Bandung, www.pasjabar.com — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, membuat gebrakan baru dalam dunia pendidikan. Mulai tahun ajaran baru 2025–2026, seluruh pelajar SMP dan SMA di Jawa Barat akan masuk sekolah pada pukul 06.30 pagi.
Kebijakan ini akan mulai diberlakukan di seluruh sekolah, dengan tujuan meningkatkan kedisiplinan dan produktivitas siswa sejak dini.
Namun menariknya, sebagai kompensasi dari waktu masuk yang lebih pagi, para siswa akan mendapatkan tambahan satu hari libur di akhir pekan.
Dengan kata lain, siswa akan menikmati dua hari libur: Sabtu dan Minggu. Ini menjadi kabar gembira sekaligus tantangan baru bagi dunia pendidikan di Jawa Barat.
Koordinasi dengan Kepala Daerah untuk Pelaksanaan Merata
Untuk memastikan implementasi berjalan lancar, Dedi Mulyadi mengajak seluruh bupati dan wali kota se-Jawa Barat untuk ikut menerapkan kebijakan ini di daerah masing-masing.
Setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) pendidikan akan memiliki wewenang untuk menyesuaikan penerapannya, terutama bagi siswa yang harus menempuh jarak jauh dari rumah ke sekolah.
Menurut Dedi, fleksibilitas ini penting agar tidak membebani siswa secara fisik maupun mental. “Kalau jaraknya jauh, bisa menyesuaikan. Akan ada pengaturan teknis di tiap daerah,” ujar Dedi Mulyadi.
Alasan di Balik Jam Masuk Lebih Pagi
Dedi Mulyadi menilai bahwa memulai aktivitas lebih pagi dapat meningkatkan efektivitas belajar. Dengan waktu belajar yang lebih awal, siswa akan lebih segar dan fokus dalam menerima pelajaran.
Selain itu, adanya tambahan libur di akhir pekan bisa menjadi waktu istirahat yang optimal bagi para pelajar.
Langkah ini juga sejalan dengan semangat membentuk generasi muda yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan terbiasa mengelola waktu secara bijak sejak usia sekolah.
Diberlakukan Mulai Tahun Ajaran 2025–2026
Kebijakan jam masuk pukul 06.30 pagi ini akan mulai diterapkan serentak pada awal tahun ajaran 2025–2026.
Sosialisasi kepada sekolah dan orang tua siswa akan segera dilakukan agar transisi berjalan dengan lancar.
Dedi berharap kebijakan ini akan membawa perubahan positif di dunia pendidikan Jawa Barat.
“Kalau kita biasakan dari pagi, mereka akan lebih siap hadapi masa depan,” kata Dedi dalam pernyataannya.












