Kabupaten Bandung, www.pasjabar.com — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung pada Kamis (4/12/2025) sore menyebabkan banjir besar di jalan Banjaran Soreang yang melumpuhkan akses vital di Desa Soreang.
Ketinggian air dilaporkan mencapai hampir satu meter, dengan arus yang sangat deras, mengakibatkan kemacetan panjang dan sejumlah besar kendaraan mogok di lokasi terdampak.
Menurut pengakuan warga, Taruma Indrawan (22), banjir kali ini jauh lebih parah dibandingkan kejadian sebelumnya.
Ia yang dalam perjalanan pulang kerja dari Pameungpeuk menuju Soreang harus merasakan sendiri dampak ekstremnya.
“Dari Kamasan sudah banjir, di depan Polres juga deras. Sekitar satu meter kurang lah,” ujar Taruma.
Ia mengaku harus menempuh perjalanan yang biasanya hanya 30 menit menjadi lebih dari satu jam, sementara motornya rusak terendam air.
Arus Deras di Simpang Bayangkara: Kiriman dari Anak Sungai Citarum
Titik terparah banjir terpantau berada di sekitar Simpang Bayangkara. Debit air di lokasi tersebut bertambah deras secara signifikan karena adanya kiriman arus dari anak Sungai Citarum.
Luapan air yang deras ini menjadi jebakan bagi para pengendara yang nekat melintas.
Kabags Ops Polresta Bandung, Kompol Aep Suhendi, menjelaskan bahwa banjir mulai terjadi sekitar pukul 15.30 WIB setelah hujan deras.
“Setelah hujan deras, datang kiriman arus dari atas dan menggenangi pertigaan Bayangkara,” ujar Kompol Aep.
Ia memperkirakan ketinggian air rata-rata di lokasi tersebut sekitar 50 sentimeter.
Namun dengan arus yang sangat kuat, menyulitkan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua.
Meskipun arus lalu lintas sempat lumpuh total, terlihat sejumlah pengendara motor dan mobil tetap memaksakan diri melintas, sementara yang lain terpaksa memutar balik mencari jalur alternatif.
Polisi Bertindak Cepat Atasi Banjir Jalan Banjaran Soreang
Melihat kondisi darurat tersebut, jajaran Polresta Bandung langsung bergerak cepat ke lokasi untuk memberikan pertolongan kepada warga yang terjebak banjir.
Anggota dari unit Lalu Lintas dan Samapta diterjunkan untuk membantu mengevakuasi dan mengarahkan pengguna jalan.
“Arus lalu lintas sempat tersendat. Anggota Lalu Lintas dan Samapta sudah kami sebar untuk membantu warga dan pengendara yang melintas,” kata Kompol Aep.
Aksi sigap polisi terlihat heroik di tengah derasnya arus. Petugas tidak hanya membantu mendorong motor warga yang mogok, tetapi juga sigap menggendong lansia dan anak-anak yang kesulitan melintasi genangan air yang tinggi dan berarus.
Bantuan ini sangat penting mengingat kerugian materiil akibat kerusakan kendaraan yang mogok tidak terhindarkan.
Imbauan Keselamatan: Polisi Minta Warga Tidak Melintas
Mengantisipasi kondisi yang semakin parah dan potensi risiko, Polresta Bandung secara resmi mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat untuk sementara waktu tidak melintas di kawasan Jalan Terusan Banjaran–Soreang.
Kompol Aep Suhendi menekankan bahwa keselamatan pengguna jalan adalah prioritas utama.
Meskipun polisi mengimbau warga untuk menghindari jalur tersebut, mereka tetap bersiaga di lokasi untuk memberikan bantuan bagi pengendara yang sudah terlanjur berada di area terdampak.
Hingga berita ini dimuat, petugas terus berupaya mengurai kemacetan dan memastikan warga yang terjebak dapat dievakuasi dengan selamat, sembari menunggu debit air kiriman dari anak Sungai Citarum surut sepenuhnya.












