www.pasjabar.com — Nasib apes menimpa Persib Bandung. Klub kebanggaan Jawa Barat ini didenda sebesar USD 5.000 atau sekitar Rp81 juta. Hukuman ini diberikan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) terkait pelanggaran yang terjadi dalam pertandingan AFC Champions League Two (ACL 2) 2024/2025 antara Persib vs Port FC, yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, 19 September 2024.
Dalam pengumuman resmi yang diunggah AFC, disebutkan bahwa keputusan ini diambil pada sidang Komite Disiplin dan Etik AFC tanggal 21 Agustus 2025. Persib disebut melanggar Pasal 104, meski AFC tidak menjelaskan secara rinci bentuk pelanggaran kolaborasi yang dimaksud.
“Persib Bandung (IDN) diwajibkan membayar denda sebesar USD 5.000 karena melanggar Pasal 104.1 dari Kode Disiplin dan Etika AFC,” tulis AFC seperti dikutip dari pasjabar.com, Minggu (24/8/2025).
Tenggat Waktu Pembayaran Denda
Persib tidak memiliki banyak waktu untuk menyelesaikan pembayaran denda ini. Sesuai aturan AFC, denda harus dibayarkan dalam waktu 30 hari sejak tanggal keputusan disampaikan, sesuai Pasal 11.3 dari Kode Disiplin dan Etika AFC.
Hingga berita ini ditulis, Persib belum memberikan tanggapan resmi mengenai denda tersebut. Namun, keputusan ini jelas menjadi pukulan telak bagi klub yang tengah mempersiapkan diri untuk tampil kembali di ACL 2 2025.
Persib Siap Hadapi Fase Grup ACL 2
Meskipun dihukum, Persib baru saja memastikan diri lolos ke fase grup ACL 2 setelah mengalahkan wakil Filipina, Manila Digger, di babak kualifikasi. Hasil undian grup telah menempatkan Persib di Grup G, yang akan menghadapi:
-
Selangor FC (Malaysia)
-
Bangkok United (Thailand)
-
Lion City Sailors (Singapura)
Pertemuan dengan Lion City Sailors bukan hal baru bagi Persib. Di fase grup ACL 2 musim lalu, Persib juga satu grup dengan klub Singapura ini, bermain imbang 1-1 saat menjamu Lion City Sailors di Bandung, dan menang 2-3 saat bertandang ke kandang mereka.
Pelajaran Penting untuk Persib
Denda dari AFC ini menjadi pelajaran penting bagi Persib. Klub harus lebih disiplin dalam menjalankan aturan AFC, khususnya terkait kolaborasi dan etika pertandingan.
Selain itu, Persib juga harus menjaga fokus dan konsistensi dalam permaiman.
Hal ini dilakukan gar bisa bersaing dengan klub-klub Asia lainnya di fase grup ACL 2.
Manajemen dan pemain diharapkan bisa menjadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk memperbaiki kinerja tim, sekaligus menjaga reputasi Persib di mata AFC dan publik sepak bola internasional.












