CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Jumat, 16 Januari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Belantara Foundation dan Universitas Pakuan Dorong Koeksistensi Manusia-Gajah Sumatra

Hanna Hanifah
21 Oktober 2025
gajah sumatra

Belantara Foundation bersama Universitas Pakuan mendorong upaya mitigasi konflik manusia-gajah sumatra melalui pendekatan koeksistensi. (foto: ist)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

WWW.PASJABAR.COM – Belantara Foundation bersama Universitas Pakuan mendorong upaya mitigasi konflik manusia-gajah sumatra melalui pendekatan koeksistensi.

Gagasan ini disampaikan dalam panel diskusi bertajuk “A Conservation Partnership Fighting to Protect Biodiversity in Asia” di Asia Pavilion, IUCN World Conservation Congress, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Sabtu (11/10/2025).

Panel ini diinisiasi oleh Conservation Allies, organisasi konservasi asal Amerika Serikat, dan menghadirkan sejumlah mitra konservasi dari Asia.

Antara lain Applied Environmental Research Foundation (India), Royal Society for Protection of Nature (Bhutan), The NGO Forum On Cambodia (Kamboja), Malaysian Nature Society (Malaysia), Mindoro Biodiversity Conservation Foundation, Inc. (Filipina), serta Belantara Foundation (Indonesia).

Dalam kesempatan tersebut, Belantara Foundation bersama Universitas Pakuan mempresentasikan paparan berjudul “Coexistence in the Making: From Human–Elephant Conflict to Harmony in Industrial Landscape” atau “Mengupayakan Koeksistensi: Dari Konflik Gajah Menuju Sebuah Harmoni di Lanskap Industri.”

Populasi Gajah Sumatra Terancam dan Tantangan di Lapangan

Menurut para ahli, populasi gajah sumatra terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Pada 1980-an, jumlahnya masih sekitar 2.800–4.800 individu.

Baca juga:   Belantara Foundation dan Jejakin Gulirkan Program Sumatra Peatland Restoration

Data Departemen Kehutanan tahun 2007 mencatat populasinya menurun menjadi 2.400–2.800 individu. Selama periode 2007–2017, populasi gajah sumatra turun 21,2% atau sekitar 700 individu, hingga tersisa 1.694–2.038 individu di alam.

Perhitungan tahun 2019 menunjukkan populasi gajah sumatra tinggal 928–1.379 individu, tersebar di 23 kantong populasi terpisah di Pulau Sumatra.

Direktur Eksekutif Belantara Foundation sekaligus dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Dr. Dolly Priatna, menjelaskan penurunan drastis populasi gajah dipicu oleh kehilangan habitat akibat alih fungsi hutan, perburuan, serta meningkatnya konflik manusia-gajah.

“Interaksi negatif yang semakin sering antara manusia dan gajah merupakan masalah serius dalam upaya konservasi,” ujar Dolly.

Baca juga:   Belantara Foundation Tanam Pohon Langka di Tahura SSH untuk Hari Menanam Pohon Indonesia

Ia menyoroti pentingnya Lanskap Sugihan–Simpang Heran di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, yang menjadi rumah bagi sekitar 100–120 individu gajah.

Lanskap seluas 600.000–700.000 hektar ini merupakan kawasan mosaik yang terdiri atas hutan tanaman industri, perkebunan, ladang, dan pemukiman, dengan hanya sekitar 10–12% berupa kawasan konservasi Suaka Margasatwa Padang Sugihan.

Upaya Kolaboratif Menuju Harmoni

Menurut Dolly, diperlukan pendekatan inovatif agar kepentingan konservasi dan kebutuhan manusia dapat berjalan seimbang.

“Selain mengoptimalkan fungsi koridor ekologis, diperlukan solusi atas semakin seringnya rombongan gajah liar masuk desa dan memakan tanaman masyarakat,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa konsep koeksistensi atau hidup berdampingan hanya bisa terwujud jika pemerintah, pelaku usaha, lembaga konservasi, akademisi, dan media bekerja sama membangun strategi bersama.

Baca juga:   Haru Iringi Penutupan Program Pendidikan Karakter Angkatan Kedua

Untuk mendukung hal itu, Belantara Foundation bersama mitra berfokus pada peningkatan kapasitas kelompok mitigasi konflik, pembangunan menara pemantauan, edukasi lingkungan bagi anak usia dini, pengayaan pakan, serta penyediaan artificial saltlicks (tempat menggaram buatan) di kawasan hutan produksi.

Presiden Conservation Allies, Dr. Paul Salaman, menegaskan dukungan terhadap program konservasi Belantara Foundation di Lanskap Sugihan–Simpang Heran.

“Kami berkomitmen mendukung melalui hibah, penggalangan dana publik, serta peningkatan kapasitas di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Dirjen KSDAE KLHK, Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, M.Agr.Sc., yang turut hadir dalam diskusi, mengapresiasi kolaborasi tersebut.

Ia menekankan bahwa gajah sumatra berstatus Critically Endangered menurut IUCN dan masuk kategori Appendix I CITES, sehingga dilarang diperdagangkan.

“Inisiatif ini sangat baik dan diharapkan mampu mengubah interaksi negatif manusia-gajah menjadi hubungan yang harmonis,” tuturnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: Belantara Foundationgajah sumatraIUCN World Conservation Congresskonflik manusia-gajah sumatramitigasi konflikUniversitas Pakuan


Related Posts

Biodiversity Class
HEADLINE

Belantara Foundation Gelar Biodiversity Class Dorong Pelestarian Satwa Perkotaan

23 Desember 2025
Belantara Foundation
PASNUSANTARA

Belantara Foundation Gelar Seminar Internasional tentang Mangrove dan Karbon Biru

25 November 2025
Belantara Foundation
PASNUSANTARA

Belantara Foundation Bahas Krisis Biodiversitas di IUCN World Congress

16 Oktober 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
Radio Player
No Result
View All Result

Trending

Kiper timnas
HEADLINE

Bojan Hodak Angkat Bicara: Menakar Realita di Balik Rumor Maarten Paes dan Joey Pelupessy ke Persib

16 Januari 2026

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Menjelang babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2), tensi di luar lapangan...

Adam Przybek. (Foto: Official Persib)

Setengah Musim Kelam Adam Przybek: Antara Ekspektasi Besar dan Realita di Bawah Bayang-Bayang Teja Paku Alam

15 Januari 2026
Mohamed Salah mejan di semifinal Piala Afrika 2025. (Foto: Ulrik Pedersen/NurPhoto via Getty Images)

Mane Berpesta, Salah Merana: Senegal Menundukkan Mesir di Piala Afrika 2025 lewat Gol Roket Sadio Mane!

15 Januari 2026
Michael Carrick. (Foto: Getty Images/Aitor Alcalde)

Misi Mustahil Michael Carrick: Debut di Derby Manchester dan Ujian Pemuncak Klasemen Arsenal!

15 Januari 2026
Momen ribut-ribut Enzo Fernandez dan Martin Zubimendi usai Chelsea vs Arsenal di Piala Liga Inggris. (Foto: Catherine Ivill - AMA/Getty Images)

Tensi Panas Stamford Bridge: Enzo Fernandez Mencengkeram Leher Zubimendi Usai Chelsea Disikat Arsenal!

15 Januari 2026

Highlights

Misi Mustahil Michael Carrick: Debut di Derby Manchester dan Ujian Pemuncak Klasemen Arsenal!

Tensi Panas Stamford Bridge: Enzo Fernandez Mencengkeram Leher Zubimendi Usai Chelsea Disikat Arsenal!

Malam Kelam di Carlos Belmonte: Debut Alvaro Arbeloa Berujung Bencana, Madrid Tersingkir dari Copa del Rey!

Yassine Bounou Jadi Pahlawan! Maroko Bungkam Nigeria Lewat Adu Penalti dan Segel Tiket Final Piala Afrika 2025

Garnacho Menggila, Tapi Chelsea Tetap Tumbang di Stamford Bridge

Bandung Menggigil! Cuaca Dingin Picu Ancaman Flu dan ISPA

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.