CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Kamis, 16 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASBISNIS

Pandemi Covid-19, Peternak Khwatir Harga Pakan Ternak Naik Imbas Dolar Kian Menguat

admin
14 April 2020

pedagang ayam (ist)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Persoalan harga ayam di tingkat peternak yang dibawah HPP belum terselesaikan, kini para peternak dibayangi kekhawatiran persoalan baru. Pandemi Covid-19 yang masih melanda di Indonesia dan di negara lainnya di dunia dikhawatirkan akan berdampak pada melemahnya rupiah dan menguatnya dolar. Kondisi ini dikhawatirkan akan  mempengaruhi harga pakan ternak.

Asrul, peternak asal Banten  mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum melihat adanya terobosan solusi dari pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi peternak selama dua tahun terakhir.  Belum lagi para peternak dikhawatirkan adanya kabar harga pakan juga akan mengalami kenaikan dikarenakan menguatnya harga dollar karena Corona.

“Jika ini benar dan kondisi ini berlanjut sampai 1 tahun mendatang populasi seluruh peternak mandiri akan habis,” katanya, Rabu (15/4/2020)

Baca juga:   Unpad Lockdown, Kampus Suplai Makanan untuk 364 Mahasiswa di Asrama Jatinangor

Ia mengatakan sebelum pandemi Covid-19, peternak sudah mengalami kerugian karena sepanjang akhir 2018 sampai dengan sebelum Corona, harga ayam selalu jauh dibawah harga acuan pembelian pemerintah Permendag No 7 tahun 2020 dimana harga pembelian ayam hidup dipeternak minimal  Rp19.000 perkilogram.

Menurutnya, tidak berjalannya penegakan Peraturan Menteri Perdagangan nomor 7 tahun 2020 tentang harga pembelian ayam hidup minimal Rp 19.000 perkilogram. “Hal ini mengindikasikan pemerintah tidak hadir untuk menyelesaikan permasalahan perunggasan dua tahun terakhir terutama saat menghadapi Corona, ” katanya.

Keluhan juga diungkapkan, Nur maulana, peternak mandiri di wilayah Sukabumi-Cianjur. Ia mengatakan, harga ayam hidup dibawah HPP sudah berlangsung selama 19 bulan. Kondisi ini sangat memukul perekonomian peternak. Kondisi ini makin parah dengan adanya pandemi covid -19.

Baca juga:   Menkes : Target Penanganan Pandemi COVID-19 untuk Turunkan Penularan

“Wabah ini juga membuat serapan pasar turun hampir 35%. Karena orang malas ke pasar, belum lagi jam buka pasar yang dibatasi. Akibatnya ayam numpuk dimana mana, karena ayam susah dijual,” katanya.

Untuk Priangan timur sendiri, katanya, kondisi harga ayam hidup sangat memprihatinkan, bahkan penawaran broker sampai Rp 5.000 perkilogram hidup. Hal ini dikarenakan banyaknya pembangunan kandang baru dengan kapasitas besar. Selain itu kiriman ayam dari jateng dengan harga yang sangat murah semakin menambah penderitaan peternak rakyat Priangan.

Baca juga:   Puluhan Warga Masih Dinyatakan Hilang Pascalongsor Cihanjuang

Kondisi seperti ini dikhawatirkan pula akan semakin sulit dengan adanya pemberlakuan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSSB). Karena PSSB mau tidak mau bisa menyebabkan terbatasnya aktifitas masyarakat. Kondisi ini mempengaruhi aktivitas jual beli termasuk pembelian harga ayam.

“Kami menelan  kerugian, karena serapan berkurang. Harga dibawah HPP juga membuat kami rugi kurang lebih 10.000 rupiah per kilogram. Jika kondisi ini terus berlanjut dan tidak ada solusi dari pemerintah semua usaha peternak tutup. Karena sejak agustus 2018 lalu sampai  sebelum adanya Corona usaha peternakan kami selalu merugi dikarenakan harga ayam hidup  yang selalu jauh dibawah harga acuan pemerintah” katanya. (*/j-be)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: COVID-19pademi coronapeternak ayam


Related Posts

COVID-19
HEADLINE

Kasus COVID-19 Naik, Menkes Minta Masyarakat Waspada

11 Juni 2025
Kasus COVID
HEADLINE

RSHS Bandung Siaga Hadapi Potensi Lonjakan Kasus COVID-19

9 Juni 2025
Harga Pakan Naik, Peternak Ayam di KBB Terancam Gulung Tikar
HEADLINE

Harga Pakan Naik, Peternak Ayam di KBB Terancam Gulung Tikar

23 Januari 2024

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

pasundan law fair 2026
HEADLINE

Pasundan Law Fair 2026 Sukses Digelar, Ajang Nasional Adu Gagasan dan Kompetensi Mahasiswa Hukum

16 April 2026

# pasundan law fair 2026 BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM -- Ajang bergengsi Pasundan Law Fair 2026 kembali sukses diselenggarakan...

harga plastik

Kenaikan Harga Plastik Picu Penurunan Sampah di Kota Cimahi

16 April 2026
Agus Sutisna

Agus Sutisna Ditemukan Tewas Setelah Terjun Selamatkan Siswi Hanyut

16 April 2026
remaja hanyut

Remaja Tewas Hanyut di Sungai Cibanjaran, Penolong Masih Hilang

16 April 2026
potensi cuaca ekstrem

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sumatra hingga Jawa

16 April 2026

Highlights

Remaja Tewas Hanyut di Sungai Cibanjaran, Penolong Masih Hilang

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sumatra hingga Jawa

Rektorat Unpad Nonaktifkan Dosen Diduga Terlibat Kekerasan Seksual, Dan Lakukan Investigasi

Transformasi RS Rajawali, Primaya Perkuat Layanan Medis Modern di Bandung

Kenalan Lewat Game Online Siswi SMP di Bandung Barat Diculik Remaja

NASA Pilih Voyager untuk Misi Astronot Swasta Ketujuh ke ISS

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.