Bandung, www.pasjabar.com — Masa depan gelandang asing Persib Bandung, Wiliam Marcilio, sudah berada di ujung tanduk. Pemain asal Brasil itu dipastikan akan segera meninggalkan skuad Maung Bandung setelah kontraknya diselesaikan berdasarkan kesepakatan bersama manajemen.
Keputusan ini menarik polemik, mengingat Marcilio sempat menjadi pemain yang didatangkan atas permintaan pelatih Bojan Hodak sendiri.
Sejak awal kedatangannya dari Arema FC, Wiliam Marcilio memang kesulitan menembus skuad inti Persib dan lebih sering menghabiskan waktu di bangku cadangan.
Namun kini, nasibnya benar-benar suram, memaksa Hodak memberikan penjelasan detail mengenai pencoretan pemain yang sebenarnya memiliki kualitas mumpuni.
Bojan Hodak Singkirkan Wiliam Marcilio, Akibat Kegagalan Beradaptasi dengan Gaya Bermain Hodak
Bojan Hodak mengakui bahwa ia mendatangkan Wiliam Marcilio karena kualitas yang dimilikinya.
Namun, kualitas yang ditunjukkan sang pemain di klub sebelumnya, Arema FC, ternyata tidak berlanjut saat berseragam Persib.
Menurut Hodak, ini murni disebabkan oleh perbedaan visi dan gaya bermain.
“Mengenai Wiliam, dia datang ke sini, dia mempunyai kualitas tentu saja, dia bermain dengan menunjukkan kualitasnya,” ujar Bojan Hodak, Kamis (4/12/2025).
Inti permasalahannya terletak pada ketidakmauan sang gelandang untuk mengubah gaya bermainnya sesuai skema yang diinginkan pelatih asal Kroasia itu.
“Sejak hari pertama dia datang ke sini, saya meminta untuk mengubah gayanya dan untuk beradaptasi dengan tim. Tapi dia tidak melakukannya hingga hari ini,” tutur Hodak, menegaskan bahwa waktu yang diberikan sudah cukup lama.
Hodak menambahkan bahwa ia tidak bisa lagi memberikan toleransi. Bagi Hodak, seorang pemain harus siap beradaptasi jika ingin bermain di level tertinggi dan bersaing di skuad Persib.
Kekecewaan Selama Empat Bulan Berbuah Bojan Hodak Singkirkan Wiliam Marcilio
Untuk meredam spekulasi, Bojan Hodak menegaskan bahwa keputusan untuk menyingkirkan Wiliam Marcilio bukan didasari oleh performa buruk dalam satu pertandingan saja.
Kekecewaan Hodak telah memuncak setelah berbulan-bulan mencoba mengubah dan mengadaptasi gaya bermain sang pemain.
“Jadi ini bukan karena pertandingan melawan Lion (City Sailors), tapi ini karena empat bulan (sejak datang ke Bandung),” ucapnya.
Menurut Hodak, kegagalan Marcilio untuk mengubah diri, meskipun memiliki kualitas teknis yang baik, adalah faktor yang tidak bisa ditoleransi dalam skuad ambisius seperti Persib.
Ia bahkan menyimpulkan bahwa meskipun Marcilio adalah sosok yang baik, kegagalannya untuk beradaptasi berarti ia tidak bisa bermain di level ini.
Kesan Positif dan Saran Karier untuk Marcilio
Meskipun harus mengambil keputusan pahit, Hodak mengungkap kesan positifnya terhadap Wiliam Marcilio sebagai pribadi.
Pria asal Kroasia itu bahkan mendoakan yang terbaik untuk karier sang pemain di masa depan.
“Dirinya pemain yang bagus, tetapi satu hal adalah kalau dia tidak bisa mengubahnya, dia tidak bisa bermain dalam level ini. Itu saja,” jelas Hodak.
Hodak bahkan memberikan saran agar Marcilio mencari klub lain di Indonesia yang mungkin cocok dengan gaya bermainnya.
“Dia adalah orang yang baik, tapi dia tidak bisa berubah, dan saya tidak bisa mengubahnya. Mungkin dia bisa saja bermain di klub-klub lain di Indonesia, tapi tidak dengan Persib,” pungkas Bojan Hodak, menutup babak karier Wiliam Marcilio di Maung Bandung. (Ars)












