CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 18 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Aweuhan Pasundan: Bagian II Religi “Nyeungeut Lodong, Ngojay, dan Jualan Kerupuk”

Hanna Hanifah
31 Agustus 2024
pasundan

Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si. (foto: pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT
Paguyuban Pasundan
Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si. (foto: pasjabar)

Oleh: Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Tak banyak sosok organisatoris yang berjuang membesarkan organisasi dengan berpijak pada spirit pengabdian. Satu dari segelintir orang itu adalah M Didi Turmudzi (70), Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, organisasi kesundaan berorientasi nasional tertua.

Namun, siapa menyangka kiprah panjang Didi dalam berorganisasi di berbagai lembaga, sejatinya memang sudah terpupuk sejak usia belia. Ingatan mengenang Ramadan di kala kecil dan remaja saat masih bercengkerama bersama teman-teman seusia di Desa Cimeong, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, pada kurun 1950-1960-an, menyajikan kisah tercecer bahwa seorang Didi ditakdirkan menjadi organisatoris sekaligus guru sepanjang hayat.

”Ya, lazimnya anak-anak di desa, kebiasaan menghabiskan Ramadan biasanya tak jauh dari nyeungeut lodong (menyalakan meriam karbit) menjelang Magrib atau setelah sahur dan salat Subuh. Itu kenangan yang tak terlupakan di saat saya berumur 7-9 tahun,” ungkap Didi Turmudzi yang juga menjabat Direktur Pascasarjana Universitas Pasundan.

Baca juga:   Pastv || Tokoh Sunda Tolak Maklumat Propinsi Sunda Raya

Suara lodong yang menggelegar terbawa angin menjadi daya tarik karena juga akan dibalas suara yang sama dari lodong di seberang bukit. “Kebetulan rumah ayah terletak di atas, sedangkan jalan ada di bawah dengan pemandangan yang luas. Kenangan indah yang masih membekas Sampai saat ini,” ujar pria yang sejak dulu sampai saat ini tetap panceg berkiprah sebagai pendidik ini.

”Ari pasisiang tabuh 13 atanapi 14, kapungkur mah sok ngojay, kirang langkung dugi yuswa SMP, Aliran Sungai Cipageur biasanya dipendet oleh teman-teman menggunakan batu-batu, sehingga tercipta ‘kolam’ di tengah sungai. Kami berenang, bergembira, sekaligus menunggu datangnya Asar,” katanya.

Baca juga:   Usia Bukan Penghalang Subur Selesaikan Gelar Doktor

Beranjak agak remaja usia SMP, Didi tak lagi sekadar bermain dalam menjalani Ramadan. Meski orangtuanya, Asrori, tergolong mampu secara ekonomi dan merupakan tokoh agama di lingkungannya, Asrori adalah Ketua MPP Persatuan Umat Islam (PUI) dan mempunyai pabrik kerupuk yang menjadi sumber ekonomi termasuk dalam pembiayaan sekolah Didi.

Ia sudah ditempa untuk bertani, beternak, dan ikut berjualan dan berbelanja bahan-bahan pembuatan kerupuk. “Saya masih ingat membeli aci bahan kerupuk di toko kepunyaan Pak Koyo di Cinyasag. Rupanya, Bapak (ayahanda Didi) memang sudah menanamkan nilai-nilai wirausaha selain atikan (pendidikan),” ujarnya.

Baca juga:   Ketum PB Paguyuban Pasundan: Empat Krisis Ancam Masyarakat Sunda

Didi juga kerap ikut ayahanda berkeliling mengisi ceramah pengajian dari kampung ke kampung. Ia sendiri bahkan menjadi salah seorang anggota tagoni yang ikut tampil dalam pengajian. “Sejak itu, saya juga aktif berorganisasi baik di sekolah maupun masyarakat. Kiprah itu semakin kuat ketika saya mengambil sekolah guru dan berkuliah di IKIP Bandung pada 1970-an,” ujarnya.

Didi selalu menjadi ketua kelas di SD sampai SMP. Didi ketua ranting PI (sayap muda Masyumi,), saat berkuliah ia aktif di karang taruna, BKTG, dan kemudian KAPPI.Tak heran, jika ada yang menilai sosok Didi adalah perekat komunikasi dan menjalin kembali silaturahmi yang renggang atau putus sama sekali. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: Milangkala Paguyuban Pasundan Ke-111paguyuban pasundanpasundan


Related Posts

pasundan law fair 2026
HEADLINE

Pasundan Law Fair 2026 Sukses Digelar, Ajang Nasional Adu Gagasan dan Kompetensi Mahasiswa Hukum

16 April 2026
Negeri Segudang Seruan
HEADLINE

Negeri Segudang Seruan

14 April 2026
LPG
HEADLINE

Isu Kelangkaan LPG, Pertamina Pastikan Stok Nasional Tetap Aman

30 Maret 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Galaxy S26 Ultra. (samsung.com)
HEADLINE

Bukan untuk Kaum ‘Mendang-Mending’, Samsung Galaxy S26 Ultra Hadir dengan Spek Monster dan Harga Sultan

18 April 2026

WWW.PASJABAR.COM – Samsung kembali menggebrak pasar ponsel pintar dunia dengan meluncurkan lini flagship terbarunya, Samsung Galaxy S26...

Penyerang Arsenal, Viktor Gyokeres memberikan salam kepada suporter di Lisbon jelang laga melawan Sporting CP, 8 April 2026. (c) AP Photo/Armando Franca

Dilema Lini Depan Mikel Arteta: Havertz atau Gyokeres untuk Redam Manchester City di Etihad?

17 April 2026
Kapten Sporting Portugal, Morten Hjulmand. (Gettyimages)

Kritik Pedas Morten Hjulmand: Arsenal Tim Membosankan dan Tak Menarik Ditonton!

17 April 2026
Ratusan massa padati Gedung Merdeka Bandung dalam aksi damai bela Palestina. Massa menuntut penolakan normalisasi dengan Israel dan kemerdekaan penuh Palestina. (Eci/pasjabar)

Gema Perlawanan dari Gedung Merdeka: Ratusan Massa di Bandung Tolak Normalisasi dengan Israel

17 April 2026
Foto: Inter via Getty Images/Mattia Pistoia - Inter

Badai Fisik dan Mental: Alessandro Bastoni Absen di Laga Inter Milan vs Cagliari

17 April 2026

Highlights

Gema Perlawanan dari Gedung Merdeka: Ratusan Massa di Bandung Tolak Normalisasi dengan Israel

Badai Fisik dan Mental: Alessandro Bastoni Absen di Laga Inter Milan vs Cagliari

Tantangan Berat Dewa United: Jan Olde Riekerink Waspadai Kekuatan Maung Bandung

Ratusan Ribu Pencari Kerja Gunakan Aplikasi Nyari Gawe Jawa Barat

Pantang Bersantai! Veda Ega Pratama Jajal Sirkuit Favorit Marc Marquez Jelang Moto3 Spanyol

Dewa United vs Persib Bandung Digelar Tanpa Penonton, Bobotoh Diimbau Dukung dari Rumah

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.