www.pasjabar.com — Manajer Ducati, Davide Tardozzi, menyebut Marc Marquez sebagai ancaman serius di MotoGP hingga lima tahun ke depan. Ia memuji performa luar biasa sang juara dunia delapan kali yang kini memimpin klasemen sementara MotoGP 2025.
Dijuluki Raja Baru di Ducati
Sejak bergabung dengan tim pabrikan Ducati, Marc Marquez langsung menunjukkan performa gemilang. Pembalap berusia 32 tahun itu memenangkan semua sprint race dan tiga dari empat balapan utama MotoGP 2025, termasuk MotoGP Qatar yang memberinya keunggulan 17 poin atas adiknya, Alex Marquez (Gresini).
Davide Tardozzi bahkan menyebutnya sebagai “raja” di garasi Ducati, sementara Francesco Bagnaia dianggap sebagai “pangeran”. “Menurut saya, kami memiliki raja dan pangeran di MotoGP karena ada 11 gelar dunia di tim ini,” ujarnya, seperti dikutip dari AS.
Versi Terbaik Marquez dan Ancaman Jangka Panjang
Tardozzi menegaskan bahwa saat ini Marquez adalah versi terbaik sepanjang kariernya. “Marc sekarang jauh lebih baik dari sebelumnya. Saya yakin dia bisa menjadi pembalap yang sangat berbahaya selama empat atau lima tahun ke depan,” ucapnya.
Meskipun begitu, Tardozzi tetap yakin Bagnaia bisa menyaingi Marquez dalam beberapa balapan. “Pecco sekarang lebih matang. Dia mulai paham kapan harus puas di posisi kedua demi target gelar juara,” lanjutnya.
Tantangan untuk Bagnaia
Meski memiliki potensi besar, Bagnaia diakui masih memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait gaya balap dan kecocokan dengan motor. Tardozzi menyebut Pecco cenderung rewel soal pengaturan motor dan kurang fleksibel, berbeda dengan Marquez yang mampu menyesuaikan diri dengan cepat.
Namun Tardozzi tetap yakin Bagnaia akan bangkit dan memberi perlawanan. “Saya rasa Pecco akan menang dalam beberapa balapan tahun ini. Dia sudah lebih matang dan paham bahwa tidak selalu harus menang jika risikonya terlalu besar,” ucapnya.
Marquez kini juga unggul jauh dari pembalap non-Ducati lainnya seperti Johann Zarco (LCR Honda), yang terpaut 85 poin. Ducati pun memuncaki klasemen konstruktor dengan keunggulan 99 poin atas Honda, mempertegas dominasi mereka di awal musim.












