BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Puluhan stand menjajakan pangan murah, menjadi bagian dalam rangkaian Foodtech Festival 2025 yang diselenggrakan Fakultas Teknik Prodi Teknologi Pangan, di Kampus IV Unpas, Jalan Setiabudi, Bandung, pada 22–24 Mei 2025.
Memasuki hari kedua pelaksanaan Foodtech Festival digelar bazaar pangan murah, dan pengenalan pangan lokal.
Bukan hanya itu dalam Foodtech Festival tersebut juga ditawarkan berbagai pangan alternatif pengganti beras, yang dikembakan di Teknologi Pangan Unpas.
Ketua Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan Unpas, Fariz Ali Hamdani, menjelaskan bahwa acara ini merupakan bagian dari program kerja tahunan himpunan.
“Acara tahunan ini menjadi wadah pengembangan inovasi, edukasi, dan promosi produk pangan karya mahasiswa maupun pelaku UMKM.
Ia menambahkan, rangkaian kegiatan festival sangat beragam.
Mulai dari workshop, seminar nasional, bazar food festival, talkshow interaktif, dance cardio, lomba desain kemasan untuk mahasiswa dan UMKM.
Hingga gerakan pangan murah yang menyediakan komoditas harian dengan harga terjangkau.
Tak hanya itu, pengunjung juga disuguhkan pertunjukan seni. Seperti pencak silat, tari jaipong, dan penampilan musik yang meriah.
Yang bertujuan mengenalkan keberagaman produk pangan dan peran mahasiswa dalam industri pangan.
“Foodtech Festival 2025 ini kami gelar selama tiga hari, dari Kamis sampai Sabtu. Ada 32 stand makanan dari mahasiswa dan UMKM.
Termasuk makanan ringan, berat, hingga minuman. Gerakan pangan murah juga kami hadirkan di area depan kampus, menjual pangan dengan harga lebih rendah dari pasar,” ujar Fariz.
Ia berharap tahun depan festival ini bisa lebih besar dan menghadirkan guest star. Untuk menarik lebih banyak pengunjung.
Manfaat Besar Foodtech untuk UMKM
Salah satu peserta dari stand UMKM mahasiswa, Kenji Renata Rasendria, mengungkapkan manfaat besar dari acara ini.
“Kami menjual produk per kelas, seperti pukis, basreng, dan abon. Lewat acara ini kami bisa mengenalkan produk pangan yang beragam, bukan cuma yang biasa dijual di pinggir jalan. Kegiatan seperti talkshow juga sangat bermanfaat karena menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya,” kata Kenji.
Dengan semangat kolaboratif dan edukatif, Foodtech Festival 2025 tak hanya menjadi ajang jual beli. Namun juga ruang belajar dan apresiasi terhadap dunia pangan yang semakin berkembang. (ave)












