CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Jumat, 17 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASBISNIS

IPB University Ciptakan Teknologi Budidaya Udang, Ini Keuntungannya

Yatni Setianingsih
22 Januari 2022
IPB University Ciptakan Teknologi Budidaya Udang, Ini Keuntungannya

Teknologi budidaya udang dari IPB University (foto : https://ipb.ac.id/news/index/2022/01/peneliti-ipb-university-ciptakan-teknologi-budidaya-udang-mampu-hasilkan-130-ton-per-hektar/6be7b4697d9c8a60d54340d233835b45)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Tim peneliti IPB University menciptakan satu teknologi budidaya udang secara presisi, yang mampu meningkatkan produktivitas hasil panen. Dengan mengkombinasikan sistem budidaya Recirculating Aquaculture System (RAS) dan Bioflok, teknologi ini mampu menghasilkan hingga 130 ton udang dalam satu hektar.

“Yang kita ujicobakan adalah budidaya udang dengan tidak banyak mengganti air laut, dengan sistem resirkulasi. Karenanya sisa pakan dan kotoran udang harus dikonversi menjadi bahan yang tidak menghasilkan racun,” beber Ketua Tim Peneliti, Prof Bambang Widigdo seperti dikutip PASJABAR dari laman ipb, Sabtu (22/1/2022).

Ia melanjutkan, resirkulasi yang dilakukan tidak boleh menjadikan flok banyak berkurang. Sebab, flok atau agregat sisa pakan, bakteri, protozoa, dan zooplankton dapat digunakan sebagai tambahan makanan serta untuk mengasimilasi gas beracun menjadi tidak beracun.

Baca juga:   IPB Perkenalkan 107 Varietas Unggul Padi Dan Tanaman Pengganti Gandum

Menurutnya, teknologi budidaya udang ini dilakukan di dalam suatu greenhouse, sehingga berbagai parameter seperti suhu dan salinitas dapat dikondisikan. Hal itu bertujuan agar kualitas hasil panen mampu terjaga dengan baik. Selain itu, budidaya udang dengan greenhouse juga dapat mengefisienkan penggunaan air.

“Dengan kualitas air terjaga, climate bisa tereliminasi dari perubahan suhu yang naik turun, kondisi optimal bisa dicapai. Sehingga pertumbuhannya bisa lebih cepat. Karena semua parameter bisa dieliminasi dengan biosecurity secara penuh, dalam satu meter persegi dapat ditebar 300 hingga 500 ekor udang,” ujarnya.

Ia melanjutkan, budidaya dengan teknologi ini, berpotensi secara lanjut bisa menghasilkan enam sampai sembilan kilogram per kubik. Bahkan jika dilakukan panen secara parsial, potensinya bisa 100-130 ton per hektar.

Baca juga:   Data Ratusan Mahasiswa IPB yang Terjerat Pinjol Telah Diterima Polres Bogor

Panen parsial dilakukan dalam beberapa kali tahapan. Yaitu dalam 65 hari, 75 hari, 85 hari, 105 hari dan 120 hari. Dimana setiap kali panen berkisar antara 15-20 persen dari populasi.

“Jika diakumulasikan, per kubik bisa mencapai 10 sampai 13 kilogram. Artinya kalau dihektarkan bisa 100 sampai 130 ton per hektar. Sementara jika budidaya konvensional, paling tinggi hanya mencapai 40-68 ton per hektar,” terangnya.

Alternatif teknologi

Wakil Ketua Tim Peneliti Dr Wiyoto, berharap sistem budidaya RAS dan bioflok ini dapat menjadi alternatif teknologi bagi tambak-tambak yang tidak lagi produktif. Sebab dengan luasan yang sedikit saja, mampu menghasilkan produktivitas yang tinggi.

Baca juga:   Empat Kampus Kolaborasi Cari Obat Alzheimer

“Dengan konsep ini, kita bisa menghidupkan tambak-tambak yang tidak aktif, yang tidak produktif. Sebab teknologi ini sudah kita ujicoba dan berjalan dengan baik, sehingga  bisa dikembangkan secara luas dan dengan skala yang lebih besar lagi,” jelasnya.

Secara lengkap, tim peneliti terdiri dari Prof Bambang Widigdo, Dr Wiyoto, Dr Julie Ekasari, Dr Sigit dan melibatkan 29 mahasiswa, baik dari Sekolah Vokasi maupun program Sarjana. Inovasi yang sangat aplikatif untuk diterapkan di masyarakat ini mendapatkan dana dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dalam bingkai program Kedai Reka. (*/ytn)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: budidaya udangipb


Related Posts

Datangi Kampus IPB, Ridwan Kamil: Jadilah Bagian Succes Story Indonesia Emas 2045
PASJABAR

Datangi Kampus IPB, Ridwan Kamil: Jadilah Bagian Succes Story Indonesia Emas 2045

13 Agustus 2023
Tiga Ekosistem Pokok untuk Membangun Techno Socio Preneurial University dari IPB
PASPENDIDIKAN

Tiga Ekosistem Pokok untuk Membangun Techno Socio Preneurial University dari IPB

11 Maret 2023
Hukum, Ukuran, dan Niat Zakat Fitrah
PASNUSANTARA

IPB Perkenalkan 107 Varietas Unggul Padi Dan Tanaman Pengganti Gandum

10 Januari 2023

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

instagram/@zonanaetral5
HEADLINE

Hasil Piala AFF U-17 2026: Indonesia Takluk 0-1 dari Malaysia, Langkah ke Semifinal Terancam!

16 April 2026

GRESIK, WWW.PASJABAR.COM – Sebagai tuan rumah ajang ASEAN U-17 Boys' Championship 2026, Timnas Indonesia harus menelan pil...

pasundan law fair 2026

Pasundan Law Fair 2026 Sukses Digelar, Ajang Nasional Adu Gagasan dan Kompetensi Mahasiswa Hukum

16 April 2026
harga plastik

Kenaikan Harga Plastik Picu Penurunan Sampah di Kota Cimahi

16 April 2026
Agus Sutisna

Agus Sutisna Ditemukan Tewas Setelah Terjun Selamatkan Siswi Hanyut

16 April 2026
remaja hanyut

Remaja Tewas Hanyut di Sungai Cibanjaran, Penolong Masih Hilang

16 April 2026

Highlights

Agus Sutisna Ditemukan Tewas Setelah Terjun Selamatkan Siswi Hanyut

Remaja Tewas Hanyut di Sungai Cibanjaran, Penolong Masih Hilang

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sumatra hingga Jawa

Rektorat Unpad Nonaktifkan Dosen Diduga Terlibat Kekerasan Seksual, Dan Lakukan Investigasi

Transformasi RS Rajawali, Primaya Perkuat Layanan Medis Modern di Bandung

Kenalan Lewat Game Online Siswi SMP di Bandung Barat Diculik Remaja

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.