# Ole-Ole Khas Bekasi
BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Perkembangan kota Bekasi terutama di sektor Industri yang sangat pesat menyebabkan kota Bekasi sering mendapat kunjungan dari banyak pendatang.
Melihat situasi ini, Ole-ole khas Bekasi menjadi peluang untuk lebih dapat dikembangkan.
Apalagi, Bekasi merupakan kota yang unik, sebab kota yang satu ini kaya akan budaya. Budaya dan kuliner Bekasi adalah percampuran antara budaya Betawi, Sunda, dan suku-suku lainnya.
Hal ini tentunya berpengaruh pada kulinernya, termasuk ole-ole khas Bekasi yang terbilang unik dan jarang ditemui di kota atau daerah lain.
Namun sayangnya, hingga kini belum tersedia lokasi khusus yang diperuntukkan sebagai pusat ole-ole khas Kota Bekasi.
Wakil Ketua II DPRD Kota Bekasi, Faisal, menyatakan bahwa sudah seharusnya kekayaan budaya dan produk lokal dari Kota Bekasi mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya sebatas pada seni dan tradisi, tetapi juga mencakup penguatan sektor ekonomi kreatif seperti ole-ole dan cendera mata.
“Kota Bekasi punya keanekaragaman budaya serta ciri khas seperti bahasa, pakaian, dan makanan. Itu semua harus dilestarikan dan dikenalkan kepada masyarakat, baik lokal maupun wisatawan,” ujar Faisal.
Ia mengatakan salah satu lokasi strategis yang layak dipertimbangkan sebagai pusat oleh-oleh adalah kawasan Jl. KH. Noer Ali, yang bersebelahan dengan Mall Grand Metropolitan Bekasi dan dekat dengan akses Tol Bekasi Barat.
“Lokasinya sangat representatif, mudah dijangkau oleh pelancong dan warga. Ini bisa jadi etalase budaya dan kuliner Kota Bekasi,”ungkap politisi Partai Golkar tersebut.
Faisal menekankan perlunya sinergi antara pemerintah (eksekutif) dan DPRD (legislatif) dalam merealisasikan gagasan ini.
Ia optimis keberadaan sentra oleh-oleh akan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, terutama pelaku UMKM.
“Dengan adanya pusat oleh-oleh, produk-produk lokal Kota Bekasi bisa lebih dikenal luas. Ini juga memberi ruang usaha bagi UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (*/put)












