BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Kekeringan menyebabkan tanaman hortikultura milik sejumlah petani menjadi rusak bahkan gagal panen di kawasan Sentra Pertanian Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Gagal panen diakibatkan oleh kekurangan pasokan air. Padahal saat ini sudah seharusnya waktu masa panen. Puluhan hektare lahan pertanian seperti sawi dan brokoli terlihat kering dan terpaksa harus dibuang karena tak layak jual.
Salah satu petani asal Lembang, Daslia mengalami gagal panen pada tanaman sawi putih dan brokoli akibat kekurangan air dampak cuaca panas yang luar biasa.
“Hampir 3 ribu tanaman sawi ditambah brokoli pertumbuhannya tidak optimal lantaran kekurangan air. Sedangkan pada musim kemarau tanaman butuh banyak penyiraman, bahkan banyak tanaman kering dan gagal panen,” kata Daslia, Rabu (6/9/2023).
Akhirnya petani pun terpaksa mencabuti tanamannya dari tanah agar tidak menghamburkan banyak air. Apalagi saat seperti ini petani juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air seharga Rp80.000 per tangki untuk mengaliri lahannya.
Sementara dalam seminggu, petani sedikitnya membutuhkan sebanyak 5-6 tangki air. Mulai dari tanam sampai jelang panen sudah banyak keluar modal untuk bibit, pupuk, pestisida hingga air untuk menyiram tanaman tapi tidak ada hasilnya.
Meski dihantui risiko dampak fenomena El Nino dalam beberapa pekan ke depan, petani kembali mencoba peruntungan dengan menanam paritas-paritas pertanian yang tahan kekeringan dan berumur pendek antara 30-40 hari. Akibat gagalnya panen ini kerugian materi diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. (uby)












