WWW.PASJABAR.COM – Tim gabungan Universitas Padjadjaran (Unpad) bersama Atlas Medical Pioneer (AMP) Fakultas Kedokteran Unpad dan Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) melakukan respons kebencanaan di Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, sejak 19 Desember 2025.
Dilansir dari unpas.ac.id, kehadiran tim ini bertujuan memberikan layanan kesehatan, dukungan gizi, serta asesmen kondisi lingkungan bagi masyarakat terdampak bencana.
Setibanya di lokasi, tim gabungan membentuk Posko Utama di Puskesmas Mesidah. Koordinasi lapangan dipimpin oleh Dimas Erlangga Luftimas, dr., Sp.GK., M.Kes., AIFO-K. Posko ini menjadi pusat layanan kesehatan dan distribusi bantuan bagi warga di sejumlah desa terdampak.
Pada 20 Desember 2025, tim mulai menjangkau Desa Pantan Kuli dengan membawa bantuan logistik berupa 20 kilogram beras, alat sanitasi, minyak goreng, perangkat Starlink, serta makanan ringan tinggi protein.
Di lokasi pengungsian, tim membuka balai pengobatan dan melayani 51 pasien, terdiri dari 13 anak-anak, dua lansia, dan pasien dewasa. Keluhan terbanyak yang ditemukan adalah penyakit kulit serta gejala gangguan stres pascatrauma (PTSD). Seluruh kebutuhan obat-obatan berhasil dipenuhi.
Fokus Kesehatan Lingkungan dan Dukungan Psikososial
Selain pelayanan medis, tim berkolaborasi dengan Koramil setempat untuk melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak melalui permainan dan pendampingan psikososial. Tim juga melakukan asesmen cepat terhadap kondisi kesehatan lingkungan dan pengungsian.
Hasil asesmen menunjukkan wilayah terdampak berada di daerah pegunungan dengan akses transportasi terbatas. Jumlah pengungsi mencapai sekitar 170 jiwa, termasuk kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, dan lansia.
Fasilitas kesehatan hanya berupa satu polindes dengan kondisi rusak ringan. Sumber air berasal dari mata air tak terlindung dengan kondisi air keruh, tanpa pemeriksaan mikrobiologis. Sarana sanitasi dan pengelolaan sampah masih sangat terbatas, termasuk tidak adanya fasilitas pengelolaan limbah medis.
Pada 23 Desember 2025, tim melanjutkan respons kebencanaan ke Desa Cemparang, Desa Sosial, dan Desa Jamu Ratu. Di Desa Sosial, tim menemukan keterbatasan akses listrik, pangan, air bersih, serta bahan bakar.
Untuk mendukung komunikasi darurat, tim berhasil mengaktifkan perangkat Starlink kedua menggunakan genset mandiri. Perangkat tersebut direncanakan akan dihibahkan kepada Puskesmas Mesidah untuk mendukung layanan kesehatan secara berkelanjutan. (*)












