CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Jumat, 17 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASNUSANTARA

Tiada Rumah Tanpa Kolam di Desa Wisata Koto Mesjid Riau

Tiwi Kasavela
13 September 2021
Tiada Rumah Tanpa Kolam di Desa Wisata Koto Mesjid Riau

Tiada Rumah Tanpa Kolam di Desa Wisata Koto Mesjid Riau. (ist)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

RIAU, WWW.PASJABAR.COM– Tahapan visitasi dan penilaian terhadap 50 desa wisata terbaik di Ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 terus digulirkan.

Kali ini Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, melakukan visitasi ke Desa Wisata Koto Mesjid yang terletak di kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Minggu (12/9/2021).

Desa Wisata Koto Mesjid merupakan desa pemekaran dari Desa Pulau Gadang pada tahun 1999. Desa ini lebih dikenal dengan sebutan Kampung Patin.

Lantaran memiliki budidaya ikan patin yang luar biasa. Sehingga desa ini mempunyai moto ‘tiada rumah tanpa kolam’.

Hampir setiap rumah yang ada di Kampung Patin memiliki paling tidak satu kolam patin. Dalam sebulan masyarakat setempat dapat memanen 390 hingga 400 ton ikan patin.

“Hari ini kita melihat bahwa Desa Wisata Koto Mesjid sudah menjadi inspirasi, sudah menjadi satu semangat kita semua. Ini adalah simbol kebangkitan ekonomi nasional. Dan hari ini kita canangkan patin harus go internasional, menggantikan salmon. Karena ikan patin Indonesia memiliki kualitas yang baik dan bergizi tinggi, terutama di Provinsi Riau dibandingkan dengan jenis ikan patin di negara lain,” kata Menparekraf Sandiaga dalam rilis yang diterima PASJABAR.

Ikan patin di Desa Wisata Koto Mesjid kemudian diolah masyarakat menjadi berbagai macam produk kuliner dengan cita rasa yang unik, seperti kerupuk kulit patin, abon patin, bakso patin, siomay patin, nuget patin, otak-otak patin, cilok patin, ikan asin patin, batagor patin, hingga es dawet patin, serta ada pula keripik batang pisang, dan kelapa jelly (dekla).

Baca juga:   KEK Tanjung Lesung Angkat Tren Localize

Tidak hanya itu saja, produk ekonomi kreatif di Kampung Patin ini juga sangat menarik. Misalnya saja produk kriya dari hasil olahan bambu, seperti rotan, dan pandan.

Bahkan teman difabel (tuna rungu) juga ikut serta dalam mengolah produk kriya olahan bambu lidi rotan.

Yang tidak kalah menarik, Desa Wisata Koto Mesjid ini memiliki program home recycle creative, di mana produk-produk ekonomi kreatifnya memanfaatkan sampah yang masih layak pakai atau limbah paralon, lalu dibuat menjadi pot, tempat tisu, baki gelas, hiasan dinding dan piring lidi rotan.

Selain mengurangi sampah juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Ada pula produk fesyen yang dihasilkan, yakni batik khas Kampar, tas rajut, hingga sendal rajut.

Keunggulan lain yang menjadi daya tarik Desa Wisata Koto Mesjid adalah wisata alam dan buatan.

Untuk wisata alamnya sendiri terdapat Sungai Kampar, yang menjadi salah satu sungai terpanjang di Riau, dengan panjang 600 km.

Ada juga Sungai Gagak, yang memiliki air terjun yang indah. Serta Lembah Aman dan Talau Pusako.

Kemudian, untuk wisata buatannya terdapat danau atau waduk buatan yang pada tahun 1991 dimanfaatkan untuk PLTA.

Namun kini danau tersebut dijadikan sebagai tempat wisata, karena memiliki pemandangan alam yang sangat cantik seperti di Raja Ampat.

Baca juga:   Tukar Uang Baru untuk Lebaran 2025? Simak Jadwal Layanan BI

Sehingga sering disebut ‘Raja Lima’ dari Riau. Danau buatan tersebut dapat dilihat dari Puncak Kompe, salah satu spot instagramable di desa ini.

“Saya berharap di masa pandemi COVID-19 ini akan semakin membuka peluang kita, untuk mencintai destinasi-destinasi wisata khususnya di Riau dengan hashtag KeRiauAja, tidak perlu ke luar negeri, karena jika kangen ke Raja Ampat ada di sini,” katanya.

Bagi wisatawan yang ingin bermalam di Desa Wisata Koto Mesjid tidak perlu khawatir. Karena desa ini memiliki 18 homestay yang diberi nama homestay patin 1 hingga 18. Konsep yang diusung homestay ini yaitu ‘rumah warga’, sehingga wisatawan dapat merasakan seperti tinggal sebagai warga lokal.

Sementara, Gubernur Provinsi Riau, Syamsuar berharap Menparekraf Sandiaga juga dapat mendorong destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif lainnya yang ada di Riau agar semakin berkualitas dan mampu menarik minat wisatawan baik dari domestik maupun mancanegara.

“Kami sangat berharap dukungan dari Mas Menteri. Apalagi Riau ini berhadapan langsung dengan Malaysia. Seperti Bintan yang berhadapan dengan Singapura,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Menparekraf didampingi oleh Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf/Baparekraf, Indra Ni Tua.

Borong Semua Produk Ekraf Kampung Patin

Setibanya Menparekraf Sandiaga di Kampung Patin, ia dijemput oleh odong-odong yang menjadi salah satu alat transportasi khas Kabupaten Kampar, sekaligus sebagai mata pencaharian warga lokal, dengan kapasitas delapan orang.

Baca juga:   Ranperda Desa Wisata Disahkan DPRD Jabar

Menparekraf pun disambut oleh Gubernur Provinsi Riau Syamsuar, Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Roni Rakhmat, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar Zulia Dharma, Kepala Desa Koto Mesjid Ajurnalis, serta para pejabat di lingkungan Provinsi Riau, Kabupaten Kampar, Pokdarwis, dan juga masyarakat setempat. Seperti diketahui, Provinsi Riau tepatnya di Kabupaten Rumbai, Pekanbaru merupkan tempat kelahiran Menparekraf Sandiaga Uno.

Berbagai atraksi seni dan budaya pun ditampilkan untuk menyambut Menparekraf, seperti marawis, tari pasombahan, tari losung, dan pecak silat perisai yang diiringi dengan musik tradisional Gobano.

Dalam kesempatan itu, Menparekraf juga menjumpai sentra-sentra ekonomi kreatif. Salah satunya sentra kuliner yang dimotori oleh ibu-ibu pengolah salah satu kuliner berbahan baku ikan patin yaitu rendang patin.

Tidak hanya sekadar melihat booth saja, Menparekraf juga tertarik untuk ikut memasak bersama ibu-ibu tersebut.

Menparekraf lalu memborong semua produk ekonomi kreatif yang dihadirkan dalam sentra tersebut.

Ibu Husni, salah seorang yang produk kerupuk lomang balado dan kerupuk jengkolnya diborong oleh Menparekraf, mengaku sangat senang dan terharu.

Ia berharap Menparekraf dapat membantu mempromosikan produk yang dihasilkannya.

Selain itu, Menparekraf juga menyaksikan para pengrajin membuat suvenir kriya, yaitu batik khas Kampar. Ada pula produk lain yang ditampilkan seperti tas rajut, sepatu rajut, kalung, miniatur perahu, hingga gantungan kunci rajut. (*/tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Desa Wisata


Related Posts

Desa Wisata Baros Kabupaten Bandung Masuk ke-75 Desa Wisata Terbaik se-Indonesia
PASBANDUNG

Desa Wisata Baros Kabupaten Bandung Masuk ke-75 Desa Wisata Terbaik se-Indonesia

20 Mei 2023
Desa Wisata Binong dan KWK Cigadung Masuk 500 Besar ADWI 2023
PASBANDUNG

Desa Wisata Binong dan KWK Cigadung Masuk 500 Besar ADWI 2023

19 Maret 2023
Pemkab Bandung Target Akan Bangun100 Desa Wisata
PASBANDUNG

Pemkab Bandung Target Akan Bangun100 Desa Wisata

8 Oktober 2022

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

instagram/@zonanaetral5
HEADLINE

Hasil Piala AFF U-17 2026: Indonesia Takluk 0-1 dari Malaysia, Langkah ke Semifinal Terancam!

16 April 2026

GRESIK, WWW.PASJABAR.COM – Sebagai tuan rumah ajang ASEAN U-17 Boys' Championship 2026, Timnas Indonesia harus menelan pil...

pasundan law fair 2026

Pasundan Law Fair 2026 Sukses Digelar, Ajang Nasional Adu Gagasan dan Kompetensi Mahasiswa Hukum

16 April 2026
harga plastik

Kenaikan Harga Plastik Picu Penurunan Sampah di Kota Cimahi

16 April 2026
Agus Sutisna

Agus Sutisna Ditemukan Tewas Setelah Terjun Selamatkan Siswi Hanyut

16 April 2026
remaja hanyut

Remaja Tewas Hanyut di Sungai Cibanjaran, Penolong Masih Hilang

16 April 2026

Highlights

Agus Sutisna Ditemukan Tewas Setelah Terjun Selamatkan Siswi Hanyut

Remaja Tewas Hanyut di Sungai Cibanjaran, Penolong Masih Hilang

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sumatra hingga Jawa

Rektorat Unpad Nonaktifkan Dosen Diduga Terlibat Kekerasan Seksual, Dan Lakukan Investigasi

Transformasi RS Rajawali, Primaya Perkuat Layanan Medis Modern di Bandung

Kenalan Lewat Game Online Siswi SMP di Bandung Barat Diculik Remaja

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.