www.pasjabar.com — Museum Sri Baduga, yang terletak di Jalan BKR, Kota Bandung, menjadi saksi semaraknya perhelatan Pameran Pusaka Nusantara 2025. Kegiatan ini resmi digelar pada Selasa, 29 Juli 2025, dan menghadirkan total 238 koleksi benda pusaka dari berbagai penjuru Indonesia.
Pengunjung tampak antusias mengamati koleksi bersejarah seperti kujang, keris, kudi, hingga pedang yang sarat makna filosofis dan nilai budaya. Tak hanya warga lokal, pameran ini juga menarik perhatian wisatawan yang tengah berkunjung ke Bandung.
21 Museum dari Berbagai Daerah Turut Berpartisipasi

Pameran tahun ini melibatkan 21 museum dari berbagai wilayah di Indonesia. Kolaborasi ini menunjukkan betapa pentingnya sinergi antar lembaga budaya dalam melestarikan warisan leluhur. Setiap museum menghadirkan benda pusaka unggulan yang menjadi ciri khas daerah masing-masing.
Keberagaman koleksi pusaka tersebut menampilkan kekayaan budaya Indonesia yang luar biasa, dari ujung barat hingga timur nusantara.
Momen Silaturahmi dan Edukasi Budaya
Tak hanya menjadi ajang pameran benda bersejarah, kegiatan ini juga menjadi media silaturahmi bagi para pengelola museum se-Indonesia. Di balik tiap pusaka, tersimpan cerita, nilai spiritual, hingga jejak sejarah bangsa yang penting untuk diketahui generasi muda.
Selain itu, pameran ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan akses publik terhadap museum, khususnya dalam mengenalkan keberagaman budaya nusantara secara lebih dekat dan interaktif.
Pusaka sebagai Identitas dan Warisan Bangsa

Benda pusaka seperti keris dan kujang bukan hanya simbol kekuatan, tetapi juga lambang identitas budaya dan spiritualitas masyarakat Indonesia. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga dan merawat peninggalan leluhur sebagai bagian dari jati diri bangsa.
Museum Sri Baduga dengan megahnya menjadi panggung sejarah yang hidup kembali, menghubungkan masa lalu dengan masa kini melalui benda pusaka yang tak lekang oleh waktu. (Eci)












