CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Rabu, 22 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

UGM Inisiasi NATURE untuk Atasi Anemia dan Stunting

Yatni Setianingsih
6 Januari 2022
UGM Inisiasi NATURE untuk Atasi Anemia dan Stunting

Kampus UGM (foto : https://www.ugm.ac.id/id/berita/19011-ugm-buka-tiga-jalur-masuk-seleksi-mahasiswa-baru)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM menginisiasi pembentukan Indonesia Nutrition University Network (NATURE). Jejaring lembaga akademik ini, memiliki komitmen bersama untuk membantu penurunan masalah anemia dan stunting di Indonesia.

Kegiatan pembentukan jejaring ini melibatkan perwakilan 27 lembaga akademik. Terdiri dari perwakilan 25 perguruan tinggi yang berasal dari 21 provinsi di Indonesia dengan 2 di antaranya berasal dari perwakilan Lembaga Eijkman dan perwakilan Tim Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (stunting). Kegiatan ini dimulai sejak Juli-November 2021, yang terdiri dari tiga fase yakni sosialisasi, diskusi, dan pembentukan kesepakatan.

Pada fase pertama, diperoleh beberapa rekomendasi terkait stunting dan anemia di Indonesia. Khusus untuk kasus stunting, Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS dari Institut Pertanian Bogor merekomendasikan bahwa pencegahan stunting sebaiknya berfokus mulai dari calon pengantin hingga anak lahir berusia 2 tahun sesuai keunikan tumbuh kembang masing-masing.

Baca juga:   Mobil Listrik Karya UGM Bakal Digunakan di Bandara

“Tidak cukup hanya 1.000 hari pertama kehidupan karena calon orang tua harus diberi bekal mengenai optimalisasi gizi keluarga sejak akan menikah. Rekomendasi kedua, perlu penguatan kebijakan penurunan angka stunting. Kebijakan yang sudah ada saat ini sudah baik, namun lemah dalam upaya konvergensi terutama tatanan kabupaten/kota sampai desa dan RW,” katanya seperti dikutip PASJABAR dari laman ugm, Kamis (6/1/2022).

Sedangkan untuk kasus anemia, Prof. Mohammad Juffrie, M.Med, Ph.D, Sp.A(K) (UGM); Prof. Indrawati Liputo, MD, Ph.D, Sp.GK (UNAND); dr.M.Med Agussalim Bukhari, Ph.D, Sp.GK(K) (UNHAS); Idrus Jus’at, Ph.D (UEU); drh. Safarina G Malik, MS., Ph.D (Lembaga Eijkman) memaparkan berbagai hasil kajian mengenai anemia gizi dan non gizi di Indonesia.

Baca juga:   Manchester United Siap Tur Asia dengan Full Skuad

Anemia tidak hanya disebabkan kekurangan zat besi saja, namun penyakit infeksi seperti malaria, tuberkulosis, hingga genetik dapat menjadi penyebabnya. Sama seperti stunting, program penanganan anemia tidak bisa disama ratakan, dan perlu melihat hal utama yang menjadi penyebab kasus anemia di setiap daerah.

Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Fakultas Kedokteran UI dr. Widjaja Lukito, Ph.D, Sp.GK menjelaskan pentingnya pendekatan  ekonutrisi, yaitu menilik bagaimana lingkungan, kesehatan, dan status gizi saling berhubungan. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam penanganan anemia dan stunting.

Baca juga:   Hadapi Bali United, Pelatih Persib Berharap Dukungan Penuh Bobotoh

Rujukan berjenjang

Rujukan berjenjang perlu dilakukan baik pada tingkat komunitas melalui posyandu, puskesmas maupun rumah sakit dengan inovasi berbasis potensi lokal hingga pemberian pangan olahan untuk keperluan medis khusus ( PKMK).

Dr. dr Vivien Novarina Kasim, MKes dari Universitas Negeri Gorontalo menceritakan penelitiannya di daerah terpencil di Kabupaten Boalemo, Gorontalo dan menemukan bahwa riwayat ASI eksklusif, pendapatan keluarga, dan sanitasi lingkungan berhubungan signifikan dengan kejadian stunting di wilayah tersebut. Faktor ekonomi dan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan dan kebersihan yang rendah merupakan masalah utama program penurunan stunting. Oleh karena itu, perlu intervensi holistik dan kolaboratif untuk meningkatkan keberhasilan program. (ytn)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: AnemiaStuntingUGM


Related Posts

Pencegahan Stunting
HEADLINE

REHAT: Menguatkan Keluarga, Cegah Stunting untuk Generasi Emas 2045

4 Maret 2026
Alergi
HEADLINE

Alergi Gluten Bisa Sebabkan Gangguan Pencernaan hingga Anemia

11 Oktober 2025
Pastikan MBG Tepat Sasaran, Lanud Husein Sastranegara Dukung Penuh Pemenuhan Gizi Nasional. (Ist)
HEADLINE

Pastikan MBG Tepat Sasaran, Lanud Husein Sastranegara Dukung Penuh Pemenuhan Gizi Nasional

14 Agustus 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Huawei Watch Fit 5
HEADLINE

Huawei Rilis Watch Fit 5 Seri Baru dengan Desain Lebih Premium

22 April 2026

WWW.PASJABAR.COM – Huawei resmi memperkenalkan generasi kelima lini jam tangan pintarnya melalui Huawei Watch Fit 5 dan...

Dosen Unpas Nilai RUU Perampasan Aset Efektif Berantas Korupsi

Dosen Unpas Nilai RUU Perampasan Aset Efektif Berantas Korupsi

22 April 2026
minyakkita bandung

Pemkot Bandung Pastikan MinyakKita Jalur Bulog Dijual Sesuai HET

22 April 2026
pengelolaan kas masjid

Kemenag Tegaskan Pengelolaan Kas Masjid Tetap di Tangan Pengurus

22 April 2026
UTBK 2026

Peserta Difabel Cerebral Palsy Ikuti UTBK 2026 Demi Raih Impian

22 April 2026

Highlights

Kemenag Tegaskan Pengelolaan Kas Masjid Tetap di Tangan Pengurus

Peserta Difabel Cerebral Palsy Ikuti UTBK 2026 Demi Raih Impian

Xiaomi Luncurkan Redmi K90 Max, Usung Kipas Pendingin Internal

Tumpukan Sampah Setinggi Empat Meter Ganggu Jalan Caringin Bandung

Ratusan Jemaah Haji Bandung Berangkat ke Embarkasi Indramayu Pagi Ini

Pengawasan UTBK Diperketat, Prodi Kedokteran Jadi Fokus Hari Awal

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.