BANDUNG BARAT, WWW.PASJABAR.COM – Dua anak asal Kampung Areng, Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat mengalami luka bakar serius setelah tersengat listrik saat bermain layang-layang, Rabu (16/7/2025).
Satu di antaranya, bocah bernama Reza, harus menjalani operasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung karena mengalami luka bakar cukup parah di bagian tangan dan lengannya.
Naik ke Atap Masjid, Layangan Tersangkut Jadi Petaka
Peristiwa ini bermula saat kedua korban, Reza dan Adyt, bermain layang-layang di sekitar lingkungan RW 07, Desa Wangunsari.
Ketika layangan mereka tersangkut di kabel listrik yang berada di atas atap masjid, keduanya berinisiatif mengambilnya menggunakan besi panjang. Tanpa menyadari bahaya, mereka naik ke atap dan mencoba meraih layangan tersebut.
Namun nahas, ketika ujung besi menyentuh kabel listrik bertegangan tinggi, Adyt tersengat aliran listrik hingga kejang-kejang. Melihat temannya dalam bahaya, Reza spontan mencoba membantu.
Namun alih-alih menyelamatkan, ia justru ikut terkena sengatan dan mengalami luka bakar serius.
“Anak saya hanya bisa diam dan masih terlihat sangat trauma. Terutama ketika ditanya soal kejadian itu,” ujar Yani, orang tua Adyt, kepada wartawan.
Reza Jalani Operasi, Adyt Masih Trauma
Adyt mengalami luka bakar di bagian telapak tangan dan lengan. Sementara Reza harus mendapat penanganan medis lebih lanjut karena luka bakarnya cukup berat. Terutama di bagian tubuh atas. Ia pun langsung dirujuk ke RSHS untuk menjalani perawatan intensif.
Menurut Aep Heri, Sekretaris Desa Wangunsari, pihak desa awalnya mengetahui kejadian ini dari laporan warga. Yang menyebut adanya pemadaman listrik mendadak. Setelah ditelusuri, mereka mendapat kabar bahwa dua anak tersengat listrik dan telah dibawa ke Klinik Medika.
“Setelah kami cek, benar kedua korban sudah mendapat pertolongan pertama dan satu di antaranya langsung dirujuk ke rumah sakit,” jelas Aep.
Desa Imbau Warga Lebih Waspada
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat, terutama para orang tua. Untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anak mereka di luar rumah.
Pihak Desa Wangunsari pun mengimbau kepada seluruh warga agar lebih waspada dan tidak membiarkan anak-anak bermain layang-layang di area berbahaya. Seperti dekat kabel listrik atau bangunan tinggi.
“Penting bagi kita semua untuk mengedukasi anak-anak tentang risiko bermain di dekat jaringan listrik. Jangan sampai peristiwa serupa terulang kembali,” tegas Aep Heri. (uby)










