CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 19 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASPENDIDIKAN

Manusia dan Sejarah, Dialog yang Tak Pernah Berhenti

Tiwi Kasavela
13 Februari 2024
Manusia dan Sejarah, Dialog yang Tak Pernah Berhenti

Ist

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM– “Sejarah adalah merupakan proses interaksi kontinu antara sejarawan dengan fakta-faktanya, dialog tanpa akhir antara masa kini dengan masa lalu”. Begitulah kutipan yang diambil dari buku ”Apa itu Sejarah” terbitan dari Komunitas Bambu, karya sejarawan Inggris, Edward Hallett Carr.

Menarik untuk dibahas bahwa ternyata sejarah akan selalu hidup dalam kehidupan manusia karena manusia merupakan makhluk yang selain menjadi objek juga menjadi subjek dari sejarah itu sendiri atau dalam kata lain manusia itu menyejarah.

Kalau kita memahami kata “dialog” sendiri sering terpikirkan oleh kita adalah dua orang atau lebih yang sedang membahas sesuatu baik itu di taman, di rumah, di sekolah atau jaman sekarang sedang tren dialog dalam podcast.

Lalu, bagaimana dengan judul diatas? Bukankah “sejarah” itu bukanlah makhluk hidup namun sebuah kata yang kita selalu anggap untuk membahas masa lalu baik masa lalu sendiri atau masa lalu orang lain? Jadi pernyataan dari E.H. Carr apakah salah? Mari kita telusuri lebih lanjut.

Baca juga:   Keseimbangan dan Keharmonisan

Manusia sendiri pada dasarnya pada hari ini merupakan produk dari masa lalunya. Kita tentunya lahir melalui proses dari bayi kemudian dewasa dan akhirnya tua. Nah proses inilah yang dimaksud dengan dialog tersebut.

Dialog manusia dengan sejarah utamanya membahas identitas kita masing-masing. Identitas itu adalah ciri khas yang membedakan kita dengan orang lain dan kita sadar akan perbedaan itu.

Identitas itu kita bentuk dari yang apa kita sebut sebagai memori yang tersimpan dalam pikiran kita masing-masing.
Sepenting apa memori itu bagi manusia? Tentu sangat penting, dengan memori manusia bisa tahu darimana dia berasal, pelajaran apa yang dia pahami, kegiatan apa yang dia lakukan dan bermacam pengalaman-pengalaman lainnya.

Orang-orang Yunani Kuno beranggapan bahwa jika memori tiada maka manusia itu mati. Memori itulah yang membuat kita eksis hingga hari ini. Memori jugalah yang membuat kenangan dalam diri kita dan hal itulah yang membuat kita terus menerus terhubung dengan masa lalu kita.

Baca juga:   Lisa Mahasiswi FH Unpas Ajak Mencintai Diri dan Jadi Lebih Baik

Tentu tidak semua masa lalu kita ingat, seperti contoh pada hari ini tanggal 12 Februari sepuluh tahun yang lalu apa yang kalian lakukan saat itu?

Sebagian besar pasti akan kesulitan untuk mengingat terkecuali jika ada peristiwa berkesan. Biasanya peristiwa-peristiwa itu akan kita kenang di masa kini yang kita sebut nostalgia. Sebut saja nostalgia bareng keluarga, bareng teman-teman nongkrong atau malahan nostalgia dengan mantan mungkin? Sudah jangan galau ya.

Mari kita lanjutkan, jika ada manusia yang menyatakan masa lalu itu tidak penting, masa kini dan masa depan lebih penting. Mungkin dia tak menyadari bahwa tritunggal demikian tidak dipisahkan karena saling terkait. Bisa disimpulkan jika masa lalu itu proses kehidupan, masa kini adalah eksistensi atau keberadaan kita sekarang, dan masa depan adalah cita-cita, rencana atau Impian kita yang sudah terbentuk di masa kini melalui pengalaman di masa lalu.

Baca juga:   Kemandirian Pesantren: Kemenag Salurkan Bantuan ke 1.600 Lembaga, Target 3.600 Pesantren

Jadi mustahil kita melupakan masa lalu begitu saja. Ada kutipan menarik dari film “The Davinci Code” yang diadopsi dari novelnya Dan Brown.

“Tiada manusia benci sejarah, mereka hanya benci masa lalu mereka sendiri”. Manusia dan sejarah akan terus selalu berdialog karena mereka ditakdirkan akan terus bersama hingga nanti. Jika manusia punah, maka sejarah itu akan berhenti dan perjalanan juga berakhir seperti akhir dari tulisan ini.

Ditulis oleh : Muhammad Aulia Iskandar Muda,  Tenaga pendidik dalam bidang Sejarah dan Sosiologi, penulis buku serta artikel populer dan ilmiah di media daring.

(*/tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Tiwi Kasavela
Tags: ManusiaSejarah


Related Posts

Sidoarjo dan Brantas: Menelusuri Jejak Peradaban di Hilir Lembah Sungai Terpanjang Kedua di Jawa
PASNUSANTARA

Sidoarjo dan Brantas: Menelusuri Jejak Peradaban di Hilir Lembah Sungai Terpanjang Kedua di Jawa

13 April 2026
Peta Politik Sunda
PASBUDAYA

Menelusur Gurat Holle: Saat Aksara Latin Mengubah Peta Politik Sunda

10 April 2026
Membedah Sosialisme Sjahrir: Antitesis Otoritarianisme di Tengah “Menara Gading” Intelektual
PASNUSANTARA

Membedah Sosialisme Sjahrir: Antitesis Otoritarianisme di Tengah “Menara Gading” Intelektual

9 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Mikel Arteta balas pernyataan Pep Guardiola jika Man City kalah maka peluang juaranya habis. (Action Images via Reuters/Matthew Childs)
HEADLINE

Psy War Memanas! Guardiola Sebut Peluang Juara Habis, Arteta Pilih Tetap Membumi Jelang Duel Etihad

18 April 2026

MANCHESTER, WWW.PASJABAR.COM – Panggung Premier League akhir pekan ini akan menyajikan "final dini" yang mempertemukan dua raksasa,...

Manajer Coventry City Frank Lampard. (Foto: Getty Images/Lewis Storey)

Penantian 25 Tahun Berakhir! Frank Lampard Bawa Coventry City Kembali ke Premier League

18 April 2026
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Uby/pasjabar)

Dedi Mulyadi Ajak Muda-Mudi Jabar Menikah di KUA: Lebih Baik Jadi Raja Selamanya Daripada Raja Sehari!

18 April 2026
Foto: Paul Childs/Action Images via Reuters

Prediksi Chelsea vs Manchester United: Misi Bangkit Si Biru di Tengah Ancaman Setan Merah

18 April 2026
Herve Renard. (REUTERS/Stringer)

Kejutan Besar! Herve Renard Resmi Dipecat Arab Saudi Jelang Piala Dunia 2026

18 April 2026

Highlights

Prediksi Chelsea vs Manchester United: Misi Bangkit Si Biru di Tengah Ancaman Setan Merah

Kejutan Besar! Herve Renard Resmi Dipecat Arab Saudi Jelang Piala Dunia 2026

Drama dan Kericuhan di Prancis: Mainz 05 Tersingkir Tragis, Nadiem Amiri Diganjar Kartu Merah

Jay Idzes Tak Tergantikan! Tampil Tangguh Bawa Sassuolo Tumbangkan Como 1907 di Serie A

Inter Milan Gilas Cagliari 3-0, Nerazzurri Kian Tak Terbendung di Puncak Klasemen

Bukan untuk Kaum ‘Mendang-Mending’, Samsung Galaxy S26 Ultra Hadir dengan Spek Monster dan Harga Sultan

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.