BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Unpas Notaris. Penandatanganan nota kesepahaman antara Universitas Pasundan atau Unpas dan Ikatan Notaris Indonesia berlangsung di Ruang Rapat Rektorat, Kampus II Unpas Tamansari, pada Selasa (2/7/2024) kemarin.
Dikutip dari situs Unpas, nota kesepahaman ini mencakup berbagai aspek kerja sama, termasuk kajian ilmiah atau
seminar nasional, pendidikan dan pelatihan, penyediaan narasumber serta kontributor untuk jurnal, serta kegiatan lain yang berkaitan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan perjanjian tambahan lainnya.
Rektor Universitas Pasundan, Prof. Dr. H. Azhar Affandi, S.E., M.Sc, menyampaikan terima kasih kepada Ikatan
Notaris Indonesia atas kolaborasi yang telah terjalin. Prof. Azhar menyatakan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi.
“Kami berharap kerja sama ini bisa meningkatkan kualitas dan syarat akreditasi, bukan hanya di atas meja, tapi
dilaksanakan serta dievaluasi. Sebab tujuannya untuk memberi manfaat kepada kedua belah pihak,” ujarnya.
Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia, Dr. H. Irfan Ardiansyah, S.H., LL.M., Sp.N., mengungkapkan bahwa di dunia kenotariatan seringkali ada tantangan di lapangan.
Oleh karena itu, mereka berfokus pada peningkatan kualitas untuk menciptakan kesamaan dalam pendidikan agar praktik menjadi lebih kompeten.
“Ini (kerja sama, red) untuk bahan kami agar ada kesamaan dalam mengsinkronkan pendidikan agar lebih kompeten dalam praktik,” kata Irfan.
Best Paper Award
Ketua Program Studi Magister Kenotariatan Universitas Pasundan, Irma Rachmawati, SH., LL.M., MH., Ph.D.,
meraih penghargaan Best Paper Award dalam Connecting Asia International Conference yang diadakan oleh University Technology Malaysia.
Penghargaan ini diterima pada tanggal 14-16 Desember2023, di Langkawi, Malaysia.
Dengan 200 paper yang ikut serta, penelitian Irma tentang polusi di Selat Malaka menonjol sebagai karya terbaik.
Irma Rachmawati menjelaskan bahwa penelitiannya berfokus pada multidisiplin ilmu, khususnya bidangsocial
humaniora yang membahas polusi di Selat Malaka yang berasal dari Kecelakaan dan dampaknya terhadap lingkungan laut dan lalu lintas kapal di Selat tersebut.
“Meskipun tidak ada kendala dalam melaksanakanpenelitian di tiga negara yaitu Malaysia, Singapura, dan
Indonesia, kendala utama terletak pada kurangnya data di beberapa daerah,” terang Irma kepada PASJABAR, minggu (23/12/2023).
Irma ini juga telah melakukan penelitian lainnya bahkan pernah mendapatkan penghargaan serupa di Singapura dan Sydney. Hal ini menunjukkan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas penelitian.
“Salah satu penelitian saya kemarin adalah membahas penerapan teknologi blockchain di pelabuhan Indonesia untuk meningkatkan efisiensi dokumentasi,” tambahnya.
Irma Rachmawati mengutarakan harapannya agar penelitian ini dapat membantu Indonesia meningkatkan kelas Pelabuhannya di Asia.
Hal ini tertulis dalammakalah berjudul “Enhancing The Blockchain Application In Port Activities (Legal Framework And Challenge)” yang merupakan luaran dari Penelitian Internal FH UNPAS.
Dalam menghadapi masalah polusi air, Irma Rachmawati menekankan pentingnya pemulihan akibat polusi dan kepatuhan terhadap regulasi pelayaran Natioonal dan konvensi Internasional.
Sebagaimana diangkat dalam makalah berjudul “Marine Casualty And Its Impact On Water Environment (Malacca
straits Cases)” yang merupakan luaran dari penelitan selaku Assisoate Fellow researcher dibawah Institut Kajian Malaysia dan Antarbangsa (IKMAS) Universiti Kebangsaan Malaysia.
“Saya berharap agar mahasiswa dapat terinspirasi untuk mengikuti penelitian dalam mengeksplorasi dan
menyelesaikan permasalahan hukum melalui penelitian dan aktif dalam kegiatan Ilmiah seperti Connecting Asia bahkan Unpas sendiri mempunyai kegiatan serupa yaituINTSOB ,”pungkasnya.(han)












