• Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Alamat Redaksi & Iklan
No Result
View All Result
PASJABAR
Jumat, 15 Mei 2026
  • Login
  • BERANDA
    • PASBANDUNG
    • PASJABAR
    • PASNUSANTARA
    • PASDUNIA
  • PASBISNIS
    • PASFINANSIAL
  • PASPENDIDIKAN
    • PASKESEHATAN
  • PASOLAHRAGA
  • PASHIBURAN
    • PASBUDAYA
    • PASKREATIF
    • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
    • TOKOH
    • CAHAYA PASUNDAN
  • PASGALERI
  • BERANDA
    • PASBANDUNG
    • PASJABAR
    • PASNUSANTARA
    • PASDUNIA
  • PASBISNIS
    • PASFINANSIAL
  • PASPENDIDIKAN
    • PASKESEHATAN
  • PASOLAHRAGA
  • PASHIBURAN
    • PASBUDAYA
    • PASKREATIF
    • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
    • TOKOH
    • CAHAYA PASUNDAN
  • PASGALERI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Mangrove: Benteng Pesisir dan Penyangga Iklim Indonesia

admin
Senin. 28 Juli 2025
Mangrove: Benteng Pesisir dan Penyangga Iklim Indonesia

ilustrasi. (foto: istockphoto)

Share on FacebookShare on Twitter
Dolly Priatna, Pengajar Program Studi Manajemen Lingkungan Universitas Pakuan / Anggota IUCN Commission on Ecosystem Management / Direktur Eksekutif Belantara Foundation. (foto: ist)

Oleh: Dolly Priatna, Pengajar Program Studi Manajemen Lingkungan Universitas Pakuan / Anggota IUCN Commission on Ecosystem Management / Direktur Eksekutif Belantara Foundation (Mangrove: Benteng Pesisir dan Penyangga Iklim Indonesia)

WWW.PASJABAR.COM – Peringatan World Mangrove Day 2025 dengan tema “Coastal Biodiversity & Climate Buffer” menjadi momentum penting. Untuk menegaskan kembali peran mangrove sebagai benteng pesisir sekaligus penyimpan karbon biru. Indonesia, yang memiliki 3,36 juta hektare mangrove—terluas di dunia—memegang tanggung jawab besar. Dalam melindungi ekosistem yang kaya keanekaragaman hayati ini.

RELATED POSTS

PIHPS Catat Fluktuasi Harga Pangan Nasional Pada Jumat Pagi

Xiaomi 17 Max Siap Meluncur Dengan Kamera Leica dan Layar Besar

Mangrove bukan sekadar tegakan pohon bakau di tepi pantai; ekosistem ini merupakan rumah bagi berbagai jenis ikan, udang, kepiting, burung air, dan mamalia. Serta sekaligus menjadi “nursery ground” atau tempat pembesaran alami. Bagi berbagai jenis biota laut termasuk ikan-ikan yang menopang kehidupan jutaan masyarakat pesisir. Secara ekologis, mangrove meredam abrasi, menahan tsunami, menyaring polutan, dan menyerap karbon signifikan—fungsi vital di tengah krisis iklim global.

Selama bertahun-tahun, perlindungan mangrove di Indonesia berjalan melalui berbagai kebijakan. Seperti Perpres No. 73 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pengelolaan Ekosistem Mangrove. Dan Permenko Perekonomian No. 4 Tahun 2017 tentang Kebijakan, Strategi, Program, dan Indikator Kinerja Pengelolaan Ekosistem Mangrove Nasional. Namun, kebijakan-kebijakan tersebut bersifat strategis dan koordinatif. Tanpa panduan teknis yang mengikat. Fragmentasi kebijakan dan tekanan pembangunan pesisir kerap memicu alih fungsi mangrove menjadi tambak atau infrastruktur.

Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove

Menjawab tantangan tersebut, pemerintah menghadirkan PP No. 27 Tahun 2025 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove sebagai regulasi payung pertama. Yang mengatur perlindungan dan pemulihan mangrove secara terpadu—baik di kawasan hutan maupun di luar kawasan hutan.

PP yang disahkan pada 5 Juni 2025 ini memperkenalkan terobosan penting: penetapan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) berbasis sains, moratorium alih fungsi mangrove di area kritis. Serta sanksi administratif dan pidana bagi pelanggar. Lebih dari itu, regulasi ini mendorong kolaborasi lintas sektor—pemerintah pusat, daerah, akademisi, swasta. Dan masyarakat lokal—agar pengelolaan mangrove berjalan konsisten dari perencanaan hingga pemantauan.

Meski demikian, implementasi PP 27/2025 di lapangan tidak lepas dari tantangan. Sejumlah kebijakan pemerintah lain masih berpotensi menghambat pelaksanaannya. Karena adanya tujuan yang tumpang tindih antara perlindungan lingkungan dan pembangunan ekonomi.

UU Cipta Kerja dan turunannya, misalnya. Memprioritaskan percepatan investasi di wilayah pesisir untuk proyek akuakultur, pariwisata, dan infrastruktur. Yang kadang mengesampingkan perlindungan ekologis. Program nasional seperti “Shrimp Estate” juga mendorong ekspansi tambak ke wilayah pesisir. Yang kerap tumpang tindih dengan ekosistem mangrove.

Sementara itu, proyek energi dan infrastruktur skala besar yang ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) memiliki proses perizinan yang lebih cepat. Sehingga berpotensi melewati penilaian lingkungan ketat. Ditambah lagi, program rehabilitasi mangrove yang dilaksanakan oleh berbagai lembaga secara parsial sebelum PP 27/2025 menyebabkan ketidakterpaduan metode restorasi, pemantauan, dan pelaporan.

Harmonisasi Kebijakan dan Koordinasi Lintas Sektor

Mengatasi tantangan tersebut membutuhkan harmonisasi kebijakan dan penguatan koordinasi lintas sektor. Integrasi kawasan perlindungan mangrove ke dalam RTRW serta penegakan NSPK baru akan membantu menyelaraskan prioritas pembangunan dengan perlindungan ekologi. Target perlindungan mangrove perlu dimasukkan ke dalam penilaian Proyek Strategis Nasional. Sementara masyarakat pesisir dan industri lokal perlu didorong. Melalui insentif ekonomi seperti skema karbon biru, pembayaran jasa ekosistem, serta pengembangan mata pencaharian berkelanjutan.

Dengan kebijakan yang terintegrasi, partisipasi masyarakat, dan dukungan pendanaan inovatif, PP 27/2025 berpotensi menjadi tonggak penting perlindungan mangrove Indonesia. Sekaligus memperkuat komitmen terhadap SDGs serta “Global Target 30×30”, yaitu target ambisius yang bertujuan untuk melindungi setidaknya 30% daratan dan lautan Bumi. Sebagai kawasan lindung pada tahun 2030.

Fakta: Mangrove Indonesia & PP 27/2025

Mangrove Indonesia:

  • Luas mangrove: ±3,36 juta hektare (terluas di dunia, ±20% mangrove global).
  • Menyimpan karbon biru ±950 ton/ha—penting untuk mitigasi perubahan iklim.
  • Habitat bagi ±327 spesies fauna, termasuk ikan, burung air migran, dan kepiting bakau.

Pokok Penting PP No. 27/2025:

  • Berlaku untuk mangrove di dalam dan di luar kawasan hutan (APL/pesisir).
  • Menetapkan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) berbasis sains.
  • Moratorium alih fungsi lahan pada area mangrove kritis.
  • Memperkuat pendataan nasional mangrove dan mekanisme pemantauan terpadu.
  • Mendorong kolaborasi pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat lokal. (*)

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.

Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.

Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer.

Editor: admin
Tags: Mangrove Indonesiaperan mangroveWorld Mangrove Day 2025
Share30Tweet19

Related Posts

harga pangan

PIHPS Catat Fluktuasi Harga Pangan Nasional Pada Jumat Pagi

Hanna Hanifah
Jumat. 15 Mei 2026
0

WWW.PASJABAR.COM - Bank Indonesia melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) mencatat harga sejumlah komoditas pangan mengalami fluktuasi pada...

Xiaomi 17 Max.

Xiaomi 17 Max Siap Meluncur Dengan Kamera Leica dan Layar Besar

Hanna Hanifah
Jumat. 15 Mei 2026
0

WWW.PASJABAR.COM - Xiaomi mengonfirmasi kehadiran ponsel terbaru mereka, Xiaomi 17 Max, yang akan berbekal baterai jumbo berkapasitas 8.000mAh dan kamera...

Sensasi Menuruni Tebing Air Terjun Jadi Daya Tarik Curug Aseupan

Sensasi Menuruni Tebing Air Terjun Jadi Daya Tarik Curug Aseupan

Hanna Hanifah
Jumat. 15 Mei 2026
0

WWW.PASJABAR.COM - Di tengah rindangnya pepohonan dan suara gemuruh air terjun, wisatawan kini dapat merasakan sensasi olahraga ekstrem canyonering di...

wisatawan bandros

Ratusan Wisatawan Antre Naik Bandros Keliling Kota Bandung

Hanna Hanifah
Jumat. 15 Mei 2026
0

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM - Ratusan wisatawan memadati kawasan Alun-Alun Bandung pada Jumat (15/5/2026) siang untuk menaiki Bandung Tour on Bus atau...

bmkg hujan lebat

BMKG Minta Warga Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang

Hanna Hanifah
Jumat. 15 Mei 2026
0

WWW.PASJABAR.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di sejumlah kota besar di Indonesia didominasi hujan ringan hingga sedang...

Next Post
pengunjung sedang menikmati karya Ozimiyaki. (pasjabar)

Gak Nyangka! Mahasiswa Teknik Pangan Ini Jadi Seniman Digital Viral

Asean U-23 Championship 2025

Perebutan Medali Perunggu, Filipina vs Thailand Malam Ini!

RECOMMENDED

harga pangan

PIHPS Catat Fluktuasi Harga Pangan Nasional Pada Jumat Pagi

Jumat. 15 Mei 2026
Xiaomi 17 Max.

Xiaomi 17 Max Siap Meluncur Dengan Kamera Leica dan Layar Besar

Jumat. 15 Mei 2026
  • 640 Followers
  • 23.9k Followers

MOST VIEWED

  • Bandung panas

    Cuaca Bandung Hari Ini Terasa Lebih Panas, Ini Penyebabnya

    90 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Jepang dan Uzbekistan Pimpin Daftar Negara Lolos ke Delapan Besar AFC U-17 2026

    84 shares
    Share 34 Tweet 21
  • 19 Sekolah di Jawa Barat Resmi Jadi Sekolah Maung 2026, Diterapkan di Tahun Ajaran Baru

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Sidang Doktor Nova Maulida Bahas Inovasi Pelayanan Sosial di Kabupaten Bandung

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Menanti Dominasi Manis Persib atas Persija

    79 shares
    Share 32 Tweet 20
PASJABAR

© 2026 PASJABAR</a

Navigate Site

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

Ok

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by
No Result
View All Result
  • BERANDA
    • PASBANDUNG
    • PASJABAR
    • PASNUSANTARA
    • PASDUNIA
  • PASBISNIS
    • PASFINANSIAL
  • PASPENDIDIKAN
    • PASKESEHATAN
  • PASOLAHRAGA
  • PASHIBURAN
    • PASBUDAYA
    • PASKREATIF
    • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
    • TOKOH
    • CAHAYA PASUNDAN
  • PASGALERI

© 2026 PASJABAR</a