BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bandung dalam mengurangi angka pengangguran saat mengunjungi Kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung.
Dalam kunjungan tersebut, Erwin memberikan motivasi kepada jajaran Disnaker dan mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil untuk menyelaraskan program kerja dengan visi Bandung Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, Agamis (Utama).
“Komitmen untuk menekan angka pengangguran harus benar-benar dilaksanakan dengan sungguh-sungguh,” ujar Erwin.
Program Nyata untuk Penciptaan Lapangan Kerja
Pemkot Bandung telah menyiapkan berbagai program untuk meningkatkan kesempatan kerja bagi masyarakat. Beberapa di antaranya adalah:
- UMKM Center sebagai pusat pemberdayaan usaha kecil dan menengah.
- Inkubasi bisnis untuk membantu pelaku usaha pemula berkembang.
- Job fair di 30 kecamatan guna mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan.
Erwin menekankan bahwa upaya menekan pengangguran harus dilakukan dengan serius dan bukan sekadar formalitas. Salah satu langkah yang diterapkan adalah pembagian program berbasis KTP, agar bantuan lebih tepat sasaran.
“Kami berharap masyarakat yang awalnya penerima bantuan (mustahiq) dapat bertransformasi menjadi pemberi zakat (muzzaki),” tambahnya.
Peran Disnaker dalam Menekan Pengangguran
Kepala Disnaker Kota Bandung, Andri Darusman, menyatakan bahwa penurunan angka pengangguran menjadi prioritas utama. Data tingkat pengangguran di Kota Bandung menunjukkan tren positif:
- Sebelum pandemi: 8,1%
- Saat pandemi: 11,46%
- Tahun 2022: 9,5%
- Tahun 2023: 8,83%
- Tahun 2024: 7,4%
Untuk terus menurunkan angka tersebut, Disnaker telah menyelenggarakan berbagai pelatihan tenaga kerja, dengan capaian 15.800 peserta pada tahun 2024.
Selain itu, Disnaker mengembangkan aplikasi New Bimma, yang telah digunakan lebih dari 70 ribu pengguna. Aplikasi ini menyediakan lebih dari 20 layanan ketenagakerjaan untuk memudahkan akses informasi dan mengurangi pelayanan tatap muka.
“Semoga aplikasi ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meminimalisir pelayanan tatap muka dan mempercepat akses informasi bagi pencari kerja,” pungkas Andri.