BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran mulai menimbulkan kekhawatiran di dalam negeri.
Dampaknya bahkan memicu fenomena panic buying bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah daerah di Indonesia. Menyikapi situasi tersebut, pemerintah disebut telah menyiapkan langkah mitigasi darurat untuk mencegah potensi kelangkaan pangan dan energi.
Sejumlah video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan antrean panjang kendaraan di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Ratusan masyarakat terlihat rela mengantre untuk mendapatkan BBM di tengah kekhawatiran terganggunya pasokan energi akibat memanasnya situasi geopolitik global.
Kekhawatiran masyarakat semakin meningkat setelah muncul pernyataan mengenai cadangan BBM nasional yang disebut hanya mampu bertahan sekitar 20 hari jika terjadi gangguan distribusi global. Situasi ini membuat sebagian masyarakat memilih membeli BBM lebih awal sebagai langkah antisipasi.
DPR Minta Masyarakat Tetap Tenang
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pemerintah telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai kebutuhan pokok masyarakat, mulai dari ketersediaan beras, gula, hingga bahan bakar minyak.
Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan stabilitas pasokan tetap terjaga, terutama menjelang periode mudik Lebaran yang biasanya meningkatkan mobilitas masyarakat.
Menurut Dasco, langkah perhitungan dilakukan secara matang agar distribusi logistik dan energi tidak terganggu di tengah konflik timur tengah dan ketidakpastian global.
“Kami sudah melakukan evaluasi terkait ketersediaan pangan dan energi. Semua dihitung secara matematis agar pergerakan masyarakat, terutama saat mudik nanti, tidak terganggu oleh potensi kelangkaan,” ujarnya.
Ia juga menanggapi kekhawatiran terkait cadangan minyak nasional yang dikabarkan terbatas. Dasco menegaskan pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi, termasuk skenario darurat apabila jalur distribusi energi global mengalami gangguan.
Meski isu kelangkaan sempat viral dan memicu kepanikan di media sosial, DPR mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
Pemerintah bersama lembaga terkait akan memperketat pengawasan distribusi pangan dan energi guna menjaga stabilitas pasokan serta harga di tengah situasi global yang tidak menentu. (uby)












