www.pasjabar.com — Arsenal berhasil kembali ke jalur kemenangan di Premier League setelah menaklukkan Brentford 2-0 di pekan ke-14, Kamis (4/12/2025) dini hari WIB. Kemenangan ini krusial karena berhasil memperlebar jarak The Gunners dengan pesaing terdekat, Manchester City, menjadi lima poin di puncak klasemen. Namun, di balik senyum kemenangan, Manajer Mikel Arteta justru diliputi rasa takut yang nyata.
Kekhawatiran sang pelatih asal Spanyol tersebut bukan tanpa alasan. Kemenangan atas Si Lebah harus dibayar mahal dengan cederanya dua pemain kunci yang tampil sebagai starter, Cristhian Mosquera dan Declan Rice.
Cedera ini menambah panjang daftar pasien di ruang perawatan Arsenal, mengancam ambisi mereka meraih gelar juara Liga Inggris 2025/2026.
Kemenangan Penting dan Gol Krusial dari Merino-Saka
Arsenal membuka keunggulan melalui top scorer mereka di tahun 2025, Mikel Merino.
Pemain asal Spanyol ini berhasil mencetak gol pada menit ke-11 dengan tandukan keras yang menyambut umpan silang akurat dari Ben White.
Meskipun unggul 1-0, Arsenal tampak kesulitan mencari gol kedua untuk menjauh. Kemenangan baru bisa dipastikan di menit akhir waktu normal melalui aksi Bukayo Saka.
Tambahan tiga poin ini sangat vital, membuat Arsenal kini memimpin lima poin di tangga klasemen sementara dari 14 pertandingan yang telah dimainkan.
Keunggulan poin ini menjadi penyemangat, tetapi cederanya pilar tim justru menjadi momok baru.
Arteta Takut Badai Cedera Menerjang: Mosquera dan Rice Menyusul
Rasa takut Arteta sepenuhnya didominasi oleh kondisi fisik pemainnya. Cedera yang menimpa Mosquera dan Rice menjadi pukulan telak.
-
Cristhian Mosquera: Mengalami cedera pada menit ke-43. Ia tampak berjalan tertatih-tatih dan harus digantikan oleh Jurrien Timber.
-
Declan Rice: Gelandang andalan ini juga mengalami cedera pada menit ke-80-an dan harus digantikan oleh Viktor Gyokeres.
Cedera kedua pemain ini menambah parah daftar pemain yang sudah tumbang sebelumnya, termasuk Gabriel Magalhaes, William Saliba, dan Leandro Trossard.
Situasi ini membuat Arteta mulai ketakutan bahwa peluang timnya untuk tetap bertahan di puncak klasemen dan meraih gelar juara Liga Inggris akan terancam.
“Jelas ini (cedera) bukan kabar baik (dalam perebutan gelar juara). Declan (Rice) harus ditarik keluar. Kita belum tahu. Kita lihat saja besok kondisinya,” ucap Arteta, dikutip dari France 24.
Keluhan Jadwal Padat: Periode Sibuk Akhir Tahun
Selain masalah cedera, Arteta juga secara blak-blakan mengeluhkan jadwal padat di akhir dan awal tahun.
Jadwal yang sangat sibuk, di mana Arsenal rata-rata memainkan pertandingan setiap tiga atau empat hari sekali, membuat para pemainnya tidak punya cukup waktu untuk istirahat dan pemulihan.
Arteta kini hanya bisa berharap penyelenggara kompetisi dapat mempertimbangkan kesejahteraan pemain.
“Kami bisa bermain, tetapi jika mereka bisa, beri kami sedikit waktu lagi untuk pulih dan untuk membuat kesejahteraan para pemain ini sedikit lebih mudah, itu akan sangat bagus,” pintanya.
Jadwal The Gunners dalam 10 hari ke depan memang sangat padat dan menantang:
-
Sabtu (6/12/2025) malam WIB: Tandang ke markas Aston Villa.
-
Kamis (11/12/2025) dini hari WIB: Melawan Club Brugge di Liga Champions.
-
Minggu (14/12/2025) dini hari WIB: Menjamu Wolverhampton Wanderers.
Dibalik Rasa Takut Arteta, ada Ujian Berat Meracik Skuad di Tengah Krisis
Dengan tiga pertandingan krusial dalam waktu singkat dan badai cedera yang melanda, Arteta mau tak mau harus meracik timnya dengan sangat hati-hati.
Kehilangan Rice, yang merupakan jangkar lini tengah, adalah pukulan terbesar, memaksa Arteta mengandalkan kedalaman skuad yang tersisa dan memastikan rotasi pemain berjalan efektif agar tidak ada lagi yang tumbang.
Konsistensi di tengah krisis cedera akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ambisi juara Arsenal musim ini.












