BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Program Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) menggelar kegiatan matrikulasi dan pengukuhan mahasiswa baru semester genap tahun akademik 2025–2026, Sabtu (11/4/2026), di Aula Mandalasaba dr. Djoendjoenan, Jalan Sumatera No. 41, Kota Bandung.
Kegiatan ini mengusung tema “Peran Riset Inovatif dalam Era Digitalisasi untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan.”
Sebanyak 330 mahasiswa baru resmi dikukuhkan, terdiri dari lebih dari 80 mahasiswa program doktor (S3) dan lebih dari 200 mahasiswa program magister (S2).
Jumlah ini melampaui target awal sebanyak 300 peserta, sekaligus menunjukkan tingginya minat masyarakat. Untuk melanjutkan pendidikan di Pascasarjana Unpas.
Direktur Pascasarjana Unpas Prof. Dr. H. Bambang Heru Purwanto, MS., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan masyarakat. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas lulusan di tengah persaingan global.
“Terima kasih atas kepercayaan Bapak dan Ibu sebanyak 330 orang. Mudah-mudahan dapat menyelesaikan studi tepat waktu. Ke depan, kita tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga kualitas yang harus terus ditingkatkan,” ujarnya.
Dorong Mahasiswa Selesaikan Studi Tepat Waktu

Prof. Bambang juga menjelaskan bahwa kegiatan pengukuhan ini sekaligus menjadi awal proses akademik mahasiswa melalui matrikulasi. Kegiatan tersebut diisi dengan kuliah umum serta pembekalan terkait sistem perkuliahan dan penyelesaian studi.
“Pengukuhan ini menandakan mahasiswa sudah resmi menjadi bagian Pascasarjana Unpas. Setelah itu dilanjutkan dengan matrikulasi. Mulai dari kuliah umum hingga pembekalan teknis seperti penyelesaian studi dan sistem keuangan berbasis virtual account,” jelasnya saat diwawancarai.
Ia menambahkan, langkah ini penting untuk mengantisipasi kendala selama perkuliahan serta mendorong mahasiswa agar dapat lulus tepat waktu.
“Kami ingin memotivasi mahasiswa agar fokus menyelesaikan studi tepat waktu. Selain itu, kami juga mendorong peningkatan kualitas melalui publikasi ilmiah, penulisan buku bersama dosen, hingga seminar internasional,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Direktur I Pascasarjana Unpas Prof. Dr. H. Yaya M. Abdul Azis, MSi., mengungkapkan bahwa mahasiswa baru yang diterima berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
“Jumlah mahasiswa baru hari ini sebanyak 330 orang, dari program S2 dan S3. Menariknya, mahasiswa berasal dari Aceh sampai Papua. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap Pascasarjana Unpas sangat tinggi,” ujarnya.

Ia menegaskan pihak kampus akan memberikan pelayanan maksimal agar mahasiswa dapat mencapai target akademik.
“Kami akan memberikan pelayanan terbaik agar harapan mereka untuk menyelesaikan studi tepat waktu bisa tercapai,” katanya.
Antusiasme Dari Mahasiswa dan Harapan
Dari sisi mahasiswa, antusiasme juga terlihat tinggi. Salah satu mahasiswa program doktor, Cucu Sutara, mengaku bangga dapat melanjutkan studi di Unpas.
“Saya merasa bangga dan terhormat bisa melanjutkan studi S3 di Unpas, khususnya di bidang ilmu komunikasi. Ini menjadi kesempatan untuk memperdalam ilmu dan meningkatkan kapasitas diri,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan mahasiswi program magister, Ghaitsa Nur Alifa, yang memilih Unpas berdasarkan rekomendasi alumni.
“Saya memilih Unpas karena melihat testimoni para alumni. Harapannya, kampus ini bisa menjadi wadah untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan saya selama dua tahun ke depan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Paguyuban Pasundan sekaligus Ketua Pembina YPT Unpas Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si., turut memberikan materi mengenai visi dan misi Unpas.
Ia menekankan pentingnya mahasiswa sejak awal menentukan arah studi dan menjaga semangat dalam menyelesaikan pendidikan.
“Sejak masuk, mahasiswa harus sudah memikirkan topik tesis atau disertasinya. Jangan memilih topik yang terlalu sulit agar tidak menghambat proses studi. Perbedaan antara yang berhasil lebih dulu dan yang menyusul hanyalah soal waktu,” ujarnya.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk menyelesaikan studi tepat waktu serta tidak menjadikan kendala biaya sebagai hambatan utama.
“Kami berharap program magister dapat selesai dalam dua tahun dan doktor dalam tiga tahun. Tetap semangat dan fokus, karena semua kendala bisa diatasi jika ada kemauan,” katanya.
Selain itu, Prof. Didi menegaskan bahwa pendidikan harus mampu melahirkan insan yang unggul, berintegritas, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
“Ke depan, tantangan akan semakin kompleks. Karena itu, mahasiswa harus memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif agar mampu bersaing di tingkat global,” tuturnya.
Kegiatan pun dilanjutkan dengan pemaparan materi akademik oleh Direktur Pascasarjana Unpas beserta para Wakil Direktur mengenai sistem perkuliahan.
Dengan jumlah mahasiswa yang terus meningkat serta dukungan alumni yang tersebar luas, Pascasarjana Unpas optimistis dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan melahirkan lulusan yang kompetitif di tingkat nasional maupun global. (han)












