CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 18 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Aweuhan Pasundan: Bagian I Politik & Geopolitik “Relevansi Pemikiran Djuanda”

Hanna Hanifah
9 Agustus 2024
pasundan

Tangkapan Layar - Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si. (Foto; Pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Oleh: Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si.

Paguyuban Pasundan
Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si. (foto: pasjabar)

BANUDNG, WWW.PASJABAR.COM – Sejarah menunjukkan bahwa Ir H Juanda Kartawidjaja adalah sosok multidimensi dengan visi yang jauh ke depan. Dia adalah manusia Sunda, religius, pendidik, teknokrat, dan negarawan. Juanda adalah seorang guru formal maupun guru bagi banyak tokoh. Sebagai guru formal, dia aktif dalam organisasi Muhammadiyah, dan pernah menjadi Direktur Sekolah Menengah Moehammadjjah Djakarta hingga 1937.

Sebagai manusia Sunda, pandangannya bisa kita tangkap dari pernyataannya dalam acara “Pangemoet-ngemoet Ngadegna Pagoejoeban Pasoendan 25 Taoen (1940)”.

”Halna Pasoendan pohara katarikna koe oeroesan pangadjaran djeung didikan pikeun Rahajat, dilantarankeun koe toedjoeanana noe ngaradegkeun eta Pagoejoeban, nja eta: ngadjoengdjoeng bangsa Indonesia pikeun ngoedag angen-angenna noe leuwih loehoer tina hal papar€ntahan nagara, €conomie djeung sociaal. Ngarangsodkeun harkat daradjat bangsana sina sadjadjar djeung bangsa2 noe sawawa.” (Paguyuban Pasundan: PP sangat tertarik terhadap masalah pengajaran dan pendidikan untuk rakyat, sebab berkaitan dengan tujuan pendirian paguyuban tersebut, yaitu untuk menjunjung bangsa Indonesia agar bisa mencapai cita-cita luhur dalam hal pemerintahan, ekonomi dan sasial, serta meningkatkan martabat bangsa agar sejajar dengan bangsa-bangsa yang telah dewasa).

Ketertarikannya bergabung dengan PP menurut buku Ir H Djuanda (2001) adalah karena, “Perkenalannya dengan Otto Iskandar Dinata dan para anggota pengurus organisasi itu.” Namun, besar kemungkinan sebelumnya sejak menjadi mahasiswa THS (ITB sekarang) atau bahkan masa-masa sekolah menengahnya, ia telah bersentuhan dengan PP melalui salah satu medianya, Sipatahoenan. Dalam Ensiklopedi Sunda disebutkan bahwa Djuanda ”sebagai mahasiswa lambat laun tertarik kepada masalah kemasyarakatan dan politik berkat membaca surat kabar Sipatahoenan dan mendengarkan pidato Ir Soekarno, Ketua PNI.

Baca juga:   Tuti Raih Doktor Ilmu Sosial Unpas, Kaji Pengembangan BLK-K

Di lain pihak, Soekarno juga jatuh hati kepada tokoh kalem kelahiran Tasikmalaya, 14 Januari 1911 ini. Sejak tahun 1946 hingga 1962, Soekarno menugaskan dia dalam berbagai posisi, menteri perhubungan, menteri pekerjaan umum, menteri pertahanan, menteri perecanaan, dan perdana menteri. Bila Soekarno ke luar negeri, Djuanda adalah pelaksana tugas presiden. Tidak heran, almarhum dijuluki sebagai “Menteri Maraton,” yaitu tokoh yang terus-menerus diberi kepercayaan.

Sebagai menteri dengan portofolio ekonomi, infrastruktur, dan pertahanan Djuanda bisa mengadministrasi pembangunan dengan baik. Dia memimpin pengambilalihan kereta api dari Jepang, membangun pelabuhan udara Angkatan Laut di Surabaya, Bendungan Jatiluhur, dan lain-lain. Bisa dikatakan, dia adalah arsitek ekonomi Indonesia. Ketika Juanda wafat pada 7 November 1963, Soekarno sangat kehilangan. Robert Cribb dan Audrey Kahin dalam Kamus Sejarah Indonesia menulis, sepeninggal Djuanda, Soekarno tak punya lagi kebijakan ekonomi pada era akhir Demokrasi Terpimpin.

Pada 13 Desember 1957, Perdana Menteri Djuanda kepada dunia mengumumkan bahwa segala perairan di sekitar, di antara, dan yang menghubungkan pulau-pulau di dalamnya, dengan tidak memandang luas atau lebarnya, merupakan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Deklarasi Juanda ini digodok oleh Kol Laut RMS Pirngadi, Mochtar Kusumaatmadja, dan Hasjim Djalal.

Baca juga:   Fakultas dan Dekan Kedokteran Diresmikan Rektor Unpas

Pengumuman ini tentu ditentang dunia, terutama oleh Amerika, Inggris, Australia, Jepang, dan Selandia Baru. Negara-negara ini sangat berkepentingan untuk mengeksploitasi laut-laut luar maupun laut antarpulau nusantara. Sepeninggal Djuanda, Mochtar dan Hasjim memperjuangkan konsep ini dalam perdebatan Konvensi Hukum Laut (UNCLOS) III yang berlangsung 1973 hingga 1982. Konvensi yang menggantikan Konvensi Hukum Laut 1958 ini menerima Deklarasi Djuanda. Luas NKRI bertambah, dari 2 juta kilometer persegi menjadi 5,1 juta km persegi.

Meski sudah menjadi tokoh nasional dan negarawan, Djuanda tetap memperhatikan nasib Tatar Sunda dan Ki Sunda. Dalam hal ini, antara lain, dia aktif sebagai Ketua Panitia Penolong Korban Kekacauan di Jawa Barat akibat pemberontakan DII/TII. Bersama antara lain dengan Sanusi Harjadinata, Didi Kartasasmita, Syafruddin Prawiranegara, dan Iwa Kusumasumantri, mendirikan Yayasan Pembangunan Jawa Barat pada 10 April 1956. Sebagaimana dicatat Ensiklopedi Sunda, pendirian yayasan tersebut, sebagai pengupayaan kesejahteraan serta pembangunan di Jawa Barat, juga untuk memelihara, melestarikan, dan mengembangkan kebudayaan daerah Sunda untuk kejayaan nasional Indonesia.

Kekinian

Sekarang ini Indonesia sedang menghadapi persoalan domestik dan internasional. Persoalan dalam negeri di antaranya pembangunan infrastruktur seperti jalan, rel kereta, bandara, bendungan, dan pembangkit listrik. Berbagai negara seperti Cina, Amerika, Jepang, dan negeri-negeri Timur Tengah melihat Indonesia sebagai lahan investasi yang menarik. Selain itu, pemerintah juga sedang mengamankan wilayah laut dari pencurian ikan.

Baca juga:   Persib Kenalkan Jersey Anyar dan Skuad Baru Liga Musim 2025-2026

Persoalan internasional yang sangat dekat sekarang adalah menguatnya Cina di kawasan Asia Pasifik. Satu dekade lalu, Cina masib disibukkan dengan pembangunan dalam negerinya sehingga tidak punya cukup waktu untuk bersuara keras dalam sengketa wilayah laut di Laut Cina Selatan. Kini Beijing dengan angkatan lautnya yang sangat kuat, sudah hadir di kawasan ini. Laut Cina Selatan bisa menjadi bara api.

Melihat perkembangan domestik dan regional ini, sangat terasa betapa visi Djuanda yang oleh majalah Kementerian Keuangan dijuluki Satu Nama dengan Seribu Jasa” ini, masih sangat relevan.

Mengadministrasi pembangun infrastruktur, mengelelola keuangan, sambil menjaga kedaulatan bangsa di tengah gejolak dunia adalah upaya yang tidak mudah. Ada baiknya para pengelola negara ini membaca bagaimana seorang Djuanda bisa mengelola pembangunan di tengah suasana pemberontakan dalam negeri, kesulitan keuangan, dan dalam tekanan perang dingin Barat vs Timur.

Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri dengan Keppres No 126 Tahun 2001, mencanangkan tanggal 13 Desember sebagai Hari Nusantara. Paguyuban Pasundan berharap agar nilai-nilai Djuanda ini terus digali, disosialisasikan, dan dibudayakan karena Djuanda adalah sosok manusia Indonesia seutuhnya, setia pada akar budaya, religius, cerdas, dan negarawan. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Milangkala Paguyuban Pasundan Ke-111paguyuban pasundanpasundan


Related Posts

pasundan law fair 2026
HEADLINE

Pasundan Law Fair 2026 Sukses Digelar, Ajang Nasional Adu Gagasan dan Kompetensi Mahasiswa Hukum

16 April 2026
Negeri Segudang Seruan
HEADLINE

Negeri Segudang Seruan

14 April 2026
LPG
HEADLINE

Isu Kelangkaan LPG, Pertamina Pastikan Stok Nasional Tetap Aman

30 Maret 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Foto: Paul Childs/Action Images via Reuters
HEADLINE

Prediksi Chelsea vs Manchester United: Misi Bangkit Si Biru di Tengah Ancaman Setan Merah

18 April 2026

LONDON, WWW.PASJABAR.COM – Pekan ke-33 Liga Inggris 2025/2026 akan menyuguhkan duel klasik penuh gengsi antara Chelsea vs...

Herve Renard. (REUTERS/Stringer)

Kejutan Besar! Herve Renard Resmi Dipecat Arab Saudi Jelang Piala Dunia 2026

18 April 2026
FSV Mainz 05 vs Racing Strasbourg. (Getty Images)

Drama dan Kericuhan di Prancis: Mainz 05 Tersingkir Tragis, Nadiem Amiri Diganjar Kartu Merah

18 April 2026
Hasil Sassuolo vs Como 1907. (Foto: Getty Images/Luca Amedeo Bizzarri)

Jay Idzes Tak Tergantikan! Tampil Tangguh Bawa Sassuolo Tumbangkan Como 1907 di Serie A

18 April 2026
Hasil Inter vs Cagliari. (Foto: Getty Images/Marco Luzzani)

Inter Milan Gilas Cagliari 3-0, Nerazzurri Kian Tak Terbendung di Puncak Klasemen

18 April 2026

Highlights

Jay Idzes Tak Tergantikan! Tampil Tangguh Bawa Sassuolo Tumbangkan Como 1907 di Serie A

Inter Milan Gilas Cagliari 3-0, Nerazzurri Kian Tak Terbendung di Puncak Klasemen

Bukan untuk Kaum ‘Mendang-Mending’, Samsung Galaxy S26 Ultra Hadir dengan Spek Monster dan Harga Sultan

Dilema Lini Depan Mikel Arteta: Havertz atau Gyokeres untuk Redam Manchester City di Etihad?

Kritik Pedas Morten Hjulmand: Arsenal Tim Membosankan dan Tak Menarik Ditonton!

Gema Perlawanan dari Gedung Merdeka: Ratusan Massa di Bandung Tolak Normalisasi dengan Israel

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.