CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Kamis, 16 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASPENDIDIKAN

Manusia dan Sejarah, Dialog yang Tak Pernah Berhenti

Tiwi Kasavela
13 Februari 2024
Manusia dan Sejarah, Dialog yang Tak Pernah Berhenti

Ist

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM– “Sejarah adalah merupakan proses interaksi kontinu antara sejarawan dengan fakta-faktanya, dialog tanpa akhir antara masa kini dengan masa lalu”. Begitulah kutipan yang diambil dari buku ”Apa itu Sejarah” terbitan dari Komunitas Bambu, karya sejarawan Inggris, Edward Hallett Carr.

Menarik untuk dibahas bahwa ternyata sejarah akan selalu hidup dalam kehidupan manusia karena manusia merupakan makhluk yang selain menjadi objek juga menjadi subjek dari sejarah itu sendiri atau dalam kata lain manusia itu menyejarah.

Kalau kita memahami kata “dialog” sendiri sering terpikirkan oleh kita adalah dua orang atau lebih yang sedang membahas sesuatu baik itu di taman, di rumah, di sekolah atau jaman sekarang sedang tren dialog dalam podcast.

Lalu, bagaimana dengan judul diatas? Bukankah “sejarah” itu bukanlah makhluk hidup namun sebuah kata yang kita selalu anggap untuk membahas masa lalu baik masa lalu sendiri atau masa lalu orang lain? Jadi pernyataan dari E.H. Carr apakah salah? Mari kita telusuri lebih lanjut.

Baca juga:   Menelusuri Jejak Sejarah Melalui Buku Bersama Komunitas Temu Sejarah

Manusia sendiri pada dasarnya pada hari ini merupakan produk dari masa lalunya. Kita tentunya lahir melalui proses dari bayi kemudian dewasa dan akhirnya tua. Nah proses inilah yang dimaksud dengan dialog tersebut.

Dialog manusia dengan sejarah utamanya membahas identitas kita masing-masing. Identitas itu adalah ciri khas yang membedakan kita dengan orang lain dan kita sadar akan perbedaan itu.

Identitas itu kita bentuk dari yang apa kita sebut sebagai memori yang tersimpan dalam pikiran kita masing-masing.
Sepenting apa memori itu bagi manusia? Tentu sangat penting, dengan memori manusia bisa tahu darimana dia berasal, pelajaran apa yang dia pahami, kegiatan apa yang dia lakukan dan bermacam pengalaman-pengalaman lainnya.

Orang-orang Yunani Kuno beranggapan bahwa jika memori tiada maka manusia itu mati. Memori itulah yang membuat kita eksis hingga hari ini. Memori jugalah yang membuat kenangan dalam diri kita dan hal itulah yang membuat kita terus menerus terhubung dengan masa lalu kita.

Baca juga:   Pemprov Jabar Usulkan 33,21 Persen dari APBD untuk Anggaran Pendidikan 2022

Tentu tidak semua masa lalu kita ingat, seperti contoh pada hari ini tanggal 12 Februari sepuluh tahun yang lalu apa yang kalian lakukan saat itu?

Sebagian besar pasti akan kesulitan untuk mengingat terkecuali jika ada peristiwa berkesan. Biasanya peristiwa-peristiwa itu akan kita kenang di masa kini yang kita sebut nostalgia. Sebut saja nostalgia bareng keluarga, bareng teman-teman nongkrong atau malahan nostalgia dengan mantan mungkin? Sudah jangan galau ya.

Mari kita lanjutkan, jika ada manusia yang menyatakan masa lalu itu tidak penting, masa kini dan masa depan lebih penting. Mungkin dia tak menyadari bahwa tritunggal demikian tidak dipisahkan karena saling terkait. Bisa disimpulkan jika masa lalu itu proses kehidupan, masa kini adalah eksistensi atau keberadaan kita sekarang, dan masa depan adalah cita-cita, rencana atau Impian kita yang sudah terbentuk di masa kini melalui pengalaman di masa lalu.

Baca juga:   Unpas Gelar Sosialisasi Pedoman Kehumasan dan Keprotokolan

Jadi mustahil kita melupakan masa lalu begitu saja. Ada kutipan menarik dari film “The Davinci Code” yang diadopsi dari novelnya Dan Brown.

“Tiada manusia benci sejarah, mereka hanya benci masa lalu mereka sendiri”. Manusia dan sejarah akan terus selalu berdialog karena mereka ditakdirkan akan terus bersama hingga nanti. Jika manusia punah, maka sejarah itu akan berhenti dan perjalanan juga berakhir seperti akhir dari tulisan ini.

Ditulis oleh : Muhammad Aulia Iskandar Muda,  Tenaga pendidik dalam bidang Sejarah dan Sosiologi, penulis buku serta artikel populer dan ilmiah di media daring.

(*/tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Tiwi Kasavela
Tags: ManusiaSejarah


Related Posts

Sidoarjo dan Brantas: Menelusuri Jejak Peradaban di Hilir Lembah Sungai Terpanjang Kedua di Jawa
PASNUSANTARA

Sidoarjo dan Brantas: Menelusuri Jejak Peradaban di Hilir Lembah Sungai Terpanjang Kedua di Jawa

13 April 2026
Peta Politik Sunda
PASBUDAYA

Menelusur Gurat Holle: Saat Aksara Latin Mengubah Peta Politik Sunda

10 April 2026
Membedah Sosialisme Sjahrir: Antitesis Otoritarianisme di Tengah “Menara Gading” Intelektual
PASNUSANTARA

Membedah Sosialisme Sjahrir: Antitesis Otoritarianisme di Tengah “Menara Gading” Intelektual

9 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

pasundan law fair 2026
HEADLINE

Pasundan Law Fair 2026 Sukses Digelar, Ajang Nasional Adu Gagasan dan Kompetensi Mahasiswa Hukum

16 April 2026

# pasundan law fair 2026 BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM -- Ajang bergengsi Pasundan Law Fair 2026 kembali sukses diselenggarakan...

harga plastik

Kenaikan Harga Plastik Picu Penurunan Sampah di Kota Cimahi

16 April 2026
Agus Sutisna

Agus Sutisna Ditemukan Tewas Setelah Terjun Selamatkan Siswi Hanyut

16 April 2026
remaja hanyut

Remaja Tewas Hanyut di Sungai Cibanjaran, Penolong Masih Hilang

16 April 2026
potensi cuaca ekstrem

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sumatra hingga Jawa

16 April 2026

Highlights

Remaja Tewas Hanyut di Sungai Cibanjaran, Penolong Masih Hilang

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sumatra hingga Jawa

Rektorat Unpad Nonaktifkan Dosen Diduga Terlibat Kekerasan Seksual, Dan Lakukan Investigasi

Transformasi RS Rajawali, Primaya Perkuat Layanan Medis Modern di Bandung

Kenalan Lewat Game Online Siswi SMP di Bandung Barat Diculik Remaja

NASA Pilih Voyager untuk Misi Astronot Swasta Ketujuh ke ISS

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.