BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait optimalisasi transportasi perkeretaapian yakni salah satunya reaktivasi jalur kereta Padalarang–Cicalengka yang telah lama tidak beroperasi.
Penandatanganan dilakukan di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Sabtu (11/10/2025), sebagai langkah strategis memperkuat konektivitas antarwilayah di provinsi tersebut.
Proyek utama dalam kerja sama reaktivasi jalur kereta Padalarang–Cicalengka dengan jalur sepanjang 42 kilometer itu ditargetkan kembali berfungsi pada tahun 2026 atau paling lambat awal 2027.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, kesepakatan ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam memperkuat transportasi massal di Jawa Barat yang memiliki jaringan rel terpadat di Indonesia.
“Proyek ini tidak hanya untuk menghadirkan kembali jalur lama. Tetapi juga untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing transportasi publik di Jawa Barat,” ujar Dudy.
Menurut Dudy, reaktivasi jalur Padalarang–Cicalengka akan menjadi model kerja sama antara pemerintah, BUMN, dan pihak swasta. Selain direaktivasi, jalur tersebut juga akan dielektrifikasi guna mendukung pengoperasian kereta ramah lingkungan di masa mendatang.
“Pendanaan proyek ini tidak sepenuhnya bersumber dari APBN. Kami melibatkan investor swasta melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU),” tambahnya.
Selain jalur Padalarang–Cicalengka, Kemenhub juga menyiapkan reaktivasi beberapa jalur lain seperti Cianjur–Sukabumi–Bogor hingga ke Jakarta. Rangkaian proyek tersebut dinilai strategis untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Sekaligus membuka konektivitas antarwilayah penyangga di Jawa Barat dan sekitarnya.
Dukungan Gubernur Jabar
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan dukungan penuh terhadap rencana reaktivasi tersebut. Pemprov Jabar, kata Dedi, berkomitmen mempercepat pembangunan infrastruktur yang telah disepakati bersama dengan BUMN, pemerintah pusat, dan PT Kereta Api Indonesia (KAI).
“Kami mendukung penuh langkah ini, karena akan berdampak besar pada konektivitas, ekonomi daerah, dan kemudahan mobilitas masyarakat,” ujar Dedi.
Ia juga mengusulkan adanya gerbong khusus untuk mengangkut hasil produksi pertanian yang disubsidi oleh pemerintah provinsi. Langkah ini diharapkan dapat menekan biaya logistik petani serta mempercepat distribusi hasil panen ke berbagai daerah.
Pemerintah menargetkan proyek reaktivasi jalur Padalarang–Cicalengka dapat rampung dan beroperasi penuh paling lambat awal tahun 2027. Dengan jalur ini, waktu tempuh perjalanan dari Bandung menuju Cicalengka yang sebelumnya mencapai dua jam diperkirakan akan berkurang menjadi hanya sekitar satu jam. (uby)










