CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Kamis, 16 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Harga Bahan Baku Meroket Pengusaha Plastik di Bandung Mulai Menjerit

Uby
6 April 2026
bahan baku plastik

Salah satu sentra industri plastik di Kota Bandung. (foto: uby/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

* bahan baku plastik

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Ketegangan geopolitik yang terus memanas antara Iran dan Amerika Serikat kini mulai dirasakan dampaknya secara nyata oleh para pelaku industri di tanah air.

Tak hanya sektor energi, dampak konflik tersebut merembet ke sektor manufaktur, khususnya industri pengolahan plastik di Kota Bandung. Para pengusaha kini mulai menjerit akibat lonjakan harga biji plastik impor yang naik drastis hingga seratus persen dari harga normal.

Kondisi ini terpantau di salah satu sentra industri plastik di kawasan Cibuntu, Kota Bandung.

Konflik yang terjadi di Timur Tengah tersebut telah memicu gangguan pada rantai pasok global dan stabilitas nilai tukar. Yang secara langsung memukul para perajin dan pemilik pabrik plastik lokal yang masih sangat bergantung pada bahan baku impor.

Baca juga:   Petugas Gabungan Razia Rokok Ilegal di Warung Klontongan Cimahi

Lonjakan Biaya Operasional dan Harga Jual

Kenaikan harga ini terjadi dalam waktu yang relatif singkat namun dengan skala yang sangat masif. Berdasarkan data di lapangan, harga biji plastik yang sebelumnya berkisar di angka Rp30.000 hingga Rp40.000 per kilogram, saat ini telah menembus angka Rp60.000 per kilogram. Kenaikan sebesar dua kali lipat ini membuat skema pembiayaan operasional pabrik menjadi tidak stabil.

Pihak pengelola pabrik menjelaskan bahwa biaya belanja bahan baku mingguan membengkak luar biasa. Jika biasanya perusahaan cukup merogoh kocek sebesar Rp40 juta untuk mendapatkan dua ton biji plastik. Guna memenuhi kebutuhan produksi selama satu pekan, kini mereka harus menyiapkan dana hingga Rp80 juta untuk jumlah barang yang sama.

Kondisi “tercekik” ini memaksa para pemilik pabrik mengambil langkah pahit dengan menaikkan harga jual produk plastik di tingkat konsumen.

Baca juga:   Ubi Jalar Perlu Diolah Lebih Modern Agar Lebih Diminati

Meski langkah ini berisiko mengurangi volume penjualan, pihak pabrik mengaku tidak memiliki pilihan lain demi menjaga kelangsungan operasional dan menghindari kebangkrutan di tengah tingginya biaya produksi.

Keluhan Pelaku Usaha dan Harapan Intervensi Pemerintah

Dampak dari kebijakan kenaikan harga jual ini pun mulai terasa pada daya beli pelanggan. Banyak konsumen yang mulai mengeluh dan secara drastis mengurangi kuantitas pembelian mereka. Hal ini menciptakan dilema bagi industri manufaktur plastik; di satu sisi biaya produksi melambung, di sisi lain pasar mulai lesu.

Riska, salah seorang pegawai di pabrik plastik kawasan Cibuntu, mengungkapkan bahwa situasi ini merupakan salah satu yang terberat bagi industri tempatnya bekerja. Ia menyebutkan bahwa faktor eksternal seperti perang di luar negeri seharusnya bisa diantisipasi dampaknya oleh pemangku kebijakan di dalam negeri.

Baca juga:   FAGI Desak Kemeninfo dan Polisi Blokir Oknum Tag Video Porno di FB

“Dampak konflik perang antara Iran dan Amerika Serikat ini ternyata berdampak besar sekali kepada seluruh sektor, termasuk kami di produksi plastik. Kami sangat merasakan kenaikan biaya bahan baku yang tidak masuk akal ini,” ujar Riska saat ditemui di lokasi produksi.

Lebih lanjut, Riska mewakili rekan sejawat dan para pelaku usaha berharap agar pemerintah tidak tinggal diam melihat kondisi ini.

Masyarakat industri berharap ada tindakan nyata. Baik melalui kebijakan impor maupun subsidi tertentu, untuk menekan harga bahan baku produksi yang kian tidak terkendali. Tanpa adanya intervensi dari pemerintah, dikhawatirkan akan banyak pabrik plastik skala kecil dan menengah. Yang terpaksa gulung tikar akibat kehilangan margin keuntungan dan ditinggalkan oleh konsumen mereka. (uby)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: bahan bakubahan baku plastikharga bahan bakukonflik iran-amerika


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

UTBK SNBT 2026
HEADLINE

Pengunduhan Kartu SBMPTN 2026 Ditutup, Terlewat Unduh? Ini Risikonya

15 April 2026

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pengunduhan kartu peserta UTBK-SNBT 2026 (yang sebelumnya dikenal sebagai SBMPTN) resmi ditutup. Ribuan peserta...

stres

Dokter Ungkap Tips Efektif Atasi Stres dan Kecemasan

15 April 2026
wisuda unjani

Wisuda Unjani 2026: 1.810 Lulusan, Sistem Hybrid Jadi Andalan

15 April 2026
penataan gedung sate

Pemprov Jabar Mulai Bongkar Plaza Depan Gedung Sate untuk Penataan

15 April 2026
TJSL

KAI Daop 2 Bandung Salurkan TJSL Rp1,1 Miliar Sepanjang 2025

15 April 2026

Highlights

Pemprov Jabar Mulai Bongkar Plaza Depan Gedung Sate untuk Penataan

KAI Daop 2 Bandung Salurkan TJSL Rp1,1 Miliar Sepanjang 2025

HMT ITB Minta Maaf atas Lagu Kontroversial yang Picu Keresahan

Rusun ASN Kejati Jabar Capai 32%, Berpotensi Rampung Lebih Cepat

Program Bedah Rumah Jabar Dimulai, Target 40 Ribu Hunian

Pemprov Jabar Tata Ulang Kawasan Gedung Sate Jadi Ruang Terpadu

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.