LONDON, WWW.PASJABAR.COM – Harapan tinggi sempat membuncah di Emirates Stadium saat Arsenal meresmikan perekrutan Viktor Gyokeres senilai 63,5 juta Paun dari Sporting CP musim panas lalu. Penyerang asal Swedia ini datang dengan reputasi sebagai predator paling mematikan di Portugal, membawa statistik mencengangkan: 97 gol dalam 102 laga.
Namun, memasuki pertengahan musim 2025/2026, realita di lapangan menunjukkan bahwa Premier League adalah panggung dengan tingkat kesulitan yang jauh berbeda.
Statistik Kontras: Tajam di Portugal, Tumpul di Inggris
Gyokeres direkrut untuk menjadi kepingan terakhir dalam puzzle juara Mikel Arteta. Namun, catatan 5 gol dari 19 penampilan di Premier League bukanlah angka yang diharapkan dari striker seharga lebih dari 1 triliun Rupiah.
Lebih mengkhawatirkan lagi, distribusi golnya menunjukkan pola yang kurang melegakan bagi para pendukung The Gunners.
Kelima gol tersebut dicetak saat menghadapi tim-tim penghuni papan tengah dan bawah seperti Leeds United, Nottingham Forest, Burnley, dan Everton.
Ketika dihadapkan pada pertahanan elit, Gyokeres seolah kehilangan tajinya. Hal ini terlihat jelas saat Arsenal ditahan imbang Liverpool 0-0 pada Jumat (9/1/2026).
Dalam laga tersebut, Gyokeres tampil sebagai starter namun gagal melepaskan satu pun tembakan ke arah gawang Alisson Becker sebelum akhirnya ditarik keluar pada menit ke-64.
Analisis Michael Owen: Masalah Kelas di Laga Besar
Legenda sepak bola Inggris, Michael Owen, memberikan kritik tajam terhadap performa Gyokeres.
Menurutnya, Arsenal masih mengalami masalah yang sama seperti musim-musim sebelumnya: ketiadaan striker kelas dunia yang bisa memberikan “sentuhan berkelas” di laga krusial, tipe pemain yang dimiliki Manchester City dalam sosok Erling Haaland.
“Jika final Liga Champions digelar besok malam, saya tidak yakin dia (Gyokeres) akan menjadi starter,” ujar Owen.
Ia menilai Gyokeres mungkin akan terus mencetak gol melawan tim semenjana karena posisinya yang bagus di dalam kotak penalti, namun Arsenal membutuhkan lebih dari itu untuk memenangkan trofi besar.
“Anda butuh sedikit kelas, dan di situlah dia kurang.”
Faktor Adaptasi dan Intensitas Fisik
Kegagalan Gyokeres untuk langsung “meledak” di Inggris sering dikaitkan dengan perbedaan intensitas antara Primeira Liga Portugal dan Premier League.
Di Inggris, ruang gerak striker jauh lebih sempit dan bek-bek lawan memiliki fisik yang lebih kuat serta disiplin taktik yang lebih tinggi.
Saat melawan Liverpool, terlihat jelas bagaimana Gyokeres kesulitan memenangkan duel fisik melawan Virgil van Dijk dan Ibrahima Konate.
Mikel Arteta kini dihadapkan pada dilema besar. Di satu sisi, ia harus tetap memberi menit bermain kepada Gyokeres untuk membangun kepercayaan dirinya mengingat investasi besar yang telah dikeluarkan.
Di sisi lain, Arsenal tidak boleh terus kehilangan poin jika ingin tetap bersaing di jalur juara.
Perbandingan Statistik Viktor Gyokeres
| Kategori | Sporting CP (2023-2025) | Arsenal (2025/2026) |
| Rasio Gol per Laga | 0,95 Gol/Laga | 0,26 Gol/Laga |
| Lawan Papan Atas | Konsisten Mencetak Gol | Belum Mencetak Gol |
| Kontribusi Asis | 28 Asis dalam 102 Laga | Sangat Minim |
| Harga Pasar | – | £63,5 Juta |












