CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 20 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Fenomena Blood Moon Hiasi Langit Indonesia, Terlihat Jelas dari Bosscha

Uby
8 September 2025
Fenomena Blood Moon

Fenomena langka gerhana bulan total atau yang populer dengan sebutan Blood Moon menghiasi langit Indonesia pada Senin (8/9/2025). (foto: uby/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG BARAT, WWW.PASJABAR.COM – Fenomena langka gerhana bulan total atau yang populer dengan sebutan Blood Moon menghiasi langit Indonesia pada Senin (8/9/2025).

Puncak gerhana terjadi sekitar pukul 01.11 dini hari dan terlihat jelas dari kawasan Observatorium Bosscha, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Gerhana bulan total terjadi ketika bulan sepenuhnya memasuki bayangan inti (umbra) bumi. Akibatnya, cahaya matahari yang melewati atmosfer bumi dibiaskan dan memantul ke permukaan bulan sehingga menimbulkan warna merah pekat hingga oranye.

“Fenomena ini menjadi momen penting untuk penelitian, karena kita bisa mengamati berbagai efek optik ketika bulan berada sepenuhnya dalam bayangan bumi,” ujar Agus Triono, peneliti Observatorium Bosscha.

Baca juga:   Javi Guerra Jadi Target Panas Man United di Bursa Transfer

Antusias Mahasiswa

Tidak hanya peneliti, sejumlah mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) turut antusias melakukan pengamatan.

Mereka menggunakan berbagai teleskop untuk merekam setiap fase gerhana, mulai dari bulan memasuki bayangan penumbra sekitar pukul 21.00 WIB hingga puncaknya dini hari.

“Kesempatan ini sangat berharga untuk kami sebagai mahasiswa astronomi. Selain menjadi bahan riset, fenomena seperti ini jarang bisa dilihat dengan begitu jelas,” kata Bayu Septiadi, mahasiswa Astronomi ITB.

Baca juga:   Bagaimana Proses Pengamatan Hilal ?

Cuaca Cerah Dukung Pengamatan

Cuaca cerah di langit Lembang mendukung penuh jalannya pengamatan. Walau fenomena ini dapat disaksikan dengan mata telanjang, pihak Observatorium Bosscha membatasi akses hanya untuk peneliti dan tamu undangan.

Hal ini dilakukan agar pengamatan lebih fokus dan hasil riset dapat terdokumentasi dengan baik.

Para peneliti mencatat proses gerhana bulan total terdiri dari beberapa fase, mulai dari awal masuk penumbra, kemudian fase parsial, hingga mencapai totalitas pada pukul 01.11 WIB. Setelah itu, bulan perlahan meninggalkan bayangan bumi hingga kembali bersinar normal.

Baca juga:   Eiger Adventure Land Hadirkan Ekowisata Berstandar Internasional

Fenomena Langka

Gerhana bulan total bukan fenomena yang terjadi setiap tahun. Di Indonesia, peristiwa serupa diperkirakan baru akan kembali terlihat dengan jelas pada tahun 2033.

“Fenomena ini tidak hanya penting bagi astronom, tetapi juga bisa menjadi sarana edukasi dan menumbuhkan minat masyarakat pada ilmu pengetahuan, khususnya astronomi,” tambah Agus.

Dengan keberhasilan pengamatan ini, Observatorium Bosscha menegaskan kembali perannya sebagai pusat penelitian dan edukasi astronomi di Indonesia. Sementara bagi masyarakat umum, fenomena Blood Moon dini hari tadi menjadi tontonan langit yang menakjubkan dan berkesan. (uby)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: Blood MoonFenomena Blood Moongerhana bulan totalObservatorium Bosscha


Related Posts

Gerhana Bulan Total
HEADLINE

Gerhana Bulan Total Terjadi, Bandung Amati Fase Puncak

4 Maret 2026
gerhana bulan
HEADLINE

Simak Jadwal Lengkap Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026

25 Februari 2026
Gerhana Bulan Total berikutnya akan terjadi pada Selasa (3/3/2026). Momen ini bertepatan dengan Ramadan 1447 Hijriah. Foto: Yasser Al Zayyat/AFP
HEADLINE

Fenomena Langka Blood Moon 3 Maret 2026: Gerhana Bulan Total Menghiasi Langit Indonesia di Bulan Ramadan

21 Februari 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Persib Bandung
HEADLINE

Pelatih Persib Bandung Pede Curi Poin Penuh di Kandang Dewa United

20 April 2026

WWW.PASJABAR.COM - Persib Bandung menebar ancaman serius jelang laga tandang kontra Dewa United pada pekan ke-28 Super...

google

Google Perluas Strategi Wearable Lewat Kacamata Pintar Gucci Berbasis XR

19 April 2026
Permendiktisaintek

Cabut Permendiktisaintek No 3 Tahun 2026, Karena Tidak Adil Bagi PTS

19 April 2026
unpad

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

19 April 2026
bnpb

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 April 2026

Highlights

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

Dies Natalis UIN Bandung, Dedi Dorong Akses Kuliah Gratis

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.