GARUT, WWW.PASJABAR.COM– Pada 13-14 Agustus 2025, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Desa Cinisti, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan (FKIP Unpas), melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema “Pentingnya Melanjutkan Pendidikan dan Bahaya Pernikahan Dini” di MTS Al-Mukhtariyah. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para siswa-siswi kelas 9 dan guru.
Program ini digagas sebagai bentuk kepedulian mahasiswa KKN-T terhadap masa depan generasi muda di Desa Cinisti, yang dihadapkan pada tantangan rendahnya angka partisipasi melanjutkan sekolah ke jenjang SMP serta maraknya fenomena pernikahan dini.
Melalui pendekatan pembelajaran abad 21 dan metode deep learning, mahasiswa berupaya menghadirkan sosialisasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga interaktif, melibatkan siswa secara aktif, dan mampu menumbuhkan kesadaran mendalam.
Pada hari pertama, mahasiswa memberikan pemaparan mengenai pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP dan bahaya pernikahan dini.
Siswa diajak untuk memahami bahwa pendidikan bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi investasi masa depan yang menentukan kualitas hidup. Materi disampaikan dengan cara menarik, menggunakan media presentasi, dan permainan edukatif sehingga siswa lebih mudah memahami dan terlibat langsung dalam pembelajaran.
Mahasiswa menjelaskan dampak negatif yang ditimbulkan, baik dari sisi kesehatan, psikologis, maupun sosial. Siswa diajak merenungkan bahwa pernikahan dini dapat menghambat perkembangan diri, memutus kesempatan belajar, dan berdampak pada masa depan keluarga yang kurang matang secara ekonomi maupun emosional.
Penyampaian materi ini diperkuat dengan studi kasus serta sesi tanya jawab yang membuat siswa semakin terbuka untuk berdiskusi.
Sebagai puncak kegiatan, mahasiswa KKN-T mengajak seluruh siswa untuk mengikuti implementasi pembuatan Pohon Harapan yang dilaksanakan di kelas masing-masing. Pohon tersebut dibuat secara simbolis sebagai media menyalurkan cita-cita dan harapan para siswa.
Setiap siswa menuliskan harapan mereka di secarik kertas mulai dari cita-cita menjadi guru, dokter, hingga pengusaha kemudian menggantungkannya di ranting pohon harapan.
Suasana kegiatan di masjid dan hari kedua di kelas menjadi penuh makna. Anak-anak terlihat bersemangat menuliskan impian mereka, sementara guru dan mahasiswa turut memberikan motivasi.
Pohon harapan ini diharapkan menjadi pengingat bagi siswa untuk terus berjuang mewujudkan cita-cita dan tidak terjebak pada keputusan terburu-buru seperti menikah di usia muda.
Motivasi untuk Meningkatkan Pendidikan Lebih Tinggi
Siswa MTS Al-Mukhtariyah menyampaikan bahwa mereka senang dengan kehadiran para Mahasiswa KKN-T FKIP Unpas.
“Kakak-kakak yang hadir di MTS membuat kita jadi termotivasi untuk melanjutkan Pendidikan supaya bisa KKN dan kuliah” ucap Siswi kelas 9B, Febby.
Kepala MTS Al-Mukhtariyah, Jajang, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan ini.
“Kami berterima kasih kepada mahasiswa KKN-T yang sudah memberikan motivasi penting bagi anak-anak kami. Sosialisasi ini bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menyentuh hati mereka untuk berani bermimpi dan melanjutkan pendidikan setinggi mungkin,” ucapnya.
Kegiatan sosialisasi ini juga mendapat dukungan penuh dari perangkat desa serta tokoh masyarakat. Mereka menilai bahwa kegiatan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan Desa Cinisti dalam membangun generasi muda yang berpendidikan dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa KKN-T FKIP Unpas berharap dapat menanamkan kesadaran sejak dini kepada para siswa mengenai pentingnya melanjutkan pendidikan serta menjauhi praktik pernikahan dini. Melalui simbolisasi pohon harapan, para siswa diingatkan bahwa setiap mimpi layak diperjuangkan dan pendidikan adalah kunci untuk mewujudkannya.
Ditulis oleh : Peserta KKN-T FKIP Unpas, Citra Nur Hajizah
(*/tiwi)












