# longsor arjasari
BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat menyikapi bencana longsor yang melanda Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari.
Dalam status tanggap darurat, Pemdaprov Jabar mengucurkan bantuan logistik senilai Rp270.336.630 guna memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.
Bantuan tersebut disalurkan oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat dan berasal dari APBN sebesar Rp230.569.500 serta APBD sebesar Rp39.767.130.
Bantuan mencakup makanan, sandang, perlengkapan keluarga, hingga peralatan pengungsian yang diperlukan masyarakat di lokasi bencana.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, bersama Kepala Dinas Sosial Jabar Noneng Komara Nengsih, yang datang ke lokasi pada Sabtu (6/12/2025) untuk melakukan monitoring penanganan darurat.
Monitoring dilakukan guna memastikan respons pemerintah berjalan cepat, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan penyintas.
“Pemdaprov Jabar terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna percepatan penanganan dan pemulihan pascabencana. Kami juga mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan karena curah hujan masih tinggi,” ujar Herman.
Kerusakaan Serius Pemukiman Warga
Bencana longsor di kawasan tersebut menyebabkan kerusakan serius pada permukiman warga serta menimbulkan korban jiwa.
Satu warga, Muhammad Ridwan, mengalami luka dan telah mendapatkan perawatan medis di RS Welas Asih.
Sementara itu, tiga warga lainnya — Citra, Aisyah, dan Alfa — hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan yang melibatkan BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat.
Pencarian diperkirakan terus dilakukan selama kondisi cuaca memungkinkan.
Selain korban jiwa, longsor menyebabkan 6 unit rumah mengalami kerusakan berat, berdampak pada 20 jiwa dari 7 KK, yang terdiri dari 3 lansia, 14 dewasa, 2 anak, dan 1 balita.
Pemdaprov Jabar memastikan dukungan penuh terhadap seluruh proses penanganan darurat, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar penyintas, perawatan korban luka, hingga pendampingan psikososial bagi keluarga terdampak. (*/tie)












