CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 20 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Studi Ungkap Saran Medis Chatbot AI Kerap Tidak Akurat

Hanna Hanifah
25 Februari 2026
chatbot

ilustrasi. (foto: ChatGPT)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

WWW.PASJABAR.COM – Sebuah studi yang baru diterbitkan di jurnal Nature Medicine mengungkapkan bahwa saran kesehatan dari chatbot kecerdasan buatan (AI) kerap tidak akurat dan berpotensi menimbulkan risiko. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa sedikit perubahan dalam susunan kata pertanyaan dapat memengaruhi kualitas jawaban yang diberikan chatbot.

Dilaporkan oleh Channel News Asia, Minggu (22/2/2026) waktu setempat, dilansir dari ANTARA, studi ini melibatkan 1.200 peserta asal Inggris yang sebagian besar tidak memiliki latar belakang medis. Mereka diberikan skenario medis terperinci, mencakup gejala, gaya hidup, dan riwayat kesehatan, lalu diminta berkonsultasi dengan chatbot untuk menentukan langkah selanjutnya, seperti perlu tidaknya memanggil ambulans atau cukup melakukan perawatan mandiri di rumah.

Baca juga:   Pemkot Bandung Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah untuk 2025

Akurasi Rendah Jika Informasi Tak Lengkap

Hasilnya, peserta hanya memilih tindakan yang dinilai “benar” oleh panel dokter kurang dari separuh waktu. Tingkat keberhasilan dalam mengidentifikasi kondisi medis secara tepat. Seperti batu empedu atau perdarahan subarachnoid, bahkan hanya sekitar 34 persen.

Peneliti menemukan hampir setengah kesalahan terjadi akibat pengguna tidak memasukkan informasi penting atau gejala paling relevan. Sehingga chatbot memberikan saran berdasarkan gambaran yang tidak lengkap. Sebaliknya, ketika peneliti langsung memasukkan skenario medis lengkap ke dalam sistem, chatbot mampu mendiagnosis dengan benar hingga 94 persen.

Baca juga:   Kemenag Susun Regulasi Baru Jadikan PAUDQU Pendidikan Formal

Profesor di Oxford Internet Institute sekaligus penulis senior studi, Adam Mahdi, menilai pertanyaan medis yang rapi dan lugas tidak mencerminkan kondisi nyata pasien.

“Kedokteran tidak seperti itu. Kedokteran itu berantakan, tidak lengkap, dan bersifat stokastik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Departemen Kedokteran di University of California San Francisco, Robert Wachter, menekankan pentingnya pengalaman klinis dalam memilah informasi relevan.

Baca juga:   Patrick Kluivert Panik, Lihat Australia Ingin Gabung Piala AFF

“Ada banyak keajaiban kognitif dan pengalaman yang dibutuhkan. Untuk menentukan elemen-elemen penting dari suatu kasus,” katanya.

Penulis utama studi, Andrew Bean, menyebut chatbot seharusnya lebih aktif mengajukan pertanyaan lanjutan layaknya dokter. Para peneliti menyimpulkan, model AI saat ini belum siap digunakan secara langsung dalam perawatan pasien. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: AIchatbotchatbot AIsaran kesehatan


Related Posts

AI smart city
HEADLINE

Canggih, Polisi di Bandung Gunakan AI CCTV Smart City Pantau Arus Mudik

19 Maret 2026
prompt ramadhan
HEADLINE

Prompt Ramadhan di ChatGPT Indonesia Naik 85 Persen

27 Februari 2026
AI Ubah Peta Pendidikan Tinggi, SEVIMA dan Prof. Rhenald Kasali Dorong Kampus Bertransformasi
PASPENDIDIKAN

AI Ubah Peta Pendidikan Tinggi, SEVIMA dan Prof. Rhenald Kasali Dorong Kampus Bertransformasi

21 Februari 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

ITB SSU
HEADLINE

ITB Perpanjang Pendaftaran SSU 2026, Beri Kesempatan Lebih Luas

20 April 2026

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Tingginya minat calon mahasiswa dari berbagai daerah mendorong Institut Teknologi Bandung (ITB) memperpanjang masa pendaftaran...

bumd sangga buana

Pemprov Jabar Akan Gabungkan BUMD dalam Holding Sangga Buana

20 April 2026
minyakita

Sidak Minyakita Bandung Temukan Distribusi Tidak Merata dan Harga Naik

20 April 2026
Persib Bandung

Musim ‘Gila’ dan Menantang untuk Persib Bandung

20 April 2026
Cibeber

Jalur KA Cibeber – Lampegan Ditutup, Perjalanan KA Siliwangi Dibatalkan

20 April 2026

Highlights

Musim ‘Gila’ dan Menantang untuk Persib Bandung

Jalur KA Cibeber – Lampegan Ditutup, Perjalanan KA Siliwangi Dibatalkan

Pelatih Persib Bandung Pede Curi Poin Penuh di Kandang Dewa United

Pelatih Persib Bandung Pede Curi Poin Penuh di Kandang Dewa United

Psywar Tipis-tipis Pemain Persib Marc Klok untuk Nick Kuipers

Dari Indonesia untuk Gaza: Wakaf Salman Terlibat dalam Pelayaran Kemanusiaan GSF

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.