CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 20 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASBANDUNG

Lesti : Kekerasan Anak Sudah Tidak Pandang Status Sosial

Yatti Chahyati
8 Oktober 2021
Beragam Kendala Tumbuh Kembang Anak di Masa Pandemi

Ilustrasi (Humas Pemkot Bandung)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Kekerasan pada anak, bisa terjadi di mana saja, tidak memandang status sosial korban, dan pelaku juga bisa siapa saja.

Biro Psikologi Panata Jiwa, Listianingati mengatakan, bahkan bukan tidak mungkin pelaku kekerasan adalah orang terdekat korban.

“Pelaku kekerasan pada anak bisa siapa saja, bahkan orang terdekat korban. Bisa saja keluarga atau orang yang ditemui korban di Lembaga Pendidikan. Tidak jarang yang melakukan kekerasan adalah guru di sekolah atau bahkan guru mengaji,” papar Listi, belum lama ini.

Sebagai konselor yang membuka prakter pribadi dan bertugas di UPT P2TPA Kota Bandung Lesti kerap menemui kasus kekerasan pada anak, yang bahkan pelakunya anak usia SD yang melakukan kekerasan terhadap anak usia TK. “Bahkan kekerasan yang dilakukan adalah kekerasan seksual,” tegas Listi.

Salah satu pemicu tindak kekerasan yang dilakukan oleh anak adalah, tontonan di internet yang tidak bisa dibendung. Anak sangat mudah mengakses internet tanpa pengawasan dari orang tua.

Baca juga:   Pemkab Bandung Imbau Waspada Cuaca Ekstrem dan Potensi Bencana

“Banyak sekali tontonan yang tidak bisa menjadi tuntunan di internet, di mana hal itu bisa membawa dampak negitaf pada anak,” terangnya.

Listi mengatakan beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya adalag memberikan penddikan seksual dini.

“Misalnya menjelaskan kepada anak bagian tubuh mana yang boleh disentuh dan mana yang tidak boleh,” terangnya.

Selain itu, lanjut Listi, anak juga harus mendapat pengerian bahwa mereka harus berani menolak dan mengatakan tidak Ketika ada orang yang mencoba menyentuh bagian tubuh yang dilarang.

“Anak juga harus diberi pengertian jika ada orang yang ingin membuka baju dan memperk=lihatkan bagian tubuh terlarang,” tuturnya.

Dengan demikian, lanjut Listi, anak terbiasa untuk waspadanketika adanorang yang dikenal atau tak dikenal membujuk dirinyna untuk melihat gambar atau video orang tanpa busana.

Baca juga:   Pemkot Bandung Tegaskan Bangunan Tak Boleh Pakai Asbes

“Anak juga harus dibiasakan untuk bisa bercerita kepada orang rua tentang apa yang terjadi pada dirinya,” tutur nya.

Ada fenomena lain yang ditemui konselor yang juga bertugas di UPT P2TP2A Kota Bandung ini, yaitu kecendrungan bahwa istri muda yang melapor atau mengeluhkan kondisinya yang diperlakukan tidak adil oleh suami, atau keluarga besar suami.

“Kalau dulu kecendrungannya yang melapor adalah istri pertama melaoprkan istri muda. Sekarang malah terbalik, istri muda yang melaporkan istri tua,” kata Listi.

Kasusnyapun beragam, ada yang merasa diperlakukan tidak adil oleh keluarga suami. Di mana keluarga suaminya terasa lebih memihak kepada istri pertama dan anak-anaknya. Sehingga, Lesti memberikan pandangan bahwa itu merupakan risiko yang harus dihadapi sebagai sitri kedua.

“Dalam hal ini, tugas saya memberikan pemahaman, bahwa bagaimanapun juga, posisinya jauh lebih beruntung disbanding orang-orang yang tidak didnikahi. Yang harus dipahamkan adalah, kondisinya sebagai istri muda mempunyai risiko, dan apa yang dihadapinya itu adalah salah satu resikonya,” papar Listi.

Baca juga:   Wonderland Ghost Adventure di Lembang, Uji Nyali di Alam Terbuka

Meski beberapa kasus terlihat aneh, namun Listi tetap harus menghadapinya secara professional. Sehingga, client nya tidak merasa dihakimi dan merasa nyaman Ketika bercerita.

Salah satu cerita yang juga cukup aneh adalah, Ketika Listi menghadapi seorang nenek, yang tengah dimabuk cita, menghadapi perasaan galau karena pria yang dicintainya berselingkuh. Sehingga semua tingkah lakunya seperti ABG. Listi juga harus dapat memposisikan diri sebagai teman dan memberikan pandangan-pandangnan yang tidak menyinggung perasaan client nya.

“Saya memberikan pandangan bahwa di usianya sekarang, lebih baik dia mengalihkan perhatiannya dengan banyak beribadah. Saya juga bilang, lebih baik ketahuannya dari sekarang, sebelum menikah daripada setelah menikah akan lebih sakit hati,” bebernya. (put)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: kekerasan anakpsikolog anak


Related Posts

Kapolsek Cangkuang Iptu H. Yusup Juhara turun langsung melakukan pengecekan TKP yang menjadi tindak pidana kekerasan anak di bawah umur di Kp. Lembur Kolot RW 05, Desa Nagrak, Kecamatan Cangkaung.
PASBANDUNG

Pelaku Kekerasan Anak di Bawah Umur Kabur, Kapolsek Cangkuang Cek TKP

15 September 2023
Disdik Jabar Dukung Penerapan Kurikulum Prototipe
PASPENDIDIKAN

Inilah Program Pemprov Jabar Cegah Kekerasan, Salah Satunya Cekas

9 April 2022
Pihak Keluarga Sesalkan Viralnya Video Kekerasan Anak di Bandung
HEADLINE

Pihak Keluarga Sesalkan Viralnya Video Kekerasan Anak di Bandung

11 Oktober 2021

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Fadly Alberto tertangkap kamera melakukan tendangan brutal terhadap pemain Dewa United U-20. (tangkapan layer)
HEADLINE

Belajar dari Kasus Hugo Samir: Fadly Alberto dan Ancaman Karier yang “Layu Sebelum Berkembang”

20 April 2026

JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM – Sepak bola Indonesia kembali berduka atas runtuhnya nilai-nilai sportivitas di level pembinaan. Sosok Fadly...

Pemain Bhayangkara U-20 (putih) menendang pemain Dewa United U-20 di Semarang, Minggu (19/4) sore. (Arsip Dewa United)

Tak Main-Main! Dewa United Tempuh Jalur Hukum Terkait “Tendangan Kungfu” di Laga EPA U-20

20 April 2026
Laga Dewa United vs Persib Bandung. (Foto: Official Persib)

Hujan Drama di Banten: Persib Bandung Bangkit dari Ketertinggalan, Tahan Imbang Dewa United 2-2

20 April 2026
Tendangan Fadly Alberto ke pemain Dewa United. (Foto: Dok. Dewa United)

Dari Pahlawan Piala Dunia ke Ambang Sanksi Berat: Karier Fadly Alberto Terancam Usai Insiden “Tendangan Kungfu” di Semarang

20 April 2026
unpad

Unpad Gandeng VEX Robotics Gelar Pelatihan Robotika dan AI

20 April 2026

Highlights

Dari Pahlawan Piala Dunia ke Ambang Sanksi Berat: Karier Fadly Alberto Terancam Usai Insiden “Tendangan Kungfu” di Semarang

Unpad Gandeng VEX Robotics Gelar Pelatihan Robotika dan AI

ITB Perpanjang Pendaftaran SSU 2026, Beri Kesempatan Lebih Luas

Pemprov Jabar Akan Gabungkan BUMD dalam Holding Sangga Buana

Sidak Minyakita Bandung Temukan Distribusi Tidak Merata dan Harga Naik

Musim ‘Gila’ dan Menantang untuk Persib Bandung

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.