www.pasjabar.com — Timnas Indonesia harus menghadapi laga krusial melawan Tiongkok di Kualifikasi Piala Dunia 2026 tanpa kehadiran dua pemain andalannya, Ragnar Oratmangoen dan Elkan Bagott.
Nama keduanya tidak masuk dalam daftar 32 pemain yang dipanggil pelatih Patrick Kluivert untuk menjalani pemusatan latihan (TC) menjelang pertandingan penting tersebut.
Ketidakhadiran Ragnar dan Elkan pun menjadi sorotan suporter Garuda yang mempertanyakan absennya dua pilar yang sebelumnya tampil impresif.
Menanggapi hal tersebut, PSSI melalui anggota Exco Arya Sinulingga memberikan penjelasan resmi mengenai alasan di balik keputusan ini.
Ragnar Sedang Pemulihan, Elkan Pilih Fokus ke Klub
Menurut Arya, Ragnar Oratmangoen saat ini sedang menjalani masa pemulihan kesehatan, sehingga belum bisa bergabung dengan timnas.
PSSI pun menghormati keputusan sang pemain untuk fokus pada proses penyembuhan.
“Ragnar sedang dalam masa penyembuhan. Kami mendukung keputusannya untuk beristirahat karena kesehatan adalah prioritas utama,” ujar Arya dalam keterangan tertulis, Selasa (20/5/2025).
Sementara itu, Elkan Bagott memutuskan untuk tetap bersama klubnya, Blackpool FC, yang berkompetisi di divisi Championship Inggris.
Meski saat ini tengah dalam masa libur, bek jangkung tersebut memilih untuk tidak bergabung ke timnas dan fokus pada komitmennya bersama klub. PSSI juga menerima keputusan tersebut dengan lapang dada.
“Kami sudah berkomunikasi lama dengan Elkan dan dia memilih fokus di klub. Kami menghargai keputusannya,” tambah Arya.
Tantangan Berat Garuda Hadapi Tiongkok
Absennya dua pemain kunci ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Patrick Kluivert dalam meracik komposisi terbaik Timnas Indonesia.
Pasalnya, laga melawan Tiongkok yang akan digelar pada 5 Juni 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno merupakan laga hidup-mati bagi Garuda di kualifikasi.
Saat ini, Indonesia menempati peringkat keempat Grup C dengan koleksi 9 poin dari 8 pertandingan.
Untuk menjaga peluang lolos ke babak selanjutnya, kemenangan atas Tiongkok sangat dibutuhkan.
Dengan keterbatasan skuad akibat absennya pemain-pemain seperti Ragnar dan Elkan, pelatih Kluivert harus mengandalkan opsi lain di sektor lini tengah dan lini belakang.












