CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 19 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Jurnalis Malaysia Bongkar Skandal Naturalisasi: “FAM dan TMJ Tak Bisa Menipu FIFA”

pri
7 November 2025
Foto: fam.org.my

Foto: fam.org.my

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

KUALA LUMPUR, WWW.PASJABAR.COM – Skandal pemain naturalisasi palsu di tubuh Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) kembali menuai reaksi keras dari publik. Jurnalis senior New Straits Times, Ajitpal Singh, menulis kritik tajam terhadap FAM dan Tunku Ismail Idris (TMJ), menyebut keduanya berusaha menipu FIFA namun gagal total.

Kasus ini mencuat setelah FIFA menghukum FAM atas dugaan pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi, yang disebut memiliki keturunan Malaysia padahal tidak.

“FAM dan TMJ Tak Bisa Menipu FIFA”

Dalam tulisannya, Ajitpal Singh menilai bahwa FAM bersama TMJ — yang juga pemilik klub Johor Darul Takzim (JDT) dan anak Sultan Johor — menjadi dua kekuatan besar di balik proyek naturalisasi besar-besaran tersebut.

Baca juga:   Hari Kesehatan Dunia 2025

Menurutnya, langkah FAM ini bukan sekadar kelalaian administratif, melainkan upaya sistematis untuk menipu federasi dunia.

“Hukuman yang dijatuhkan FIFA kepada sepak bola Malaysia belum pernah terjadi sebelumnya,” tulis Ajitpal Singh.

“Kini orang-orang bisa mengenakan jersey tim nasional hanya dengan akta kelahiran kakek-nenek yang samar.”

Jurnalis senior itu menggambarkan bagaimana birokrasi Malaysia bekerja bak mesin politik yang bisa mengubah kewarganegaraan dalam waktu singkat — demi kepentingan prestise olahraga nasional.

“Skuad Malaysia Seperti Panduan Wisata Dunia”

Ajitpal menulis satir bahwa skuad Harimau Malaya kini tampak seperti “daftar perjalanan internasional” ketimbang tim nasional.

“Susunan pemain inti tim nasional Malaysia bagai panduan perjalanan, dengan pemain dari Argentina, Brasil, Spanyol, dan Belanda,” tulisnya.

“Alih-alih membantu sepak bola Malaysia sukses, malah membuat mereka berhadapan dengan hukum dari FIFA.”

Ia menilai, obsesi FAM untuk mendongkrak performa tim nasional dengan instan telah menjebak Malaysia dalam aib internasional yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca juga:   Ranking FIFA Juli 2025: Indonesia Naik, Italia Terdepak dari 10 Besar

Malaysia Jadi Bahan Tertawaan Dunia

FIFA sebelumnya menjatuhkan denda dan sanksi larangan bermain selama 12 bulan kepada tujuh pemain naturalisasi bermasalah.

Malaysia kini diibaratkan “Timor Leste jilid dua” setelah terbukti menggunakan dokumen palsu untuk pemain asing.

“Malaysia sudah jadi bahan tertawaan internasional. Di atas kertas para pemain itu disebut warga negara Malaysia, tetapi paspor mereka dipertanyakan,” tulis Ajitpal.
“FIFA menelusuri asal-usul hingga ke akta leluhur mereka, dan di situlah semua kebohongan terbongkar.”

Skandal ini tak hanya mengguncang reputasi FAM, tapi juga mempermalukan Tunku Ismail Idris, sosok berpengaruh yang disebut memiliki peran besar dalam proyek naturalisasi tersebut.

Baca juga:   Nanad Sebarkan Energi Positif Bagi Remaja

Kini Berhadapan dengan Hukum

Alih-alih fokus menyiapkan skuad menuju Piala Asia 2027, Malaysia kini harus berurusan dengan hukum.

FAM tengah menyiapkan tim pengacara untuk menghadapi gugatan dan potensi sanksi tambahan dari FIFA serta AFC.

“Sekarang Malaysia tak lagi mengejar prestasi, tapi sibuk menyewa pengacara,” sindir Ajitpal menutup artikelnya.

Print Friendly, PDF & Email
Editor: pri
Tags: Ajitpal SinghFAMfifaHarimau MalayaJohor Darul Takzimmalaysiasepak bola Malaysiaskandal naturalisasiTMJTunku Ismail Idris


Related Posts

instagram/@zonanaetral5
HEADLINE

Hasil Piala AFF U-17 2026: Indonesia Takluk 0-1 dari Malaysia, Langkah ke Semifinal Terancam!

16 April 2026
FIFA Series 2026
HEADLINE

PSSI Umumkan 24 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026

21 Maret 2026
(AFC)
HEADLINE

Mimpi Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Asia 2031 Tertahan, AFC Resmi Hentikan Proses Bidding

20 Maret 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

google
HEADLINE

Google Perluas Strategi Wearable Lewat Kacamata Pintar Gucci Berbasis XR

19 April 2026

WWW.PASJABAR.COM - Google dilaporkan memperluas strategi pengembangan kacamata pintar berbasis Android XR dengan menggandeng perusahaan optik global...

Permendiktisaintek

Cabut Permendiktisaintek No 3 Tahun 2026, Karena Tidak Adil Bagi PTS

19 April 2026
unpad

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

19 April 2026
bnpb

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 April 2026
ITB

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

19 April 2026

Highlights

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

Dies Natalis UIN Bandung, Dedi Dorong Akses Kuliah Gratis

Jabar Jadi Pilot Project Program Gentengisasi Rumah Subsidi Nasional

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.