CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Kamis, 16 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Aweuhan Pasundan: Bagian I Sosial Budaya “Media Silaturahmi”

Hanna Hanifah
27 Juli 2024
pasundan

Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si. (Foto: pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Oleh: Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si.

Paguyuban Pasundan
Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si. (foto: pasjabar)

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Sulit bagi suatu perusahaan media untuk mampu mencapai eksistensi yang melekat kuat dan bahkan menjadi bagian integral dari entitas kultural. Barangkali, Harian Umum Pikiran Rakyat adalah salah satu —untuk tidak menyatakan satu-satunya— dari segelintir media yang kemudian terkait erat kehadirannya dengan ”keberadaan” identitas budaya wilayah geografis yang merepresentasikan etnis tertentu.

Dalam usia mencapai 50 tahun pada 24 Maret 2016, Pikiran Rakyat atau cukup disebut “PR” saja, telah, masih, dan akan terus menjadi bagian dari identitas masyarakat Provinsi Jawa Barat. Ibarat memakan nasi bagi masyarakat kita, walaupun sudah memakan apa pun kalau belum terisi nasi ya bukan makan namanya. Pun begitu tatkala kita membaca koran ”PR” dan menjadi kebiasaan yang melekat setiap hari selama tahunan, belasan, hingga puluhan tahun, membuat kita merasa belum membaca koran walaupun sudah menghabiskan waktu membaca koran lain.

Sampai saat ini, kami sekeluarga mengutamakan Harian ”PR” sebagai sumber bacaan. Memang, anak-anak saya yang muda kelihatannya sudah jarang menyentuh koran. Akan tetapi, dalam benak mereka tetap melekat brand kuat bahwa surat kabar keluarga mereka adalah Pikiran Rakyat. Ini karena mereka yang berusia 40 tahun ke atas pastilah memiliki keterikatan kuat dengan surat kabar ini yang meneruskan “tradisi” membaca ”PR” dari orangtua sebelumnya.

Baca juga:   Liga 1 Tanpa Degradasi, Semangatkah Persib?

Bagi saya, tanpa harus meninggalkan jati diri dan nilai-nilai kultural yang sudah sedemikian melekat, “PR” tetap bisa mengupayakan diri agar dapat diterima oleh pasar anak muda. Kuncinya adalah mau mengikuti tren teknologi dan menyinergikannya dengan budaya korporasi yang sudah lama terbentuk. Nilai-nilai kearifan lokal yang terus-menerus direvitalisasi agar cara penyampaiannya menyesuaiakan dengan kondisi zaman.

Ikatan kuat antara ”PR” dan saya dimulai sejak 1980-an ketika saya mulai berinisiatif menulis artikel di surat kabar yang pada tahun-tahun tersebut begitu digdaya di Provinsi Jawa Barat. Awal mengirim artikel ke ”PR” tidak langsung bisa dimuat, beberapa ada yang dikirimkan kembali dengan catatan di sana-sini. Tak membuat saya berhenti dan kurang semangat. Saya mencoba mengirimkan dulu ke surat kabar yang juga sempat ”dibina” oleh “PR” yakni Mandala dan ternyata dimuat. Hal ini membuat saya semakin tertantang.

Masuk tahun 1990-an seiring dengan kompetensi akademik yang juga meningkat saya pun mencoba menulis artikel di Pikiran Rakyat. Alhamdulillah, gayung bersambut, sejak pertama kali dimuat ke sananya terasa jauh lebih mudah. Tulisan atau artikel saya kemudian sering “nampang” di Pikiran Rakyat. Saya akui, peran besar mendiang Setia Permana (salah seorang dosen Unpas, Ketua KPU, dan anggota DPR) juga berkontribusi pada keterikatan saya dengan ”PR”. Lewat beliaulah saya tertantang menulis dan kemudian berkenalan dengan girang rumpaka (redaksi) Harian Pikiran Rakyat.

Bagi saya bukan perkara dapat honorarium dari menulis di Pikiran Rakyat tetapi justru salah satunya berkat tulisan saya di koran terbesar di Jawa Barat ini saya pun jadi ikut beken. Yang paling membanggakan dan membahagiakan adalah saya mampu dengan efektif menyosialisasikan ide dan pemikiran saya bagi warga Jawa Barat dari berbagai tulisan yang saya buat. Saya pun jadi banyak ”bersilaturahmi” dengan banyak tokoh karena artikel-artikel saya itu. Salah satunya, misalnya, dengan mantan Bupati Kuningan Bapak Aang Hamid Suganda. Ketika pertama kali bertemu beliau mengatakan, ”Biasa sok tepang di ‘PR’.” Maknanya adalah beliau terbiasa “bertemu” saya karena sering membaca tulisan saya di “PR”.

Baca juga:   Sekolah PAUD di Bandung Ambruk Diterjang Banjir

Memang, banyak media massa bahkan dengan jenisnya masingmasing. Selain media cetak ada juga media elektronik seperti televisi. Akan tetapi, salah satu keunggulan media cetak adalah halaman yang terdokumentasikan lebih lama. Walaupun mungkin saya juga pernah tampil dalam pemberitaan di televisi tapi karena karakternya yang sekilas orang akan lama mengenali. Berbeda dengan tulisan di koran, jauh setelah waktu terbitnya kita masih dapat membaca dan menyimak isinya yang telah terdokumentasikan.

Baca juga:   Rendy Asharila Munajat: Restorasi Kepemimpinan untuk Unpas

Bagaimanapun, “PR” memang tidak akan akan dapat dipisahkan dari denyut nadi dan batin masyarakat Jawa Barat. Teknologi informasi betul akan semakin berkembang dan kita memang harus dapat mengadopsinya, termasuk ketika kita masuk ke era serba digital saat ini. Namun, tetap saja, tanpa ikatan batin antara media dan pembacanya, tidak akan tercipta sinergi yang harmonis dan merentang dari zaman ke zaman.

Kalaupun saya diizinkan memberi sumbangsih secuil saran, Pikiran Rakyat diharapkan meningkatkan kepedulian dalam kaitannya dengan pemberitaan ataupun tulisan opini yang terkait dengan pemberdayaan masyarakat Sunda. Bukan dalam arti menghidupkan primordialisme, tetapi justru keniscayaan bagi surat kabar yang besar dan berkembang di wilayah geografis dengan dukungan mayoritas masyarakatnya. Ke depan semoga ””PR” semakin berkiprah dan memberikan kontribusi nyata bagi pencerahan berpikir masyarakat serta kian menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: paguyuban pasundanpasundansekilas pasundan


Related Posts

Negeri Segudang Seruan
HEADLINE

Negeri Segudang Seruan

14 April 2026
LPG
HEADLINE

Isu Kelangkaan LPG, Pertamina Pastikan Stok Nasional Tetap Aman

30 Maret 2026
paguyuban pasundan
HEADLINE

Paguyuban Pasundan Gelar Silaturahmi Bada Idul Fitri

30 Maret 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

UTBK SNBT 2026
HEADLINE

Pengunduhan Kartu SBMPTN 2026 Ditutup, Terlewat Unduh? Ini Risikonya

15 April 2026

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pengunduhan kartu peserta UTBK-SNBT 2026 (yang sebelumnya dikenal sebagai SBMPTN) resmi ditutup. Ribuan peserta...

stres

Dokter Ungkap Tips Efektif Atasi Stres dan Kecemasan

15 April 2026
wisuda unjani

Wisuda Unjani 2026: 1.810 Lulusan, Sistem Hybrid Jadi Andalan

15 April 2026
penataan gedung sate

Pemprov Jabar Mulai Bongkar Plaza Depan Gedung Sate untuk Penataan

15 April 2026
TJSL

KAI Daop 2 Bandung Salurkan TJSL Rp1,1 Miliar Sepanjang 2025

15 April 2026

Highlights

Pemprov Jabar Mulai Bongkar Plaza Depan Gedung Sate untuk Penataan

KAI Daop 2 Bandung Salurkan TJSL Rp1,1 Miliar Sepanjang 2025

HMT ITB Minta Maaf atas Lagu Kontroversial yang Picu Keresahan

Rusun ASN Kejati Jabar Capai 32%, Berpotensi Rampung Lebih Cepat

Program Bedah Rumah Jabar Dimulai, Target 40 Ribu Hunian

Pemprov Jabar Tata Ulang Kawasan Gedung Sate Jadi Ruang Terpadu

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.