CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Kamis, 16 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Aweuhan Pasundan: Bagian II Religi “Saatnya Momentum Perbaikan”

Hanna Hanifah
2 September 2024
Pasundan

Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si. (foto: han/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT
Paguyuban Pasundan
Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si. (foto: pasjabar)

Oleh: Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – (BANDUNG, (PR).) Ibadah Ramadan yang baru saja dilalui harus menjadi hikmah sekaligus pelajaran penting untuk menyelesaikan berbagai krisis dalam kehidupan sosial saat ini. Dua krisis yang terpenting dan patut menjadi perhatian adalah krisis kesundaan dan keislaman.

Demikian disampaikan Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan M Didi Turmudzi dalam pesannya pada Silaturahmi Paguyuban Pasundan dan lembaga pendidikan di bawah naungannya di Aula Mandala Sabha Sekretariat Paguyuban Pasundan Jalan Sumatra Kota Bandung, Senin (25/6/2018). Hadir pada acara tersebut sejumlah tokoh antara lain Tjetje Hidayat Padmadinata, Dindin S Maolani, Uu Rukmana, jajaran pengurus Paguyuban Pasundan dari tingkat pusat, hingga anak cabang, serta pimpinan lembaga pendidikan.

Baca juga:   Donald Trump Ancam Cabut Piala Dunia 2026 dari Boston

Menurut Didi, penanda paling nyata dari krisis kesundaan adalah kian memudarnya bahasa Sunda dari wacana keseharian. “Padahal, basa teh ciciren bangsa. Sudah saatnya kita bangkit dari krisis ini untuk merawat, menjaga, sekaligus mewariskan bahasa Sunda sebagai ciri dasar dari etnisitas,” katanya menegaskan.

Ia menjelaskan, krisis kebahasaan kemudian juga berdampak pada pudarnya ikatan solidaritas kesukubangsaan. Hal itu jelas menggejala pada melemahnya posisi tawar Ki Sunda dalam pentas politik nasional. “Ini pekerjaan rumah yang harus menjadi pertimbangan kita semua. Soliditas dan solidaritas Ki Sunda menjadi syarat bagi menguatnya posisi tawar kita dalam panggung politik nasional,” ujar Didi Turmudzi.

Krisis ketiga, ia menambahkan, adalah dari aspek simbol-simbol kultural. Simbol-simbol kesundaan kini hampir hilang di berbagai pelosok di Jawa Barat. “Suasana kebatinan, iklim, cara berpakaian, makanan, bangunan, dan adat istiadat yang dulu banyak diwarnai petatah-petitih kesundaan, semakin menguap. Anak-anak kita sudah meninggalkan kearifan lokal. Bukankah kearifan lokal itu yang sanggup mempertahankan teritorial. Melemahnya kearifan lokal juga bermakna lumpuhnya daya tangkal terhadap beragam ancaman yang datang,” ucapnya.

Baca juga:   STKIP Pasundan English Competition 12 Usung Tema RESPECT 

Kepemimpinan

Lebih jauh Didi menyampaikan bahwa saat ini juga menggejala krisis kepemimpinan informal di berbagai lapis dan strata sosial masyarakat. “Tak hanya secara regional tapi juga nasional. Kita saat ini kekurangan tokoh informal seperti Pak Jusuf Kalla (jauh sebelum menjadi wapres) yang menjadi tokoh penentu dinamika masyarakat Sulawesi Selatan yang penduduknya hanya sekitar 18 juta jiwa. Jabar dengan populasi 43 juta jiwa sudah kehilangan sosok pemimpin informal,” katanya.

Baca juga:   Paguyuban Pasundan "Islam yang Merangkul Bukan Islam yang Memukul"

Melahirkan kembali alternatif-alternatif kepemimpinan informal ini menjadi tugas bersama semua komponen, termasuk Paguyuban Pasundan dan ormas-ormas kesundaan dan sosial lainnya.

Bahwa saat ini Paguyuban Pasundan sudah menjadi rumah bersama iya. Namun, harus diakui, belum siap menjadi formasi yang bisa menggerakkan semua potensi dan komponen kesundaan. Sekali lagi, ini pekerjaan rumah kita semua,” ujarnya.

Didi juga menegaskan jika dalam pernyataannya Paguyuban Pasundan dinilai sebagai antiasing, hal itu jauh dari kenyataan sebenarnya, “Banyak yang salah tafsir, Kami justru ingin hidup bersama berkontribusi bagi kemajuan NKRI. Jangan justru saling mematikan. Keadilan sosial adalah inti dari nilai Pancasila yang harus diwujudkan bersama. Apalagi angka kesenjangan di Jabar melampaui angka nasional. Ini harus menjadi perhatian,” ucapnya. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: Milangkala Paguyuban Pasundan Ke-111paguyuban pasundanpasundan


Related Posts

pasundan law fair 2026
HEADLINE

Pasundan Law Fair 2026 Sukses Digelar, Ajang Nasional Adu Gagasan dan Kompetensi Mahasiswa Hukum

16 April 2026
Negeri Segudang Seruan
HEADLINE

Negeri Segudang Seruan

14 April 2026
LPG
HEADLINE

Isu Kelangkaan LPG, Pertamina Pastikan Stok Nasional Tetap Aman

30 Maret 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

pasundan law fair 2026
HEADLINE

Pasundan Law Fair 2026 Sukses Digelar, Ajang Nasional Adu Gagasan dan Kompetensi Mahasiswa Hukum

16 April 2026

# pasundan law fair 2026 BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM -- Ajang bergengsi Pasundan Law Fair 2026 kembali sukses diselenggarakan...

harga plastik

Kenaikan Harga Plastik Picu Penurunan Sampah di Kota Cimahi

16 April 2026
Agus Sutisna

Agus Sutisna Ditemukan Tewas Setelah Terjun Selamatkan Siswi Hanyut

16 April 2026
remaja hanyut

Remaja Tewas Hanyut di Sungai Cibanjaran, Penolong Masih Hilang

16 April 2026
potensi cuaca ekstrem

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sumatra hingga Jawa

16 April 2026

Highlights

Remaja Tewas Hanyut di Sungai Cibanjaran, Penolong Masih Hilang

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sumatra hingga Jawa

Rektorat Unpad Nonaktifkan Dosen Diduga Terlibat Kekerasan Seksual, Dan Lakukan Investigasi

Transformasi RS Rajawali, Primaya Perkuat Layanan Medis Modern di Bandung

Kenalan Lewat Game Online Siswi SMP di Bandung Barat Diculik Remaja

NASA Pilih Voyager untuk Misi Astronot Swasta Ketujuh ke ISS

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.