BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Ratusan massa yang terdiri dari petani, buruh, serta lebih dari 50 organisasi lingkungan hidup yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Rakyat Selamatkan Bumi (Gerak SeBumi) menggelar aksi damai di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (10/6/2025).
Aksi ini digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Sekaligus menyuarakan keprihatinan terhadap kerusakan lingkungan yang kian masif di Provinsi Jawa Barat.

Dalam aksinya, Gerak SeBumi menyerukan perlunya reformasi kebijakan dan penegakan Peraturan Daerah (Perda) lingkungan yang dinilai lemah. Dan sering kali tidak berpihak pada kelestarian alam maupun kepentingan masyarakat adat dan petani.
Hal yang di Soroti
Mereka menyoroti maraknya alih fungsi lahan, eksploitasi sumber daya alam, serta proyek-proyek infrastruktur dan pertambangan. Yang kerap menggunakan dalih pembangunan ekonomi, namun merusak keseimbangan ekosistem dan meminggirkan masyarakat.

Para peserta aksi membawa berbagai poster, spanduk, serta simbol visual. Seperti boneka raksasa berbentuk pohon tumbang dan sungai tercemar.
Menggambarkan kondisi kritis lingkungan di berbagai wilayah Jawa Barat. Seperti Bandung Utara, Cekungan Bandung, Garut, Majalengka, hingga kawasan pesisir Karawang.

Gerak SeBumi juga menyoroti lemahnya penegakan hukum terhadap perusakan lingkungan yang dilakukan oleh korporasi besar.
Mereka menuntut pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk segera menghentikan praktik-praktik perizinan yang tidak transparan. Dan tidak melibatkan partisipasi masyarakat.

Aksi ini ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap dan penanaman simbolis pohon di depan Gedung Sate. Sebagai bentuk harapan untuk pemulihan dan penyelamatan bumi dari krisis ekologis yang semakin mengancam. (eci)












