CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 20 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Deasy Raih Gelar Doktor Ilmu Sosial Unpas, Bahas Pertanian Ramah Lingkungan

Hanna Hanifah
22 Januari 2025
ilmu sosial unpas

Sidang promosi doktor Ilmu Sosial Program Pascasarjana Unpas Deasy Muriawati digelar pada Rabu (22/1/2025) dengan pembahasan mengenai lingkup pertanian. (foto: han/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Sidang promosi doktor Program Pascasarjana Ilmu Sosial Universitas Pasundan (Unpas) digelar pada Rabu (22/1/2025) di Aula Mandalasaba dr. Djoenjoenan, Gedung Paguyuban Pasundan, Jalan Sumatera No. 41, Bandung.

Sidang ini mengukuhkan Deasy Muriawaty sebagai doktor ke-275 di lingkungan Program Doktor Ilmu Sosial Pascasarjana Unpas.

Sidang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Bambang Heru P., M.S., dengan promotor Prof. Dr. H. Soleh Suryadi, M.Si., dan co-promotor Prof. Dr. H. Thomas Bustomi, M.Si.

Para penelaah dan penguji dalam sidang ini meliputi Prof. Dr. H. Kamal Alamsyah, M.Si., Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si., dan Prof. Dr. Lia Muliawaty, M.Si.

ilmu sosial unpas

Model Public Private Partnership Pertanian Ramah Lingkungan

Deasy mempresentasikan disertasinya yang berjudul “Model Public Private Partnership Pertanian Ramah Lingkungan di Kabupaten Kuningan”.

Baca juga:   Mengenal Ulfah Mawaddah Mahasiswi Berprestasi Unpas 2020

Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi kemitraan publik-swasta (Public Private Partnership) dalam mendukung pertanian ramah lingkungan di Kabupaten Kuningan, serta mengidentifikasi faktor penghambat dan mengembangkan model yang relevan.

Dalam disertasinya, usaha peternakan sapi perah di Kabupaten Kuningan menghasilkan kotoran hewan yang berpotensi mencemari lingkungan dan air sungai.

Sementara itu, kekurangan pupuk organik menjadi kendala bagi petani dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas pangan.

Penelitian ini menyoroti pentingnya penguatan regulasi dan kebijakan pemerintah daerah dalam mendorong pemanfaatan kotoran hewan sebagai pupuk organik berkualitas.

“Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana Public Private Partnership pertanian ramah lingkungan di kabupaten kuningan. Dan untuk mengetahui hambatan hambatannya, juga untuk menggambarkan model PPP pertanian ramah lingkungan,” ungkap Deasy ketika ditemui.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus di Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, yang dianggap relevan untuk mengamati proses dan hasil evaluasi Public Private Partnership pertanian ramah lingkungan di Kabupaten Kuningan.

Baca juga:   Encep Raih Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Unpas, Bahas Pembagian Harta Perceraian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan publik-swasta di bidang pertanian ramah lingkungan di Kabupaten Kuningan memberikan dampak positif.

Kemitraan ini melibatkan sinergi antara pemerintah, swasta, akademisi, komunitas, dan media, dengan karakteristik umum berupa partisipasi aktif berbagai pihak, dampak positif kemitraan bagi petani dan peternak, serta keberlanjutan sistem integrasi ternak dan tanaman. Karakteristik khususnya meliputi penerapan inovasi teknologi, manajemen berbasis siklus hidup, serta alokasi risiko yang adil.

Namun, beberapa kendala ditemukan dalam pelaksanaan model ini, antara lain regulasi yang belum optimal, panduan spesifik yang belum tersedia, anggaran yang terbatas, serta birokrasi yang kompleks.

Deasy menawarkan model pengembangan Public Private Partnership yang menambahkan unsur networking pada karakter umum dan improvement pada karakter khusus.

Baca juga:   Catat...Jadwal dan Syarat Lengkap PPDB TK, SD, DAN SMP Kota Bandung

Lulus dengan Predikat Sangat Memuaskan

Setelah mempresentasikan hasil penelitiannya dan menjawab pertanyaan dari tim penguji, Deasy dinyatakan lulus dengan IPK akhir 3,68 dan yudisium sangat memuaskan.

Dalam wawancaranya, Deasy menyampaikan harapannya agar pertanian ramah lingkungan di Kabupaten Kuningan dapat terwujud.

Sehingga pencemaran lingkungan dapat dikendalikan dan swasembada pangan tercapai.

“Harapan saya, pertanian ramah lingkungan di Kabupaten Kuningan bisa benar-benar terwujud. Dengan begitu, pengendalian pencemaran lingkungan bisa lebih baik dan target swasembada pangan dapat tercapai,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan kesan positif terhadap Unpas.

“Semoga Unpas semakin berkembang dan lebih banyak melahirkan almamater yang berkualitas. Alhamdulillah, kami dari daerah sangat terbantu dengan perkuliahan di Unpas yang sangat kooperatif dan mendukung,” tutup Deasy.

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: doktor ilmu sosial unpasilmu sosial unpaspascasarjana unpasunpas


Related Posts

Pascasarjana Unpas
HEADLINE

Melda Yunita Raih Gelar Doktor Ilmu Manajemen Pascasarjana Unpas, Teliti IKM Produk Makanan di Prov Bengkulu

16 April 2026
Pascasarjana Unpas
HEADLINE

Bahtera Gurning Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Unpas, Soroti Akses Keadilan Pekerja

14 April 2026
Pascasarjana Unpas
HEADLINE

Didi Tasidi Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Unpas, Bahas Penipuan Investasi

14 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

google
HEADLINE

Google Perluas Strategi Wearable Lewat Kacamata Pintar Gucci Berbasis XR

19 April 2026

WWW.PASJABAR.COM - Google dilaporkan memperluas strategi pengembangan kacamata pintar berbasis Android XR dengan menggandeng perusahaan optik global...

Permendiktisaintek

Cabut Permendiktisaintek No 3 Tahun 2026, Karena Tidak Adil Bagi PTS

19 April 2026
unpad

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

19 April 2026
bnpb

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 April 2026
ITB

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

19 April 2026

Highlights

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

Dies Natalis UIN Bandung, Dedi Dorong Akses Kuliah Gratis

Jabar Jadi Pilot Project Program Gentengisasi Rumah Subsidi Nasional

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.