BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Ajang lari tahunan POCARI SWEAT Run Indonesia kembali digelar dan akan memeriahkan Kota Bandung pada 19–20 Juli 2025.
Memasuki tahun ke-12 penyelenggaraan, event ini akan menghadirkan lebih dari 46.000 pelari dari seluruh Indonesia. Dengan 15.000 peserta di antaranya akan berlari langsung di Kota Bandung.
Dalam acara pembukaan di Kiara Artha Park, Jumat (18/7/2025), Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bersama Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati, menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaraan event yang kini menjadi bagian penting dari agenda sport tourism nasional.
“Acara ini berlangsung selama empat hari, dari Kamis hingga Minggu, dan menjadi salah satu event terbesar di Kota Bandung. Kami mengajak masyarakat serta peserta untuk menikmati Bandung, mengikuti petunjuk, dan mendukung kelancaran kegiatan,” ujar Farhan.
“Kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, dan Jawa Tengah saat ini telah menjadikan event lari sebagai bagian dari identitas kotanya. Kami tentu berharap tahun ke-12 POCARI Run di Bandung bisa semakin memperkuat semangat masyarakat untuk terus hadir dan berkontribusi di kota ini,” sambungnya.
Ia menyampaikan bahwa penyelenggaraan POCARI SWEAT Run tidak hanya mendatangkan ribuan pelari. Tapi juga menggerakkan sektor ekonomi kreatif, pariwisata, perdagangan, jasa transportasi, hingga perhotelan.
“Kami minta kepada pihak POCARI untuk berbagi data mengenai profil peserta—berapa yang berasal dari luar kota, berapa yang menginap, berapa lama tinggal, serta rata-rata belanja mereka di Bandung. Semakin kuat datanya, semakin besar peluang kita mengembangkan potensi ekonomi dari event seperti ini,” tuturnya.
Efek Positif

Event POCARI SWEAT Run 2025 ini juga dinilai memiliki efek ekonomi yang luas, mulai dari sektor pariwisata, perdagangan, hingga jasa transportasi. Namun demikian, Pemkot Bandung tetap mengantisipasi potensi dampak sosial, terutama bagi pengguna jalan.
“Kami terus melakukan uji coba dan koreksi pelaksanaan. Bahkan hari Jumat pagi kami adakan rapat lanjutan bersama jajaran kepolisian. Untuk memastikan rekayasa lalu lintas berjalan baik dan tidak menimbulkan gangguan besar bagi masyarakat,” ujar Farhan.
Terkait kebersihan, Pemkot melibatkan enam kecamatan dan 16 kelurahan yang akan dilewati rute lari. Para petugas kebersihan siap bertugas sesaat setelah pelari melintas.
“DLH akan membersihkan sampah sejak tengah malam. Kami ingin pelari merasakan pengalaman yang menyenangkan dan nyaman selama berada di Bandung,” tegas Farhan.
“Saya yakin seluruh elemen Pemkot dan kewilayahan siap menghadapi event besar ini. Kita pernah sukses gelar pawai Persib selama berminggu-minggu, ini pun pasti bisa kita kelola dengan baik,” sambungnya.
Sementara itu, Puspita Winawati menjelaskan. Bahwa kolaborasi dengan Pemkot dan berbagai pihak telah dilakukan sejak lama untuk menjamin kelancaran acara.
“Tahun ini memang tidak ada kategori full marathon, jadi waktu pelaksanaan lebih singkat. Sabtu dimulai pukul 05.00 dan Minggu pukul 04.00. Dengan harapan pukul 07.00 atau 08.00 semua acara sudah selesai dan jalan bisa dibuka kembali seperti biasa,” kata Puspita.
Ia menambahkan bahwa Bandung selalu menjadi kota favorit bagi pelari karena udara yang sejuk, kuliner khas, dan berbagai destinasi wisata.
“Total peserta yang akan berlari sebanyak 15.000 orang, tapi yang datang ke Bandung tentu lebih banyak karena membawa keluarga. Bandung selalu kami pilih karena atmosfernya cocok untuk sport tourism,” jelasnya.
Akhir pekan ini, Bandung juga akan diramaikan oleh beragam kegiatan lainnya. Termasuk Pekan Kreatif Jawa Barat di Jalan Gatot Subroto dan konser musik di Jalan Soekarno yang digelar sepanjang hari.
“Ini bukti bahwa Bandung merupakan kota yang aman dan nyaman untuk berbagai event. Kami akan jaga bersama agar tetap kondusif bagi semua warga dan pengunjung,” tutup Farhan. (han)










