CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 20 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

PTS dengan Guru Besar Terbanyak, Unpas Kukuhkan Lagi Dua Guru Besar

Yatti Chahyati
21 Oktober 2023
PTS dengan Guru Besar Terbanyak, Unpas Kukuhkan Lagi Dua Guru Besar

Pelantikan Dua Guru Besar Unpas, Sabtu (21/10/2023). (Foto : Eci/Pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

# Unpas Kukuhkan Guru Besar

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Universitas Pasundan (Unpas) makin mengokohkan diri menjadi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan jumlah guru besar terbanyak di wilayah Jawa Barat dan Banten.

Dan hari ini Sabtu (21/10/2023), Unpas kembali mengukuhkan dua guru besar, sehingga Unpas kini memiliki 41 Guru Besar.

Dua Guru Besar yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Ir. Yudi Garnida,M.P serta Prof. Dr. Anthon F. Susanto, S.H., M.Hum.

Keduanya di kukuhkan oleh Ketua Senat Universitas Pasundan didampingi Rektor Unpas, Dewan Pembina

Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan serta Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan di Aula Unpas, Jalan Tamansari, Bandung.

Rektor Unpas Prof. Dr. Ir. H. Eddy Jusuf Sp, M.Si., M.Kom., IPU. (Foto : Eci/Pasjabar)

“Dengan penambahan dua guru besar di Unpas, berarti ada peningkatan SDM Guru Besar kami, dan Insyaallah,

tidak lama lagi akan ada empat calon yang tinggal menunggu SK. Dengan penambahan dua Guru Besar, total

Guru Besar di unpas berjumlah 41 orang. Untuk lingkungan LLDIKI Jabar dan Banten Unpas terbanyak memiliki

Guru Besar karena di LLDIKI baru ada 136 Guru Besar dan 41 ada di Unpas. Mudah-mudahan teman-teman dan

dosen di Lektor kepala terinspirasi dan bisa segera menjadi Guru Besar,” tutur Rektor Unpas Prof. Dr. Ir. H. Eddy Jusuf Sp, M.Si., M.Kom., IPU.

Baca juga:   Unpas Kaji Perspektif Konflik Rusia - Ukraina Bagi Geopolsosek Indonesia

Karya Tulis di Jurnal

Ia menuturkan jika saat ini menjadi Guru Besar bukan perkara yang mudah, pasalnya, ada tantangan yang harus

dilalui, yang terberat yakni salah satu persyaratan yang harus mengupload karya tulis di jurnal bereputasi, dan harus bersaing dengan seluruh dosen di seluruh dunia.

“Tantangan terberat yakni harus menulis di jurnal berreputasi seperti scopus, sedangkan kita tahu jika profider

terindeks tersebut menerima naskah dari seluruh dunia. Sehingga antrian bisa terjadi dan tentu lama, selain itu

biayanya juga memang cukup besar,” jelas Prof Eddy.

Meski demikian, hadirnya dua guru besar baru di Unpas menjadi motivasi bagi semua dosen yang saat ini sudah menjadi lektor kepala agar segera menjadi Guru Besar.

“Memperoleh Guru besar bukan berorientasi pada materi, namun Guru Besar adalah rohnya dosen,  untuk

Memperoleh guru besar tanpa ada kesabaran dan kerja keras tidak mungkin seorang dosen bisa mencapai jabatan fungsional tertinggi yakni Guru Besar,” terangnya.

# Unpas Kukuhkan Guru Besar

Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan, Prof. Dr. HM. Didi Turmudzi, M.Si . (Foto : Eci/Pasjabar)

Orientasi Pengetahuan Baru

Sementara Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan, Prof. Dr. HM. Didi Turmudzi, M.Si dalam

sambutannya mengatakan, jika dosen saat ini memang harus berorientasi pada pengetahuan baru dan inovatif

Baca juga:   Tingginya Pengangguran Lulusan SMK di Jabar, Pemprov Lakukan Ini

atau paling tidak mempertanyakan kembali kearifan – kearifan yang selama ini dianggap keniscayaan.

“Harapan ini merupakan harapan umum terhadap perguruan tinggi yang dikemas dalam konsep Tridarma

Perguruan Tinggi realitasnya dalam tataran praktik Tridarma Perguruan Tinggi. Namun memang belum

dilaksanakan secara integral kegiatan penelitian, pembelajaran dan pengabdian sejatinya dilaksanakan tidak

terpisah satu sama lain, tiga darma yang difahami secara seluruhnya baik ditingkat institusi maupun individu, dan

dipandang integral dan vertikal secara sinergis baik secara institusional maupun individual,” paparnya.

Oleh karenannya ia berharap untuk agara dua guru besar di Unpas yang baru yakni dari Hukum dan pangan bisa berkuntribusi pada keilmuannya.

“Kami berharap Guru Besar baru bisa melakukan penelitian hukum, itu akan meningkatkan pertumbuhan

ekonomi, sementara untuk Guru Besar pangan bisa meneliti bagaiman melakukan penelitian pangan harus mengantisipasi program kelangkaan pangan,” jelasnya.

Prof. Dr. Anthon F. Susanto, S.H., M.Hum . (Foto : Eci/Pasjabar)

Orasi Kosmologi Religius

Sementara itu dalam orasi ilmiahnya, Prof. Dr. Anthon F. Susanto, S.H., M.Hum menyampaikan orasi berjudul

Kosmologi religius Ilmu hukum Indonesia, sedangan Prof. Dr. Ir. Yudi Garnida,M.P menyampaikan orasi berjudul Edible Film dan Packaging Aplikasinya pada Produk Pangan.

Saat ini Prof. Dr. Anthon F. Susanto, S.H., M.Hum tercatat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Hukum di Unpas,

Baca juga:   Jalur KA Ciamis-Manonjaya Pulih, Operasi Normal Kembali

sementara Prof. Dr. Ir. Yudi Garnida,M.P merupakan Wakil Rektor II Unpas.

“Sebetulnya lebih ke menyenangkan menjadi Guru Besar karena saya senang menulis ketika tantangannya harus

menulis saya sudah memiliki banyak tulisan, problemnya ada pada diri sindiri yakni malas mengurusnya karena

saya menjadi lektor kepala 2010 baru Guru Besar 2023 jadi 13 Tahun saya tidak mengurusi baru enam bulan

terakhir saya mengurus. Jadi menjadi guru besar adalah lebih kepada problem diri sendiri,” terang Prof. Dr. Anthon F. Susanto, S.H., M.Hum.

Prof. Dr. Ir. Yudi Garnida,M.P. (Foto : Eci/Pasjabar)

Sedangkan Prof Yudi berharap bisa berkontribusi terhadap perkembangan teknologi yang ada kaitan dengan pangan khususnya kondisi pangan saat ini.

“Saya juga memiliki tugas bisa mempersiapkan dosen muda meningkatkan jabatan fungsionalnya, dan tentu

dengan jabatan Guru Besar ini, saya harus berkontribusi terhadap masyarakat, karena masalah pangan ini tidak

akan berhenti. Kita juga ada kehawatiran dengan jumlah penduduk meningkat lahan pertanian menurun ini jadi

masalah kedepan. Apakah  kita berpikir makanan pokok kita akan terjamin? tentu tidak, dan ini menjadi tugas

kami dan ahli lainnya untuk bisa memperispakan dan berkontribusi terhadap pangan dalam keberlangsungannya oleh masyarakat kita,” paparnya. (tie)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Yatti Chahyati
Tags: guru besar unpasuniveritas pasundanunpas


Related Posts

Pascasarjana Unpas
HEADLINE

Melda Yunita Raih Gelar Doktor Ilmu Manajemen Pascasarjana Unpas, Teliti IKM Produk Makanan di Prov Bengkulu

16 April 2026
Pascasarjana Unpas
HEADLINE

Bahtera Gurning Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Unpas, Soroti Akses Keadilan Pekerja

14 April 2026
Pascasarjana Unpas
HEADLINE

Didi Tasidi Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Unpas, Bahas Penipuan Investasi

14 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Persib Bandung
HEADLINE

Pelatih Persib Bandung Pede Curi Poin Penuh di Kandang Dewa United

20 April 2026

WWW.PASJABAR.COM - Persib Bandung menebar ancaman serius jelang laga tandang kontra Dewa United pada pekan ke-28 Super...

google

Google Perluas Strategi Wearable Lewat Kacamata Pintar Gucci Berbasis XR

19 April 2026
Permendiktisaintek

Cabut Permendiktisaintek No 3 Tahun 2026, Karena Tidak Adil Bagi PTS

19 April 2026
unpad

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

19 April 2026
bnpb

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 April 2026

Highlights

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

Dies Natalis UIN Bandung, Dedi Dorong Akses Kuliah Gratis

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.