CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 14 Desember 2025
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASBANDUNG

Jangan Biarkan Mahasiswa Mencari Pendidikan Islam Sendiri

admin
16 Desember 2019
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Tokoh agama Prof. Dr. K.H Din Syamsuddin, M.A mengatakan jika mahasiswa dan pelajar sebaiknya diberikan pendidikan Islam yang apa adanya dengan penjelasan yang sebenarnya. Hal ini menjadi salah satu upaya agar mahasiswa dan pelajar tidak mencari tahu sendiri dan mengartikan sendiri, sehingga timbul pemikiran berbeda.

Hal tersebut diungkapkan Din Syamsuddin saat menjadi pembicara dalam Diskusi Radikalisme Agama dalam Sorotan Menuju Umatan Wasathan di Gedung Student Center Universitas Islam Bandung yang diselenggarakan Lembaga Studi Islam dan Pengembangan Kepribadian Universitas Islam Bandung (Unisba), Senin (16/12/2019).

Baca juga:   Sukses Berprestasi, Ini Tips Ghifari Mahasiswa FEB Unpas!

“Dalam pendidikan Islam khususnya jelaskan apa adanya, jangan dibiarkan mereka belajar sendiri.  Posisi Islam harus jelas, jadi tidak usah ada pemikiran pemberontakan,” tegasnya.

Dia mengatakan jika saat ini pemikiran Radikal sebetulnya bukan hanya ada di Islam, namun terjadi diseluruh agama yang ada. Namun dikarenakan adanya pemikiran radikal politik membuat Islam selalu dikaitkan dengan radikalisme.

“Padahal di era moderat saat ini tidak ada radikalisme agama, yang ada saat ini adalah radikalisme politik, jadi bukan radikal bukan semata disebabkan agama,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan pembicara lainnya yakni Prof. Dr. K.H Dadang Kahmad,M.Si, dijelaskannya jika pendidikan saat ini memang memerlukan perhatian luar biasa karena saat ini indikatornya peradaban.

Baca juga:   Mahasiswa ITB Raih Juara Utama IPSF Compounding Event Inter-Regional Competition 2022

“Karena peradaban ini banyak yang pintar tahu agama namun justru melakukan korupsi dan tidak kejahatan. Jadi agama tidak berbanding dengan kepribadian,” jelasnya.

Ia menyebutkan jika semua harus yakni dengan kebenaran agama, namun memang dalam perjalanannya bisa melahirkan interpretasi berbeda.

“Oleh karenannya dalam meberikan pendidikan agama, kita tidak harus melulu menyampaikan kepada oranng sudah mengerti dan mau, namun kita suka lupa menyampaikan kepada kaum marjinal. Dan ini lah mereka yang menginterpretasi dan mencari pemikiran sendiri tentang agamnya,” terangnya.

Baca juga:   Rifky Mahasiswa STKIP Pasundan Jalani Hidup dengan Bersyukur dan Postif

Sementara itu, Rektor Unisba, Prof Dr. H. Edi Setiadi, S.H.,M.H menyebutkan,  jika saat ini akademisi harus mulai mengartikan radikal bukan hanya dari kata -kata saja, namun harus memandang dari terminology yang lainnya.

“ Teriminologi radikalsme seperti apa, karena hanya dari kata saja, maka pengertiannya justru bagus yaitu inti. Dan yang sekarang berkembang adalah radikalisme negative, dan itu yang harus mulai dikaji oleh para akademisi termasuk Unisba. Dan kampus sebetulnya harus mengembangkan radikalisme postif,” ungkapnya. (tie)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: mahasiswaradikalismeunisbauniversitas islam bandung


Related Posts

FGD RUU Sisdiknas
HEADLINE

Paguyuban Profesor Jawa Barat Desak DPR RI Perbaiki RUU Sisdiknas

10 Desember 2025
Beasiswa Unpad untuk Mahasiswa
HEADLINE

Unpad Prioritaskan Beasiswa dan Dukungan Hidup 44 Mahasiswa Korban Bencana Sumatera

9 Desember 2025
Menteri HAM Natalius Pigai kunjungi Unisba usai insiden gas air mata. Ia jamin kebebasan akademik dan minta aparat kedepankan dialog. (Uby/pasjabar)
HEADLINE

Menteri HAM Natalius Pigai Tinjau Unisba Usai Penembakan Gas Air Mata

4 September 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Nadia Aisha Nurazmi.(DOK INSTAGRAM/@TIMINDONESIAOFFICIAL)
HEADLINE

Perenang Indonesia Lolos Final Renang SEA Games 2025 & Pecahkan Rekor Nasional

14 Desember 2025

BANGKOK, WWW.PASJABAR.COM – Cabang olahraga renang SEA Games 2025 di Bangkok kembali menjadi arena pertarungan bagi perenang-perenang...

Mohamed Salah mendapatkan aplaus dari fans usai kembali memperkuat Liverpool. (REUTERS/Phil Noble)

Mohamed Salah Comeback, Langsung Assist Gol Kedua Liverpool

14 Desember 2025
Ilustrasi kontingen Indonesia di SEA Games 2025. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)

Hasil Balap Sepeda Men’s Time Trial SEA Games 2025: Indonesia Raih Emas!

14 Desember 2025
(Foto: Official Persib)

Super League 2025/2026: Persib Hancur 0-2 di Kandang Malut United

14 Desember 2025
Marc Klok. (Foto: Dok. Ileague)

Marc Klok Tegaskan Persib Bidik Kemenangan Lawan Malut United

14 Desember 2025

Highlights

Super League 2025/2026: Persib Hancur 0-2 di Kandang Malut United

Marc Klok Tegaskan Persib Bidik Kemenangan Lawan Malut United

Malut United Vs Persib Super League 2025/2026: Tanpa Hodak

Alumni Network Forum 2025 FIB Unpad Dorong Reputasi QS Ranking

Teh Aanya Desak Mendagri Tindaklanjuti 10 CDOB dan Aspirasi Penting Jawa Barat

Cikuray Street Food Hadir, Tambah Destinasi Kuliner Baru Bandung

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.