BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Seorang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Inayah, Kecamatan Sukasari, bernama Qonita Lutviana Azizah, berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang kompetisi robotik internasional di Malaysia dengan meraih medali emas.
Dari Hobi hingga Juara Dunia
Qonita, yang kini duduk di bangku kelas sembilan, dikenal sebagai remaja dengan segudang prestasi, baik di bidang robotik, matematika, maupun pelajaran agama. Ketertarikannya terhadap dunia teknologi dan animasi sejak kecil mendorongnya untuk menekuni bidang robotika secara serius.
Dalam kompetisi internasional di Malaysia tersebut, Qonita mempersembahkan karyanya berupa robot “Line Follower”, sebuah robot dengan pemrograman khusus yang mampu mengikuti garis lintasan di bawahnya secara otomatis.
Ia mengungkapkan, proses pembuatan robot tersebut membutuhkan waktu sekitar satu bulan dengan berbagai tantangan teknis yang cukup sulit untuk ukuran pelajar seumurannya.
“Awalnya sempat kesulitan menyusun sensor dan pemrograman agar robot bisa berjalan stabil. Tapi saya terus belajar dari pengalaman lomba-lomba sebelumnya,” ujar Qonita Lutviana Azizah saat ditemui di sekolahnya.
Kepala Sekolah MTs Al Inayah, Abdurrahman, menuturkan bahwa kegiatan robotika memang menjadi ekstrakurikuler unggulan di sekolah tersebut.
Ia sengaja menghadirkan program berbeda dari sekolah Islam pada umumnya agar siswa memiliki keseimbangan antara penguasaan teknologi dan pemahaman agama.
“Di Al Inayah, kami ingin siswa tidak hanya cakap dalam ilmu agama, tetapi juga tangguh dalam sains dan teknologi. Karena itu, kami dorong mereka ikut berbagai kompetisi nasional dan internasional untuk menambah pengalaman dan motivasi belajar,” ujar Abdurrahman.
Selain prestasi di bidang robotik, Qonita juga dikenal aktif di berbagai kegiatan akademik dan non-akademik lainnya. Ia pernah meraih juara olimpiade matematika, juara panahan PORNAS, dan juga merupakan seorang hafidz Qur’an.
Sekolah MTs Al Inayah sendiri telah banyak melahirkan siswa-siswi berprestasi yang kerap mengharumkan nama sekolah dalam berbagai ajang lomba. Baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional.
“Qonita adalah contoh nyata bahwa pelajar madrasah bisa berprestasi dalam bidang apa pun, asal tekun dan punya semangat belajar tinggi,” tutup Abdurrahman. (ave)









