Bandung, www.pasjabar.com — Pelatih kiper anyar Persib Bandung, Mario Jozic, mengaku terkesan dengan kualitas penjaga gawang lokal yang dimiliki skuad Maung Bandung. Pria asal Kroasia ini dipercaya menggantikan Luizinho Passos, dan langsung dihadapkan pada tanggung jawab besar dalam membentuk benteng terakhir yang tangguh untuk musim 2025/2026.
Dalam keterangannya kepada media pada Rabu (2/7/2025), Jozic menyebut bahwa tiga kiper lokal yang kini berlatih bersama Persib — Teja Paku Alam, Fitrah Maulana, dan Rhaka Syafaka — memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh.
“Tiga kiper ini, saya pelajari nama mereka, Teja, Fitrah, dan Rhaka, semuanya bagus,” ujar mantan kiper Dinamo Zagreb tersebut.
Kiper Asing Baru Dinilai Menjanjikan, Tapi Butuh Adaptasi
Selain kiper lokal, Persib juga mendatangkan penjaga gawang asing baru asal Wales, Adam Przybek, yang sebelumnya memperkuat klub-klub Inggris. Mario Jozic mengatakan bahwa dirinya telah meninjau rekam jejak Adam, namun tetap menunggu sesi latihan langsung untuk menilai secara objektif.
“Dia bagus, dia juga tampan, tapi itu tidak menarik bagi saya karena yang penting adalah kontribusinya untuk tim,” kata Jozic sambil tertawa.
Ia menegaskan bahwa kualitas video tidak bisa menggambarkan performa secara utuh. Oleh karena itu, waktu adaptasi dan penilaian langsung di lapangan sangat penting, terlebih di iklim sepak bola Indonesia yang cukup unik.
Persib dan Bobotoh Jadi Daya Tarik Kuat Bagi Jozic
Mario Jozic sendiri mengakui bahwa ini adalah kali pertamanya berkarier di Asia. Ketika mendapat ajakan dari pelatih Bojan Hodak untuk bergabung ke Persib, ia langsung mengiyakan tanpa pikir panjang. Menurutnya, nama besar Persib dan antusiasme suporter menjadi daya tarik utama.
“Saya membaca tentang Bandung, Persib, dan suporternya. Itu sudah cukup buat saya. Saya tidak butuh dua detik untuk berkata ‘ya’,” ucap Jozic penuh semangat.
Ia pun tak sabar untuk menyaksikan langsung dukungan luar biasa dari Bobotoh, yang dikenal sebagai salah satu kelompok suporter paling loyal dan fanatik di Indonesia.
“Saya jadi tidak sabar untuk melihat bagaimana suporter kami, Bobotoh,” tutupnya. (Ars)












