BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, pengrajin kue kering di kawasan Bojong Koneng, Kota Bandung, Jawa Barat, mulai kebanjiran pesanan dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam sehari, produsen kue kering ini mampu memproduksi hingga 500 sampai 600 lusin toples aneka kue khas Lebaran untuk memenuhi permintaan konsumen.
Sejak pagi hari, puluhan pekerja tampak sibuk menyiapkan adonan, mencetak, hingga memanggang kue kering. Aktivitas produksi meningkat signifikan dibandingkan hari biasa. Kue-kue favorit seperti nastar, sagu keju, dan putri salju masih menjadi primadona setiap tahunnya. Namun, untuk menarik minat pembeli, produsen juga menghadirkan varian rasa baru seperti smok cheese, caramel bean, dan cokelat unicorn.
Salah seorang pembeli, Suci, mengaku sengaja memesan kue kering lebih awal untuk kebutuhan Lebaran.
“Saya beli untuk sajian tamu saat Lebaran nanti. Rasanya enak dan variannya banyak, jadi cocok untuk keluarga,” ujarnya.
Dikemas Hampers Bambu, Penjualan Naik 20 Persen
Tak hanya mengandalkan rasa, produsen juga menghadirkan kemasan hampers berbahan bambu yang unik dan ramah lingkungan. Tampilan ini membuat kue kering terlihat lebih menarik, baik untuk disajikan di rumah maupun dijadikan bingkisan bagi kerabat dan rekan kerja.
Business Development Manager Kue J&C, Farhan Basyir, mengatakan tren penjualan tahun ini mengalami peningkatan cukup signifikan.
“Tahun ini ada kenaikan hampir 20 persen dibandingkan tahun lalu. Pesanan datang dari Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali hingga Kalimantan,” katanya.
Ia menambahkan, proses pembuatan kue masih dilakukan secara manual tanpa bahan pengawet untuk menjaga kualitas dan cita rasa. Dengan harga mulai dari Rp75 ribu hingga Rp100 ribu per toples, kue kering khas Lebaran ini menjadi pilihan favorit masyarakat khususnya di Bandung untuk melengkapi momen kebersamaan bersama keluarga tercinta. (uby)












