup cerah, saya tidak ingin enak saja memberi motivasi. Saya juga harus membuktikan berkuliah. Disitulah kebangkitan saya akhirnya mencari sampai mendaftar kuliah, tidak menyangka ternyata viral,” kenang Gray dalam Talkshow Komunitas SEVIMA (Sentra Vidya Utama), Selasa (21/9/2021) pagi, yang juga dihadiri oleh Rektor Universitas Esa Unggul Dr. Arief Kusuma.

Viral Karena Aktif dalam Ospek

Video viral tersebut, kenang Gray, diambil saat ia sedang mengikuti pelatihan karakter sebagai bagian dari rangkaian penerimaan mahasiswa baru (Ospek/Welcoming Days) di Universitas Esa Unggul.

Baca juga:   FGD Perencanaan Pendirian Museum Kedaulatan Pangan Jabar

Sebagai orang berlatar belakang sebagai pengusaha di bidang biro travel dalam dan luar negeri, pembawaan Gray yang supel membuatnya aktif di setiap kegiatan yang diikutinya.

Termasuk ketika ada sesi berbagi cerita dengan panitia maupun berjoget, Gray juga cukup aktif. Tak sungkan dengan rekan-rekan yang lebih muda darinya.

“Jadi saya ketika diajak joget, ya joget aja. Saat diminta pakai outfit yang unik untuk joget, kebetulan di halaman rumah saya ada caping yang biasa saya pakai untuk berkebun. Ditambah dengan kacamata hitam. Asyik saja,” kenang Gray dalam rilis yang diterima PASJABAR.

Kisah dari sesi berbagi dengan panitia itulah, yang kemudian ditangkap rekan-rekan sejawatnya di kampus sebagai cerita inspiratif dan viral. Salah satunya, adalah kisah bahwa telah lama ia memimpikan untuk berkuliah.

“Saya dulu sebetulnya sudah proses untuk berkuliah di Sastra Jepang. Tapi karena memang kondisi pada saat itu, ayah saya meninggal, dan adik saya tiga masih perlu sekolah. Saya sebagai anak pertama yang lulus SMK jurusan pariwisata, akhirnya harus bekerja dulu. Bahkan saya tidak bisa datang wisuda SMK saya karena harus cari uang untuk hidup keluarga,” lanjut Gray atas kejadian di tahun 1983 tersebut.

Baca juga:   Wapres : Transformasi dan Kolaborasi Jadi Kunci Pendidikan Tinggi Berkelas Dunia

Mewujudkan Mimpi Lama untuk Kuliah

Nyaris 40 tahun berselang, Gray bersyukur sudah mendapatkan berkah yang luar biasa dalam hidup: pekerjaan yang mapan, adik yang sudah sukses dan berkeluarga, bahkan ketiga anaknya sendiripun sudah relatif sukses.

Ditambah dengan aktivitas biro travel yang rehat sejenak akibat Pandemi COVID-19, Gray kemudian tergugah untuk menggapai mimpi lamanya: berkuliah.

“Bisnis saya cukup lancar, bahkan ketika COVID kami tetap bertahan walaupun pemasukan di bidang travel jelas menurun drastis. Karena anugerah yang luar biasa ini, saya kemudian teringat atas impian yang sudah lama saya idam-idamkan dalam hidup, yaitu berkuliah,” lanjut Gray yang kini juga menjabat sebagai Ketua Penasihat Indonesia Tour Leaders Association (Asosiasi Biro Wisata Indonesia)

Gray memilih kampusnya yang sekarang, karena lokasi yang cukup dekat, ada kelas karyawan, dan pelaksanaannya cukup fleksibel secara online.

Dibukanya jurusan komunikasi pemasaran yang sesuai dengan bidang pekerjaan Gray saat ini, juga menambah keyakinan Gray untuk berkuliah.

“Keponakan saya juga sedang berkuliah disana. Tidak ada keraguan sama sekali saat mendaftar. Justru saya berpikir, andai sejak awal COVID saya sudah kuliah, wah sudah semester empat ini,” imbuh Gray.

Baca juga:   Mahasiswa ITB Ciptakan Robograss untuk Lapangan Sepakbola, Ini Fungsinya

Menyesuaikan diri untuk belajar kembali di usia kepala lima, diakui Gray tidak mudah. Ia perlu mempelajari kembali Sistem Akademik dan Sistem Pembelajaran Sevima yang digunakan di kampus. Bahkan, Gray perlu belanja buku untuk mengejar pengetahuan terbaru.

“Jadi saya sampai belanja dulu buku-buku dasar komunikasi, dan belajar sistem pembelajaran online. Ternyata dengan fokus dan semangat, semuanya bisa saya kuasai dengan mudah. Target saya, bisa lulus sarjana di usia 61 dan Magister di usia 63,” lanjut Gray.

Atas pencapaian tersebut, Rektor Universitas Esa Unggul Dr. Arief Kusuma mengungkapkan bahwa semangat belajar Gray bisa menjadi inspirasi generasi muda untuk tak pernah lelah menuntut ilmu. Terlebih, berkuliah sembari beraktivitas sebagai profesional bukanlah perjuangan yang mudah.

“Profesional bekerja pagi sampai sore, lalu berkuliah selama kurang lebih lima jam, selama empat tahun jenjang sarjana. Itu bukan sesuatu yang mudah. Harus siap tenaga dan mental. Tapi dengan kehadiran Gray Zain dan para profesional, kami sendiripun sebagai dosen juga banyak belajar dari pengalaman dan perjuangan mereka,” pungkas Rektor. (*/Tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Gray Zain


Related Posts

No Content Available

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

UTBK SNBT 2026
HEADLINE

Pengunduhan Kartu SBMPTN 2026 Ditutup, Terlewat Unduh? Ini Risikonya

15 April 2026

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pengunduhan kartu peserta UTBK-SNBT 2026 (yang sebelumnya dikenal sebagai SBMPTN) resmi ditutup. Ribuan peserta...

stres

Dokter Ungkap Tips Efektif Atasi Stres dan Kecemasan

15 April 2026
wisuda unjani

Wisuda Unjani 2026: 1.810 Lulusan, Sistem Hybrid Jadi Andalan

15 April 2026
penataan gedung sate

Pemprov Jabar Mulai Bongkar Plaza Depan Gedung Sate untuk Penataan

15 April 2026
TJSL

KAI Daop 2 Bandung Salurkan TJSL Rp1,1 Miliar Sepanjang 2025

15 April 2026

Highlights

Pemprov Jabar Mulai Bongkar Plaza Depan Gedung Sate untuk Penataan

KAI Daop 2 Bandung Salurkan TJSL Rp1,1 Miliar Sepanjang 2025

HMT ITB Minta Maaf atas Lagu Kontroversial yang Picu Keresahan

Rusun ASN Kejati Jabar Capai 32%, Berpotensi Rampung Lebih Cepat

Program Bedah Rumah Jabar Dimulai, Target 40 Ribu Hunian

Pemprov Jabar Tata Ulang Kawasan Gedung Sate Jadi Ruang Terpadu

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.