WWW.PASJABAR.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan akses pendidikan yang setara melalui Program Beasiswa Personal Pancawaluya bagi peserta didik SMA, SMK, dan SLB pada Tahun Anggaran 2025.
Program tersebut ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 422.5/Kep.777-Disdik/2025 tentang penetapan penerima beasiswa bagi siswa jenjang menengah.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menyatakan program ini menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah daerah agar siswa dari sekolah negeri maupun swasta memiliki kesempatan pendidikan yang sama.
Ia menegaskan penyaluran bantuan dilakukan secara tepat sasaran dengan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.
“Beasiswa Personal Pancawaluya dirancang untuk membantu peserta didik agar tetap mendapatkan layanan pendidikan tanpa terhambat persoalan ekonomi,” ujarnya, dilansir dari jabarprov.go.id.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp35 miliar untuk mendukung program tersebut pada Tahun Anggaran 2025. Dana itu disalurkan kepada ribuan siswa yang dinilai memenuhi kriteria penerima bantuan.
Menjangkau Lebih dari 9.000 Siswa
Purwanto menjelaskan, bantuan diberikan kepada 4.641 siswa sekolah negeri dan 4.760 siswa sekolah swasta, sehingga total penerima mencapai 9.401 siswa di seluruh Jawa Barat. Setiap siswa memperoleh bantuan sebesar Rp3.600.000 yang diberikan selama masa pendidikannya.
Menurutnya, beasiswa ini menjadi salah satu solusi untuk mencegah angka putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi. Program tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan sekaligus kualitas sumber daya manusia di Jawa Barat.
“Tidak boleh ada anak Jawa Barat yang putus sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi. Negara harus hadir memastikan semua anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan meraih masa depan,” tegas Purwanto.
Melalui program Beasiswa Personal Pancawaluya, pemerintah daerah berupaya memastikan pemerataan akses pendidikan serta memberikan dukungan nyata bagi keluarga yang membutuhkan, sehingga siswa dapat melanjutkan pendidikan tanpa beban biaya yang berat. (han)












